Telkom dan IndiHome : Raksasa Digital yang Kehilangan Arah dan Kebingungan

old-phone reDitengah gemuruh revolusi digital yang terus melaju, Telkom Indonesia seperti raksasa yang limbung dan berjalan terhuyung-huyung.

Setelah layanan tv kabel Telkomvision-nya dijual ke Trans Group, lalu Flexy-nya lenyap (yang hingga kini belum juga tuntas mengurus migrasinya seluruh pelanggannya), kini Telkom juga akhirnya memutuskan untuk “membunuh” brand Speedy.

Kisah muram seperti itu mungkin wajah dari kegagalan beradaptasi dengan revolusi bisnis digital yang berubah dengan cepat. Kisah Telkom barangkali juga memberikan pelajaran krusial tentang change management.

Beruntung beberapa tahun silam, Telkom mendirikan anak perusahaan bernama Telkomsel. Sebagai informasi, jumlah karyawan Telkomsel hanya sekitar 20% jumlah karyawan Telkom, namun memberikan sumbangan profit hingga lebih dari 90% total profit Telkom. Gap produktivitas yang terasa begitu kelam.

Kalau saja tidak punya saham di Telkomsel, mungkin induk perusahaan Telkom sebaiknya diberikan tempat yang lebih layak : di museum.

Selain kegagalan Telkomvision dan Flexy, Telkom dulu juga pernah merilis usaha e-commerce bernama Plasa.com, namun juga gagal total.

Kini mereka mau mengulangi lagi dengan mendirikan Blanja.com (sebuah online marketplace). Namun gaungnya tidak kedengaran, jauh dibawah gema Tokopedia dan Bukalapak.com (dua start up ini hanya didirikan beberapa gelintir orang, bandingkan dengan ribuan pegawai Telkom).

Kini mereka merilis sebuah ambisi besar, dengan melaunch IndiHome – paket triple play, maksudnya gabungan internet kecepatan tinggi dengan fiber optic (hingga 100 Mbps), layanan TV kabel, dan layanan telpon tetap (btw, siapa yang sekarang masih pake telpon rumah?).

Manajemen Telkom memutuskan untuk “membunuh” brand Speedy, dan menggantikannya dengan IndiHome. Targetnya : jutaan rumah tangga di Indonesia mau berlangganan IndiHome.

Namun pengalaman personal saya saat mau mendaftar IndiHome menunjukkan sejumlah persoalan serius tentang “managing business”.

Pertama, web Indihome baru saja dirilis, dan tidak ada informasi harga didalamnya. Aneh, info sepenting ini tidak muncul di web mereka.

Digital marketing strategy IndiHome juga relatif buruk. Kampanye terpadu dalam semua kanal digital (mulai dari Twitter, Facebook, Youtube, hingga Mobile Friendly Web) nyaris tidak terlihat. Padahal segmen konsumen yang merek bidik mangkalnya di social media channel tersebut.

Problem kedua yang saya temui : saat mau register, visitor malah dibuang ke web telkomShop yang TIDAK mobile friendly. Ajaib perusahaan sekelas Telkom, membuat web yang mobile friendly saja tidak sanggup. Sudah tidak mobile friendly, ribet lagi. Muter-muter.

Saat mau pasang IndiHome, dibilang tarifnya 299 ribu per bulan untuk akses internet kecepatan 10 MBps plus gratis langganan TV kabel. Harga yang menarik, sebab ini harga promosi (harga normalnya 450 ribu. Kalau harga normal menjadi kurang menarik).

Namun ketika akhirnya mau membayar, petugas penagihan bilang bayarnya tetap Rp 450 ribu/bulan, tidak ada harga promosi. Mereka bilang tidak ada komunikasi dengan bagian marketing.

Oalah, mas, mas, sampeyan cocoknya jualan batu akik saja mas. Bukan jualan layanan digital broadband.

Dan kini setelah beberapa bulan langganan Indihome, koneksinya kadang PUTUS dan LAMBAT (jauh dibawah kecepatan 10 MB, tapi mungkin hanya 512 KB per second).

