Sang Motivator itu Mendapat Rp 5 Milyar dari Royalti Buku 7 Keajaiban Rezeki

Ada rute indah yang kini layak dikenang dalam perjalanan menuju ketenaran dan kemakmuran. Rute itu adalah sebagai berikut : tulislah buku motivasi bisnis dengan judul yang menggugah. Jika penjualan buku itu meledak, penulisnya bisa kaya raya.

Namun itu hanya awal perjalanan. Tahapan berikutnya tak kalah menggetarkan : setelah bukunya meledak, lalu perusahaan dan publik beramai-ramai rela membayar sang motivator itu Rp 30 juta untuk bicara hanya 4 jam. Hidup akan terasa mak nyus, jika dalam sebulan sang motivator itu dapat order bicara hingga 15 kali. Tak kalah dengan Ayu Ting Ting.

Mari kita coba telusuri perjalanan indah menjadi sang motivator yang laris manis tanjung kimpul.

Dalam bisnis motivasi and management public speaking, nama Ippho Santoso barangkali merupakan salah satu meteor yang melejit. Bukunya yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki terjual dengan angka yang sangat mencengangkan, satu juta eksemplar (!).

Belum pernah ada dalam sejarahnya, buku non fiksi (bukan novel) yang terjual sebanyak itu. Dari satu bukunya ia hanya dapat royalti 10% atau sekitar Rp 5000. Angka yang relatif sedikit sebenarnya. Namun jika bukunya terjual 1 juta, maka ya benar : ia dapat royalti Rp 5 milyar.

Tebal buku itu tak sampai 200 halaman. Namun judul dan gambar covernya memang sangat menggugah. Buku 7 Keajaiban Rezeki itu benar-benar membawa keajaiban rezeki senilai Rp 5 Milyar bagi penulisnya. Remarkable achievement.

Ippho Santoso sejatinya bukan yang pertama. Dulu kita kenal Ary Ginanjar Agustian yang melejit dengan bukunya yang laris berjudul ESQ. Buku ini juga terjual ratusan ribu copy.

Kita juga mengenal nama kondang Tung Desem Waringin yang melejit karena bukunya yang menjadi best seller, yakni Financial Revolution dan sekuelnya, Marketing Revolution.

Dalam ranah manajemen dan pemasaran, kita mengenal dua nama legendaris yakni : Rhenald Kasali dan Hermawan Kartjaya. Dua-duanya juga menggunakan rute yang sama : mereka terkenal setelah menerbitkan buku-buku manajemen dan pemasaran yang laris. (Rhenald terkenal dengan bukunya, antara lain Change).

Namun sejatinya, menulis buku best seller hanyalah langkah awal untuk membangun kemakmuran yang lebih melimpah.

Buku motivasi dan bisnis itu lebih sekedar sebagai “marketing tool” untuk menobatkan sang penulis sebagai public speaker yang andal dan layak dibayar mahal.

Setelah buku ESQ laris (di masa jayanya dulu), Ary bisa menyelenggarakan training ESQ tiga hari dengan biaya Rp 3 juta. Dan yang ikut selalu sekitar 1000 orang. Mendapat Rp 3 milyar dari 3 hari memberi training adalah rezeki yang layak disyukuri. Maka ia bisa membangun Gedung ESQ 30 lantai yang megah di daerah Simatupang (dengan simbol ALLAH tertulis di ujung menara).

Ippho Santoso, Tung Desem, Rhenald Kasali atau juga Bong Chandra melakukan rute yang sama. Setelah bukunya laris, mereka laris juga dipanggil sebagai public speaker. Dengan tarif sekitar Rp 30 juta per 4 jam.

Maka, bisnis pengetahuan manajemen dan bisnis motivasi sesungguhnya adalah bisnis yang sangat profitabel. Knowledge-based business, sebutan kerennya. Dodolan abab, nama lainnya.

