Artikel ini merupakan kontribusi Herman Yudiono, founder Hayepedia.
Kebiasaan menunda pekerjaan adalah kecenderungan untuk mengalihkan atau menunda tugas-tugas yang seharusnya dilakukan dalam waktu yang ditentukan.
Dampak dari kebiasaan ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, meningkatkan tingkat stres, merusak kualitas kerja, dan menimbulkan perasaan bersalah serta kekecewaan terhadap diri sendiri.
Selain itu, menunda pekerjaan juga dapat mempengaruhi reputasi dan hubungan dengan rekan kerja atau atasan, serta menghambat kemajuan karir dan pencapaian tujuan pribadi.
Namun, dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, Anda dapat mengatasi kebiasaan ini. Berikut ini 7 cara ampuh untuk membantu Anda mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan.
Melanjutkan sekolah S2 Bisnis atau MM merupakan salah satu pilihan bagus untuk mendukung perjalanan karir Anda.
Ada semacam peraturan tak tertulis, jika Anda bekerja di perusahaan BUMN atau big companies, maka untuk naik jabatan menjadi GM atau VP, maka sebaiknya Anda juga punya gelar S2 manajemen bisnis. Setidaknya dengan gelar S2, maka peluang Anda untuk naik karir menjadi lebih terbuka dibanding hanya mengandalkan gelar S1 saja.
Pada sisi lain, ada studi menarik yang menyebutkan bahwa ternyata mayoritas founder unicorn dan start up di luar neger, paling banyak ternyata adalah lulusan S2 Bisnis atau MBA. Artinya meraih pendidikan S2 bisnis merupakan bekal yang berharga untuk menjadi founder sebuah start up yang sukses.
Ada salah satu bias kognitif yang lazim dikenal dalam dunia psychology of finance, yakni apa yang disebut dengan Winner Effect/Loser Effect.
Mari kita ulas yang tentang winner effect terlebih dahulu, setelahnya kita akan ulik tentang jebakan loser effect yang kelam.
Winner effect sejatinya terjadi saat seseorang bisa meraih sukses dan kemenangan secara beruntun dan makin besar, karena disebabkan sukses pertama yang dia raih, betapapun kecilnya sukses ini.
Kenapa itu terjadi? Sebab sukses awal yang terjadi itu membuat dia merasa makin percaya diri. Kemenangan atau sukses awal itu juga bisa membuat dia menjadi punya sumber daya lebih baik – misal sumber dananya makin banyak karena sukses awal ini.
Apa yang Anda pilih sebagai sarapan pagi ini? Apakah sebungkus nasi uduk, secangkir kopi, dan sepotong pisang goreng krispi? Atau semangkuk sereal a la orang barat? Apapun itu, Anda mungkin tidak sadar kalau sarapan yang Anda lakukan pagi hari ini serta pagi-pagi lainnya seumur hidup Anda adalah “manipulasi” yang telah dilakukan oleh sekelompok orang.
Pada pertengahan abad ke-19 di Michigan, lahir 2 bersaudara John Harvey Kellogg (John) dan William Keith Kellogg (Will). Mereka memiliki hubungan yang kontroversial sejak awal. Sang kakak, John dikenal keluarganya sebagai pribadi yang cerdas, ia meninggalkan rumah untuk belajar kedokteran, sementara sang adik, Will dianggap keluarganya memiliki kecerdasan yang rendah.
John sangat terobsesi untuk membuat makanan terbaik bagi para pasiennya yang kebanyakan mengalami dispepsia (bahasa kekiniannya: asam lambung) di sanitarium/rumah sakitnya di Michigan. Ia kemudian mengajak adiknya, Will yang juga direkrutnya untuk bertugas sebagai finance/accounting di rumah sakit itu untuk membantu menyempurnakan makanannya yang kemudian dikenal dengan sereal.