Dan jika trouble, telpon 147 hanya dijawab ditunggu ya mas. Namun sampai 9 kali nelpon jawaban tetap sama. Untung punya no HP teknisi dari tenaga outsourcing; jadi bisa langsung call teknisi dan kasih uang tips. Kalau pake teknisi resmi 147, bisa dua bulan baru datang 🙁 🙁

Karena itu, bagi yang mau langganan Indihome harus pikir ulang sebelum menyesal di kemudian hari.

Apa pelajaran dari kegagalan demi kegagalan dan layanan yang relatif buruk tersebut?

Telkom mungkin menderita sindrom Big BUMN Company (sama seperti BUMN lain yang berada pada industri yang kurang kompetitif, seperti PLN, KAI, Jasa Marga atau Angkasa Pura).

Sindrom itu adalah : lamban, kurang lincah, tidak kreatif, terlalu birokratis dan acap koordinasi internal antar divisinya buruk. Kerjasama dengan pihak outsourcing yang menyediakan layanan penyambungan relatif buruk.

Mungkin itu juga karena mayoritas manajer senior di Telkom rata-rata sudah berusia diatas 45 tahun (tua banget dalam ukuran industri digital yang dinamis). Sama seperti Sony – yang didominasi karyawan tua – maka iklim kreativitas yang segar pelan-pelan surut, dan lamban bergerak.

Kalau saja, seluruh posisi kunci Telkom dipegang oleh anak muda usia 25-an tahun yang kreatif dan paham benar dengan dunia digital, barangkali nasib mereka akan menjadi lebih baik. Namun tentu saja ini hanya angan-angan belaka.

INNOVATE OR DIE.

Photo credit by : Toronto

Related Post

5 Digital Megatrends yang akan Mengubah Kehidupan Digital Kita Welcome to digital life. Everyone is invited. Begitu bunyi slogan yang pernah kita dengar. Faktanya, medium digital (dengan segala pernik gadgetnya) t...
Uang Saya di Paypal (Nyaris) di Curi oleh Maling-maling Digital Sebagai online business player, selama ini saya mengandalkan layanan Paypal untuk menerima pembayaran dari pembeli (terutama pembeli dari manca negara...
The Rise of Digital Generation, Digital Lifestyle and Digital Learning Welcome to Digital World. Everyone is Invited. Begitu mungkin banner yang mesti dikibarkan saat ini – saat dunia terus bergerak ke arah digitalisasi. ...
376 comments on “Telkom dan IndiHome : Raksasa Digital yang Kehilangan Arah dan Kebingungan
  1. haha.. telkom oh telkom, produk2 sampinganny berguguran bak bunga diterpa badai. menyisakan palang2 brand ny yg kusam seperti delima, Telkomvision, dll.

    Brand Speedy sbrnarny sdh cakep bgt, skrg pun msh pke speedy meski model prabayar dg instalasi + modem gratis.

    Konsep bisnis telkom sbnrnya cakep, syg menang gaungnya doank, tp pelayanan, konsistensi, stabilitas kenyamanan produk dan kepuasaan konsumen dianggap selingan.

    mungkin mentang2 Prusahaan plat merah top yg gak mungkin bangkrut kro rugi, mestinya dikasih target serius nih BUMN.

    Last, amat sngt disyngkan klo Speedy dimatikan diganti indihome ,yg statusnya masih abstrak. Jngn sampe telkom memegang lonceng kematianny trus dijual ke asing, wah gak nasionalis bgt. Plis Mentri BUMN, #Savetelkom & bntu trima lamaran sy jd pegawai telkom.

    • baru saja saya memesan paket Indihome, dan browsing tentang indihome, menu artikel ini, wah jadi meragu saya 😀

      tapi infonya sangat bagus, sangat berguna, dan ini yang saya cari cari 😀 thanks.