Apakah langkah para begawan manajemen dan motivator itu bisa ditiru? Sangat bisa. Jika Anda merasa punya bakat untuk jadi pembicara atau trainer, atau yang suka omong di depan orang; maka perjalanan menjadi top public speaker bisa dirintis.

Pertama, ya menulis buku dulu, bisa dengan topik manajemen atau topik motivasi yang terus digandrungi. Tak bisa menulis buku? Jangan kuatir. Kini banyak kursus cara menulis buku. Anda bisa mengambil kursus itu agar bisa meracik kalimat demi kalimat dengan renyah dan mak nyus (seperti dalam tulisan-tulisan di blog ini misalnya).

Lalu luncurkan buku Anda dengan judul yang menggugah. Misal : 17 Misteri Rezeki yang Akan Mengubah Hidup Anda Selamanya (dan tak akan pernah terungkap hingga akhir jaman) 🙁

Tak perlu mematok target laku 1 juta eksemplar. Di tanah air, sebuah buku yang laku 3000 eksemplar saja sudah dianggap best seller. Kalau buku yang Anda tulis bisa laku 5000 eksemplar saja, nama Anda pasti akan langsung dikenal publik. Dan saat itulah, undangan untuk “dodolan abab” mungkin mulai berdatangan.

Selain memiliki blog yang terkenal, menerbitkan buku bisnis/motivasi yang berpeluang menjadi best seller, adalah langkah yang paling efektif untuk mendapatkan klien/pelanggan bagi jasa public speaking yang kita tawarkan.

Mungkin kini saatnya, Anda tidak lagi sekedar menjadi obyek sang motivator. Yang terus menerus dijejali kalimat bijak a la Mario Teguh. Kini waktunya Anda juga menjadi Sang Motivator Legendaris di Indonesia.

Syukur kelak Anda juga bisa dapat royalti senilai Rp 5 milyar. Anda langsung bisa mengajak tetangga sekampung naik haji bareng-bareng. Why Not? Impossible is Nothing.

Selamat berjuang, Sang Motivator Masa Depan !!

Related Post

Menguak Rahasia 7 Keajaiban Rezeki Merengkuh rezeki yang melimpah dan barokah dari Sang Maha Pemberi Rezeki niscaya menjadi salah satu impian dan doa yang terus menerus dilantunkan. Dal...
10 Buku Motivasi dan Bisnis Terbaik yang akan Membuat Anda Terkesima Membaca buku-buku berkualitas tak pelak merupakan salah satu koentji untuk membangun sebuah peradaban bisnis yang gemilang. Figur-figur pebisnis vi...
Membongkar Kesalahan Motivator dalam Cara Berpikir Positif Mantra tentang positive thinking mungkin tetap merupakan sebuah prinsip yang penting. Hampir semua motivator selalu menyerukan kalimat-kalimat bijak n...
38 comments on “Sang Motivator itu Mendapat Rp 5 Milyar dari Royalti Buku 7 Keajaiban Rezeki
  1. contoh sukses dodolan abab yang lain adalah para comics / komika. Cukup bermodal mic kita sudah bisa dapat uang jutaan sekali tampil.

    Contoh yang nyata adalah pandji, ketika dia bisa menyeleggarakan tur ke beberapa kota besar dan pada akhirnya menjual tur itu dalam bentuk dvd.

    Sebenarnya bisnis abab sudah ada sejak zaman dahulu, contohnya adalah dukun (adu rukun)

  2. Namanya juga rejeki, masing2 punya jatahnya. Banyak orang2 terinspirasi dan jadi semakin trengginas berusaha. Tapi makin lama semakin jenuh…jurusnya sama,hehehe…

  3. Waah gitu ya, ternyata laris manis tooh…Saya pernah baca buku ini tanpa sengaja (waktu service motor diruang tunggu, isinya emang bagus, tidak heran jika best seller, ada hal2 yang dicontohkannya yang diluar kebiasaan umumnya (dalam meraih rejeki.) Wajib dibaca …!!!

