Discovering True Happiness in Your Life

Pernikahan agung Den Bagus Mas William dan Mbak Kate itu memang terasa megah dan penuh denyut kebahagiaan. Banyak pihak bilang, momen-momen yang sarat kebahagiaan semacam itu acapkali diperlukan agar publik tak melulu dilanda kesenduan.

Dan pernikahan yang semarak memang salah satu event yang paling membahagiakan dalam kehidupan kita. Bagi Anda yang sudah pernah menikah, mungkin Anda masih terus terbayang dengan momen indah nan membahagiakan itu (kecuali tentu, jika biaya pernikahan Anda ditopang dengan utang dari kartu kredit).

Namun tentu saja pernikahan hanya sekali seumur hidup (mudah-mudahan demikian). Jadi kebahagiaan yang menggetarkan itu hanya kita rengkuh sekali seumur hidup; dan sesudah itu mungkin kita mesti melacak jejak kebahagiaan dalam aspek kehidupan lainnya.

Jadi dimana saja kita mestinya bisa memetik kepingan kebahagiaan dalam hidup kita?

Tema tentang kebahagiaan (happiness) barangkali memang harus terus digemuruhkan. Sebab, buat apa kita hidup kalau kita hanya terus tenggelam dalam duka nestapa yang penuh kemuraman? Dan bukankah, siang malam kita selalu berdoa agar diberi kebahagiaan di dunia dan di akhirat?

Dan di pagi hari yang semoga penuh dengan aura kebahagiaan ini, saya mau berbagi kepingan kebahagiaan yang harus kita temukan dalam tiga aspek pokok kehidupan kita.

Kepingan # 1 : Menemukan kebahagiaan di tempat kerja. Yeah, oke, oke, saya tahu banyak dari Anda yang mendengar kalimat “hari Senin” saja sudah mulai bete (ya, kenapa libur cuman dua kali dalam seminggu? Kenapa tidak tiga atau empat hari, kan bikin happy, begitu).

Tapi memang hidup harus terus dijalankan. Dan bekerja, kita tahu, merupakan salah satu elemen paling penting dalam jejak perjalanan hidup kita. Sebagian dari kita menghabiskan waktu lebih dari delapan jam di kantor (atau mungkin lebih). Karena itu, sungguh tak elok kalau kita tak pernah bisa menemukan sekeping pun kebahagiaan dibalik dunia kerja.

Jadi saya sungguh berharap Anda bisa menemukan sejumput kebahagiaan didalamnya : mungkin dari rekan-rekan kerja yang suportif dan friendly, dari atasan yang selalu mengayomi dan wise, dari menu di kantin kantor yang semuanya mak nyus, atau dari ruangan kerja Anda yang sungguh terasa nyaman dan bikin enjoy.

Kepingan #2 : Menemukan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga. Bagi Anda yang sudah berkeluarga, mudah-mudahan Anda dan partner hidup Anda bisa terus rukun, sejahtera dan sentosa. Juga bersama anak-anak Anda yang mungkin sudah mulai tumbuh. Betapa bahagianya, jika anak-anak kita memiliki perilaku yang baik, serta tumbuh dengan talentanya masing-masing.

Rumah adalah tempat dimana kita berlabuh setelah letih bekerja seharian (ya, dan semoga cicilan rumah Anda semua sudah lunas). Sungguh kita bisa menemukan kedamaian jika kita pulang ke rumah, selalu disambut dengan suasana keluarga yang tentram dan senyum anak-anak yang membahagiakan (apalagi kalau rumah kita di Pondok Indah, bukan rumah dengan ukuran 4L = lu lagi, lu lagi. Tipe 45, maksudnya).

Kepingan # 3 : Menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari yang simpel dan sederhana. Sekali lagi, kita tak hanya bisa menemukan kebahagiaan dalam momen besar seperti pernikahan, atau lulus ujian nasional, atau lolos diterima bekerja di perusahaan bonafide. Kita juga bisa menemukan sejumput kebahagiaan dari begitu banyak aktivitas “kecil” yang kita lalui sehari-hari.