Siapa yang gak kepingin punya tubuh yang bugar, otak yang cerdas, serta mental yang terpelihara dengan baik? Kesehatan badan, pikiran, dan mental itu saling mempengaruhi dan melengkapi satu sama lain, paket lengkap body, mind, and soul ini sah kalau dibilang jadi dambaan setiap orang, namun sayangnya gak sedikit orang yang mendambakan paket lengkap ini sudah terperosok dan tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali on track.
Dalam kesempatan kali ini aku akan mengulik khusus tentang diet, bagaimana mereka atau mungkin kamu yang sudah terperosok bisa comeback. Diet adalah tentang pola makan. “You are what you eat”. Yes, seperti kata pepatah yang tidak asing bagi pembaca setia blog legendaris ini.
Brain fatigue (atau sering juga disebut sebagai decision fatigue) adalah kejadian saat otak kita mengalami kelelahan karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan. Proses untuk berpikir dan mengambil beragam keputusan dalam keseharian hidup kita ini, ternyata membuat otak kita mengalami kelelahan.
Beragam problem dan beban pikiran yang membayangi otak kita lama-lama, jika terus menumpuk, akan membuat otak kita mengalami kelelahan yang akut (brain fatigue). Dengan kata lain, mental pikiran kita mengalami keletihan yang mendalam (mental exhaustion).
Banyak orang di luar sana yang menganggap pekerjaan HRD sangat mudah karena hanya bertugas merekrut orang. Padahal, anggapan itu jelas salah. Pekerjaan HRD lebih dari sekadar merekrut orang, ia turut menentukan kinerja dan produktivitas perusahaan.
Maka tidak heran seorang HRD kerap menjadi divisi yang disalahkan. Disalahkan pelamar karena mereka tidak diterima kerja. Lalu disalahkan karyawan terkait gaji atau ketika mereka mengalami PHK.
Di sisi internal perusahaan, HRD juga sering dicap sebagai “pengganggu” ketika mengeluarkan peraturan atau program baru yang belum ada sebelumnya. Belum lagi segudang peran lainnya yang menjadikan alasan menjadi HRD itu sulit. Jika Anda masih belum percaya mengapa jadi HRD it
HRD Adalah Partner Bisnis Perusahaan Mungkin yang terkenal tugas HR hanya merekrut dan mengurusi gaji karyawan saja. Dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan repetisi terkait administrasi karyawan. Padahal, ada tugas yang lebih besar.
Seorang HR adalah partner bisnis dari perusahaan. Mengapa begitu?
Ia adalah orang yang mengurusi segala hal terkait human resource perusahaan. Sukses tidaknya perusahaan tentu akan sangat tergantung dari bagaimana seorang HR tersebut mengelola resource tersebut.
HR harus dapat benar-benar memastikan karyawan bisa bekerja dengan produktif dan punya kompetensi sesuai yang diharapkan perusahaan untuk mencapai targetnya. Caranya gimana? Ya tentu saja dengan melakukan man power planning sebaik-baiknya. Sebagai seorang HRD kita dituntut untuk bisa merencanakan proses rekrutmen sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sesuai dengan kebutuhan perusahaan tuh yang bagaimana sih? Jumlah karyawan yang dibutuhkan harus pas dengan beban kerja dan juga memiliki kompetensi dan skill sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.
Apakah setelah menemukan kandidat lalu tugas HR selesai?
Tentu saja tidak, seorang HRD harus dapat memastikan karyawan tersebut merasa nyaman, berkontribusi, memberikan performance terbaik dan melakukan development kepada mereka.
Di sinilah HR harus bisa merumuskan program apa saja yang cocok untuk karyawan, bagaimana agar mereka bisa betah dan ga gampang resign. Semua itu harus dipikirkan HRD secara berkelanjutan.
Tujuan dari semua ini tentu agar perusahaan bisa mencapai goals dan profit.
Tidak cuma itu, ketika di perusahaan terdapat masalah, maka HRD adalah penyambung lidah perusahaan dengan karyawan. Nah, di sini seorang HRD harus benar-benar bisa melakukan pendekatan yang tepat untuk menjelaskan kepada karyawan ada kejadian apa di perusahaan supaya bisa diterima oleh mereka.
