Membangun Peradaban Bisnis yang Bermartabat

Ketika badai Katrina menghantam dan meluluhlantakkan kota indah New Orleans, segenap jajaran pemerintah AS yang bertanggungjawab menangani bencana mengalami kepanikan dan gagap dalam mengambil tindakan penanggulangan yang responsif.

Namun persis pada momen itu, sejumlah perusahaan besar Amerika bergerak cepat dan serentak memberikan respon. Perusahaan Fedex yang ahli dalam logistik langsung bergerak dan dalam hitungan jam mampu mendistribusikan bantuan bagi jutaan penduduk yang terkena kemalangan. Sementara perusahaan retail raksasa Wal-mart langsung menginstruksikan jaringan hipermart disekitar kejadian bencana untuk memasok ribuan item bahan makanan bagi para korban. Continue reading

Unilever Indonesia Nomer Satu Se-Asia

Ada yang menarik dari laporan majalah Business Week edisi Asia yang diterbitkan beberapa waktu lalu. Melalui survei yang bertajuk The Asia BusinessWeek 50, majalah yang memiliki reputasi bagus itu mencoba memilih barisan perusahaan yang memiliki kinerja yang kinclong – dari ratusan perusahaan yang asli Asia ataupun korporasi multi-nasional yang beroperasi di Asia. Kriteria utama yang mereka gunakan sebagai dasar pemilihan adalah kinerja keuangan dan pertumbuhan bisnis selama tiga tahun terakhir.

Hasilnya cukup mengejutkan, namun sekaligus cukup asyik untuk didengar: mereka menobatkan Unilever Indonesia sebagai perusahaan terbaik nomer satu se Asia. Sebuah hasil yang sungguh layak diapresiasi dan kita beri tepuk tangan. Sebuah hasil yang juga menunjukkan satu bukti bahwa roda bisnis di negeri ini ternyata terus melaju dan menggeliat kencang. Continue reading

Drama tentang Revolusi Nokia

The Nokia Revolution : The Story of An Extraordinary Company that Transformed an Industry. Penulis : Dan Steinbock.

Di suatu pagi yang cerah pada tahun 1865 – atau sekitar 140 tahun silam, sebuah perusahaan kecil didirikan dipinggiran sebuah kota, di negeri Finlandia. Selama puluhan dekade, perusahaan yang diberi nama Nokia itu menekuni bisnis utamanya dibidang……perkebunan karet. Ya, barangkali kita tidak pernah menyangka bahwa Nokia – yang kini telah menjelma menjadi ikon global – pada mulanya hanyalah sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang perkaretan, sebuah bidang usaha yang sama sekali tidak eksotis. Continue reading

Apa Sih Kunci Buat Membangun Great Company?

Apa sebenarnya faktor-faktor kunci penentu untuk membangun suatu great company, atau perusahaan yang unggul? Faktor-faktor yang telah membuat perusahaan unggul semacam Intel, Samsung, Nokia, dan IBM terus menerus berada dalam ranah kejayaan? Pertanyaan ini tampaknya menjadi kian penting terutama ketika intensitas kompetisi bisnis berlangsung dengan makin kencang. Tanpa kesadaran akan faktor-faktor kunci penentu keberhasilan (key success factors), maka suatu perusahaan boleh jadi akan gagap mengelola dirinya, untuk kemudian terkapar mati ditelan arus perubahan zaman. Continue reading

Gaya Manajemen Starbucks

Anda semua pasti sudah pernah mampir ke kedai Starbucks atau mencicipi roti abon Breadtalk bukan? Starbucks, donat J.Co, Breadtalk dan sederet produk sejenis lainnya barangkali memang merupakan simbol tradisi mutakhir masyarakat metropolitan. Secangkir frappuccino caramel, roti abon a la flosh, dan dua potong donat rasa lemon pada akhirnya memang bukan sekedar produk makanan dan minuman. Mereka adalah sejenis produk kultural, dengan mana masyarakat metropolitan melampiaskan hasratnya untuk melakoni gaya hidup kontemporer. Continue reading

Mencetak Great People Melalui Corporate University

Sekolah bisnis mana yang layak disebut sebagai terbaik di dunia? Sebagian orang mungkin akan menyebut nama Harvard Business School, atau Wharton School of Business, atau mungkin MIT. Namun bagi sebagian yang lain, yang layak dianggap sekolah bisnis terbaik adalah GE Campus at Crottonville. Sebabnya sederhana: berdasar survei, kampus GE ini ternyata lebih banyak menghasilkan CEO dan business leaders hebat dibanding sekolah bisnis manapun di dunia ini. Continue reading

HP OfficeJet : Keajaiban Harga dalam Kehidupan Digital

Salah satu fenomena unik dalam industri komputasi dan piranti digital sejenisnya adalah adanya kecenderungan price downward effect. Inilah sebuah fonemena dimana harga berbagai piranti digital seperti komputer, ponsel, printer, dan LCD secara periodik mengalami penurunan yang kadang bersifat dramatis. Katakanlah, sebuah notebook dengan prosesor intel core duo dibandrol dengan harga 12 juta ketika pertama kali diluncurkan. Harga ini bisa turun beberapa puluh persen hanya dalam dua belas bulan setelah peluncurannya. Contoh seperti ini juga terjadi pada piranti ponsel. Harga sebuah ponsel yang baru diluncurkan mungkin turun cukup dalam hanya dalam beberapa bulan setelahnya. Continue reading