      Padahal saya berharap banyak dengan si IndoHome, semoga saja saya jadi pasangnya dan selesai tanpa masalah lagi 😀

      • Waduh sama saya juga daftar Indhome (Internet 5Mbps + Gratis 1000 menit lokal dan interlokal + UseeTV All Channel + UseeTV All Channel) dengan *Harga promo berlaku selama 12 bulan, setelah promo berakhir harga normal Rp. 465.000. Bagaimana kalau langsung Rp 465.000/bulan. Harga promo Rp 165.000/bulan.

        • Baca baik2 promo nya bro … 10 Mbps itu tidak murni, tertulis UPTO, artinya kualitas nya <= 10 Mbps.

          Untuk FO hal tsb sgt tidak masuk akal. Harus seperti povider lain yang berani memberikan jaminam minimal kecepatan.

          Misal 10 Mbps dengan jaminan drop 10% jadi user bisa menikmati 9-10 Mbps. kalo UPTO 10 Mbps maka anda terima cuma 0.5 Mbps mau protes apa?

          Makanya baca baik2 promo telkom 🙂

          • hemmmm Kantor Ane Langganan produk Telkom Berbasis FO 10Mbps 1:1 jaminan Kualitas No 1. ditelkom… Dengan Tarif 25Jt/Bulan..

            jadi jangan Harap degan Uang Kurang dari 1jt dapet Jaminan Kualitas No 1.

          • selain itu, di iklan semua provider hampir PASTI yang dituliskan itu ukuran bit. Sedangkan yang kita gunakan itu byte, 1byte = 8 bit. jadi 10Mbps normalnya mendapatkan 1,3-1,1 MBps.

        • saya juga berlangganan indihome karena diberitahu dari marketingnya ada upgrade

          dan setelah upgrade harganya hanya tambah 30 ribu dari harga paket internet saya

          plus telpon dan tv kabel.

          Tapi setelah baca artikel ini mungkin saya juga ragu, paket saya jd sekitar 280 ribu dan total dengan telepon jadi 400 ribu

    • jadi internet speedy tidak ada lagi, dan kalau mau upgrade mau tidak mau pilihannya hanya indi home, gitu??

      Saya pengguna speedy..

      Sejak awal pemasangan hingga setengah tahun lebih kudu nongkrong lama di CS agar dapat merubah total biaya yg harus dibayar.

      Tidak hanya itu, beberapa kali saya telpon dan bertemu CS u/ keluhan errornya wifi selalu mengatakan “3*24jam”..Behh..

      Padahal yg saya butuhkan no.telpon teknisinya agar dapat ditangani langsung, tapi tidak pernah diberikan.

      Kontak teknisi telkom pun akhirnya saya dapat dari teman..

  2. Semoga tulisan bermanfat di blog ini dibaca para petinggi Telkom.

    Terlihat jelas Telkom sedang shock melihat revolusi digital yang terus bergulir yang menyadarkan ketertinggalan yang membangunkan tidur panjang.

    Telepon rumah seperti produk disket yang terus dipertahankan, padahal Flasdisk, Dropbox, google drive, sudah membahana.

    IndiHome hanyalah gerak latah tanpa perencanaan & SDM yang jelas akibat kegugupan melihat ketertinggalan dari para pesaing.

    Blanja.com seperti kalau orang jawa bilang “grubyuk sapen” alias ikut-ikutan tanpa di iringi filosofi inovasi yang jelas.

    “Berubah (inovasi) atau mati”

    • Justru sejak dipimpin oleh arief yahya Telkom jadi hancur.

      Program tidak focus, cuma mengejar nama baik yg namanya “maha karya”.

      Menghambur hamburkan uang hanya untuk urusan hiburan pada saat rapat.

      Laporannya selalu untung tapi saat keuntungan menjadi hak karyawan dalam bentuk jasa produksi uangnya tidak ada, hingga harus pinjam dari bank.

      Saat ini direksi yang baru harus melakukan recovery dengan produk2 unggulan yang diharapkan memberi keuntungan yang real tidak boongan.

    • Apa benar pak Arif Yahya hanya menggembor-gemborkan bukunya saja?

      menurut saya Telkom punya beberapa anak perusahaan lainnya yang masih moncer tapi tidak diulas oleh penulis(sy bukan org tlkm).