Belum lagi HRD harus menjaga citra perusahaan yang terkadang sudah tercoreng karena review buruk dari mantan karyawan. Kalau sudah begini, HRD harus buat strategi khusus lagi, nih.
HRD Itu Harus Banyak Sabar Menghadapi Berbagai Manusia
Yah sesuai namanya sih, human resource department atau departemen sumber daya manusia. Maka sebagai seorang HRD harus siap menghadapi tingkah-tingkah ajaib dari karyawan dan juga jobseeker.
Contohnya saja kelakuan karyawan yang sulit diatur dan suka melanggar. Mulai dari melanggar peraturan ringan seperti terlambat sampai yang berat. Gara-gara seringnya berhadapan dengan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan karyawan, HRD sudah seperti polisi atau BK-nya perusahaan.
Kalau sudah begini, kadang ada saja keluhan dari karyawan yang minta HRD untuk lebih humanis, padahal jelas HRD itu humanis, orang mereka bukan robot kok. Tidak jarang, HRD juga mesti jadi moderator antar karyawan yang berselisih. Wah, terdengar heroik ya, jadi penengah. Tapi, ketahuilah kalau dalam situasi ini, kemampuan bernegosiasi seorang HR sedang diuji.
Sebisa mungkin HRD harus tetap bisa bersikap netral. Kalau sampai dirasa terlalu condong ke satu pihak pastinya akan ada kecemburuan yang membuatnya jadi public enemy di kantor.
Mungkin kalau untuk kelakuan karyawan masih sangat bisa dimaklumi. Tapi, untuk para jobseeker ini, ada saja kelakuannya yang bikin HR jadi misuh-misuh seharian di kantor sambil ngelus dada dan berkata “sabaaar….sabaaar…”.
Pasti Anda para HRD sudah tidak asing lagi dengan kelakuan nyeleneh yang bikin geleng-geleng kepala dari pelamar kerja yang sering tanpa basa basi menanyakan melalui WA apakah ada lowongan atau tidak. Atau, kandidat yang diajak untuk interview tapi nggak kooperatif.
Jangan kira kejadian-kejadian tersebut hanya bahan meme yang seliweran di media sosial, ya. Nyatanya memang ada kok orang-orang seperti itu dan banyak, bahkan sepertinya terus berlipat ganda.
Rekrut Karyawan Tidak Semudah Itu Lah Kenapa? Bukankah pencari kerja di Indonesia itu banyak? Benar! Pencari kerja itu ada jutaan. Namun, menemukan pekerja yang sesuai itu tidaklah mudah. Belum lagi, menolak atau memberhentikan pekerja yang tidak sesuai dengan harapan, sering menimbulkan rasa bersalah yang besar bagi HR.
Sekarang coba bayangkan kalau HRD perusahaan besar.
Tiap hari menerima ratusan lamaran. Capek screening CV satu-satu, tapi malah di ghosting ketika dipanggil interview. Cari karyawan kok rasanya kayak cari pacar ya?
Dengan banyaknya tugas HRD, harusnya ada tools yang bisa membantu mereka mempersingkat dan menyederhanakan pekerjaan yang paling menyita waktu. Tapi ga perlu khawatir, buat para rekan HRD, mulai sekarang kalian bisa selow. Karena sudah ada software rekrutmen yang bisa bantu Anda menemukan kandidat tepat dengan cepat!
Proses review CV melelahkan dan menyita waktu? Fitur Rekomendasi AI siap bantu Anda mendapatkan list kandidat terbaik dari ratusan hingga ribuan kandidat yang melamar dalam 3 menit!
Butuh kandidat SEGERA? Pakai fitur Sorot Loker, dan lowonganmu akan jadi lowongan terpilih, ditampilkan ke jutaan kandidat sekaligus!
Butuh memasang banyak lowongan sekaligus? Tenang, dengan Premium Rekrutmen KitaLulus, Anda bisa pasang iklan lowongan kerja tanpa batas sepanjang tahun.
Dengan begini, pekerjaan HR setidaknya sedikit terasa lebih ringan, bukan?