    Note : om yod…tidak kasih link nya untuk dibaca yang lain…? thanks

  4. Bisnis cuap cuap emang keren ya pak.

    saya juga senang dgn tulisan Hermawan Kartjaya

    tapi sekarang, kayaknya tulisan mas Hermawan Kartjaya banyak gratisnya ya pak. sekarang udah bisa di baca gratis lewat google.

    saya senang tulisan mas hermawan. keren keren dan menggugat.

  5. hm.. memang buku ini bisa memberi semangat.. dimana si pembeli buku percaya dan membelinya, membaca dengan penuh kepercayaan.. voila… terjadilah apa yang dibaca ..

  6. Kalimat yang sungguh saya suka….bisa menngajak tentangga sekampung naik haji bareng-bareng..,he,he,,he benar Mas Impossible is nothing.

  7. Saya setuju Bung Yod, bisnis motivator awalnya dengan menulis buku akan menjadikan kita berwawasan luas dan pintar cuappp …cuap dan berpenghasilan yang luaaaaaaar biasa nilainya.
    Siiipppppp atas masukannya.

  8. tentunya untuk sampai ke titik pemikiran yang dapat memotivasi orang banyak, membutuhkan proses yang cukup berat. Karya-karya besar banyak berasal dari situasi yang tidak menyenangkan, bukan sebaliknya.

  9. Menarik mas Yod. 🙂
    Selanjutny, ujiannya bukan hanya saat kaya, tapi pada konsistensi antara kata dan laku. Walk the talk. Seninya di situ. Itu!

  10. Hangga (18) : jualan ebook kalau isinya bagus dan tau cara promosi, akan laku juga. Bahkan 100% royalti masuk ke kita; karena langsung kita terbitkan sendiri via blog.

    Ebook kebun emas harganya 200 ribu; dan katanya laku hingga 5 ribu eksemplar. Dijual via website saja.

  11. intinya sesuatu yang berbentuk jasa pasti keuntungannya jauh lebih banyak karena keluar modal relatif lebih sedikit dibanding berdagang konvensional yang memerlukan modal relatif banyak (kata2 yang diucapkan oleh teman saya seorang tukang sol sepatu keliling).
    Tidak heran kalau “dodolan abab” bisa menjadi trend bisnis yang sangat menjanjikan

  12. Tolok ukur sukses profesi penulis, pengarang, atau blogger, adalah menjadi motivator dengan kalimat magisnya, dan semoga ada yang mampu melewati keabadian kalimat magis buku Sotasoma, yakni “Bhineka Tunggal Ika” dari Mpu Tantular.

  13. Saya baca artikel ini sambil senyum- senyum sendiri sambil nunggu giliran di panggil ibu teller, kebayang yg tadinya tukang hadir di acara seminar motivasi jadi ahli motivasiin orang, mudah2an aja ke kabul amiin

  14. Mas Yod, saya seorang praktisi bisnis yang sudah malang melintang didunia bisnis logistik dan angkutan barang/massal.

    Diusia saya yg ke-45 saya ingin meniti karir sebagai penulis buku manajemen. Saat ini saya punya satu buku yang sudah rampung saya tulis mengenai “How the way of Managing Concrete Trucks”.

    Dan segera mulai menulis yang kedua dan ketiga mengenai subject “ow the way to create a good driver” dan Hunting of Cost Reduction.

    Mohon dibantu untuk kerjasama pemasarannya Mas Yod.

    Thanks sebelumnya.

  15. Boleh saja kita mengikuti dan melaksankan apa kata para tukang “dodolan abab”, tapi yang terpenting mintalah segala kebutuhan kita hanya kepada Allah SWT dan bersandarlah hanya kepada-Nya.

  16. Berbicara mengenai royalty memang selalu menarik dari berbagai sisi. Ada yang sudah merasa berubah, termotivasi, dengan membaca buku tersebut ?

Comments are closed.