    • Telkom itu adalah perusahaan yang memang hanya besar karena telkomsel..anak perusahaan telkom lainnya pun sangat mengagungkan telkomsel.

      Karyawan baru telkom pun memang banyak yang merupakan anak2 para pejabat telkom, yang memang dititipkan..

      walaupun perekrutan telah dilakukan dengan sangat transparan..tapi masih banyak yang menitipkan anak2 mereka untuj bekerja di telkom juga..

      terkadang ada yg berkompeten , namun tak jarang juga yg gak bisa apa2

      Bahkan di anak perusahaan telkom seperti telin , mitratel, mantan bos besar telkom arief yahya menitipkan keponakannya untuk bekerja disitu, dengan kisah melamar dengan cara yang sama dengan pelamar lain ..namun diprioritaskan.

      Di telkom metra ..pun , mantan dir hcga telkom, menitipkan anaknya

      Belum lagi bos2 kecil dan raja2 kecil telkom yang memasukkan anak2 mereka untuk bekerja di telkom dan anak perusahaan telkom

      Itu sudah menjadi rahasia umum

      Karena bapak2 dan ibu2 mereka tahu benar betapa mewah dan nyamannya kerja di telkom atau anak perusahaannya tanpa harus bekerja keras

      mereka akan menikmati fasilitas yang negara berikan kepada telkom

      setiap 3 bulan sekali ada bonus..ada uang cuti..uang jasprod..uang anak sekolah..uang bantuan perumahan..disamping gaji mereka..

      Mewah bukan?

      Makanya berbondong2lah mereka memasukan anak2 mereka untuk bekerja ditelkom minimal anak perusahaanya

      Padahal kompetennya NOL besar

      Belum lagi party yang acapkali dibuat telkom beserta anak perusahaannya yang menggunakan uang negara

      Bahkan sampai ultah pribadi pun..pakai uang negara

      Kalau telkom dan anak perushnya tidak berubah

      Maka habislah mereka

      • Setuju sekali dengan bp. ini.

        Orang orang yg duduk di telkom… sudah terlalu manja dengan gaji buta mereka.

        System sudah berubah, Ga. tau kerjaan sendiri, ga. sadar kalo pusat nya teknologi negri ini ada di telkom.

        saya yakin perusahaan telkom ini. lambat laun akan ada pemain asing yang akan menggeser nya.

        karena petingi disini keliatan ga tau cara pemanfaatan teknologi di negri ini.

      • benar tuh bang, didaerah saya juga gitu. 90% karayawan TA (Telkom Access) adalah anak, keponakan, saudara, teman para pejabat dinas telkom.

        Gaji tinggi, fasilitas lengkap… enak bro jadi anaknya pejabat telkom.

        Sudah nepotisme pelayanan amburadul, mau dibawa kemana TELKOM….

  3. senang sekali saya bisa menjadi komentator ketiga disini… hehee… biasanya saat berkunjung di strategi manajemen ini sudah penuh dengan komen2 para master…

    dapat hikmah bangun pagi nih, sebagai bahan renungan bahwa sesuatu yang ada di dunia tidak ada yang kekal dan abadi. Karena ke”abadi”an hanya milikNya…

    Nice Sharingnya mas yodhia….

    thanks

  4. Mungkin yang bikin web-nya programer “kacangan” pak..yg ga tau sisi flexibility, (apalagi si programer adl karyawan mereka sendiri) itu sangat berhubungan dgn bagaimana kondisi mereka didalam, nyaman atau tidak, sejahtera atau tidak — seperti pengalaman saya.

    atau mungkin jg si Atasanya yg ga paham apa yg mereka mau,bisanya “pasrah bongkokan”

    • Kendala programmer kacangan sebenernya sepersekian persen kecil, karena notabene ecommerce sekarang sudah pakai framework pak

      ini balik lagi ke analis dan project managernya, bagaimana menerapkan UI (user interface) UX (user experience) yang memang diluar kerjaan si progemer

      programer hanya tak tik tuk saja lengkapin framework lalu customize code.