Kita mungkin akan bahagia jika bisa bermain futsal bersama teman, atau bisa ikut bersepeda ria di minggu pagi bersama keluarga, sekedar membaca sebuah novel indah yang penuh pesona, atau menekuni hobi kita sebagai fotografer. Atau mungkin kita bisa menemukan kebahagiaan kala kita asyik merawat pohon jambu di halaman rumah, bertemu dengan teman-teman semasa sekolah SMP, atau sekedar makan malam romantis dengan pasangan kita di salah satu sudut kota Paris (aih, aih).

So many simple things yang mungkin sudah cukup membikin kita happy. Yang kita perlukan hanyalah dengan tekun memperbanyak aktivitas kecil itu agar kita bisa terus dilimpahi small happiness yang terus mengalir.

Demikianlah kepingan kebahagiaan yang harus kita temukan dalam tiga aspek sentral kehidupan kita. Tentu saja saya berharap Anda bisa merengkuh jejak kebahagiaan dalam semua aspek tersebut. Have a Happy Life !!

Photo credit by : British Monarchy @flickr.com

Related Post

Fakta Ilmiah Mengejutkan tentang Relasi Uang dan Kebahagiaan Money can’t buy happiness. Begitu sebuah kata mutiara pernah terdengar. Apakah memang demikian adanya? Tulisan kali mencoba menjelajah hasil studi ...
The Science of Happiness : Misteri 3 Faktor yang Bisa Menghancurkan Masa Depanmu Happiness will drive your sucess. Hanya dengan jiwa-jiwa yang bahagia, maka kesuksesan hidup yang sejati bisa diraih dengan gemilang. Sukses finansial...
4 Pilar yang Sangat Menentukan Sukses Karir Anda Saya pernah menulis ada dua keputusan paling fundamental yang akan menentukan sejarah hidupmu : 1) apa pilihan profesi/karir yang Anda tekuni dan 2) d...
23 comments on “Discovering True Happiness in Your Life
  1. kebahagiaan akan diperoleh mereka yang benar-benar yakin bahwa dunia hanyalah sementara sedangkan di akhirat adalah kebahagiaan yang hakiki..

  2. renyah sekali…untaian penyemangat yang naik turun , senang liat pernyataan kemudian termenung kembali saat melihat yang di dalam kurung hahaha…

  3. tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada Ku. Inilah jalan hidup yang benar. Hidup adalah untuk mengabdi. menikah untuk mengabdi kepada Allah, bukan dengan cara yang boros dengan menghambur-hamburkan uang.

  4. semoga kepingan-kepingan tersebut tidak makin hancur berkeping-keping… 🙂
    matur nuwun inspirasinya mas bro..

  5. Subhanallah.

    Sudah sepatutnya kita bersyukur atas karunia Allah yang selalu menyisipkan kebahagiaan dalam setiap langkah kehidupan kita dan atas sosok Pak Yodhia yang senantiasa memberikan pencerahan agar kita dapat merenungkan arti kebahagian lebih dalam.

    Thanks a lot Sir.

  6. Percaya ga percaya, banyak masalah muncul karena keuangan, orang yang secara finansial sudah aman biasanya lebih bahagia, malah turut serta membahagiakan orang lain.

  7. Mas, yang libur dua hari dalam sepekan mungkin yang di Jakarta. Kami di Semarang tetap libur hanya satu hari tiap pekan. Namun tetap harus semangat.

  8. betul kata pak yodhia, tp yang tentang makan malam di sudut kota paris, untuk bbeberapa orang, atau mungkin seperti saya, tu belum jadi hal simple, karna ke parisnya saja, harus urus visa dulu, hehehehehe 🙂

Comments are closed.