  5. Pantesan agak meragu sama indihome… di telp berkali2 ke rumah sama bag marketing nya, alasan nya karena pelanggan pilihan, daftar nya hanya lewat telp klo daftar di cabang ga bisa..

    Akhirnya karena bosan di telp terus, setuju ikut program indihome…

    tapi sampai detik ini ga ada petugas yg datang ke rumah.. heuheuheu….

    • Pengalaman saya persis sama. Petugas yg membuat janji 3 hari berturut2 mengkonfirmasi kedatangan petugas yg akan install Indihome. Tapi di hari H-nya petugasnya nggak nongol dan nggak ada kabar hingga kini.

  6. Udah mulai curiga sih sama indiehome ini. Buka-buka web nya tapi bener bener ga ada informasi harganya sampai datang tulisan kang yodha dalam hati langsung bergumam …pantessssssss

    • Belum tentu juga mindsetnya “pasti bakal gagal” begitu, yang mungkin terjadi malah para startup merasa dimanja karena sudah “diasuh” telkom karena itu (mungkin) malah nggak all out.

  7. kalau nominal harga tidak dipasang di web resmi itu bukankah bagian dari penipuan terhadap konsumen mas?
    harusnya hal tersebut bisa di tuntut oleh YLKI kan mas? karena hak – hak konsumen tidak terpenuhi…

  8. renungan pagi yang menarik….raksasa telpon yang gagal membuat telpon. mengenaskan banget rasanya. Telkom suda kehilangan tajinya.

  9. plat merah mn sich yg kinclong…bisa dihitung ama jari..kl udah nyangkut namanya jasa..pasti keok…hrsnya pgwainya dksh target kek di swasta…..gak bs menuhi trget..ksih pesangon..

  10. Fix, telkom melanggar UU 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen

    BAB III HAK DAN KEWAJIBAN

    Pasal 4
    Hak konsumen adalah :

    c. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
    f. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
    g. hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
    h. hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

    Pasal 7
    Kewajiban pelaku usaha adalah :

    a. beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;
    b. memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;

    c. memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
    d. menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;

  11. Hihihi. Kayanya ni tulisan bakal booming lagi deh. Dari judulnya udah cetar menahan badai jeder jeder, yang bikin cetar karena berani sebut merk, sesuatu yang masih tabu di Indonesia, seperti tulisan jatuhnya sony kemaren. Begitu ga bang Yod? 🙂

  12. …lamban, kurang lincah, tidak kreatif, terlalu birokratis dan acap koordinasi internal antar divisinya buruk,…ditambah satu lagi, kalau untung pasti bagi2 benefitnya kenceng,…klo rugi, ya subsidi…

    • Ane tambahin bos.

      kalo jualan maunya muahaaaalllll(batasannya langit), untuk kualitas nomer 1000, kalo ada masalah main lempar2an.

      mungkin dulu pegawai2 yang ada skrg itu mungut random dijalan ya’? wakakaakak…

      kasihan tapi sulit ditolong. dan anehnya masih profit dan bisa bertahan.

      itulah mysteri BUMN di Indonesia. mohon kurangi arogansi dan mulai lah customer satisfaction, toh yang bakal menikmati mereka2 juga(gaji naik,jaminan gede)nantinya.

      sama2 enak laaa…..

      yang penting mereka harus sadar bahwa kerja itu Ibadah dan jabatan itu amanah.

  13. Yea… telkom jg sering menaikan tarif dasar telpon rumah secara sepihak smpe 3x lipat ( pdhl g prnh dipake ).
    Ni d rmh saya dh d suruh dicabut, tp g dicabut2 kabel telp rumahnya… pdhl sengaja g bayar biar dicabut aja.

    Mgkn saran dr org amatiran sprt sy adl Telkom supaya belajar dr perusahaan2 yg tetep eksis meski sdh berumur 40th.
    Sy sarankan buku :
    The Three Rules –How The Exceptional Companies Think–

    Telkomsel adl produk yg hebat… yg memenuhi 3 hukum perusahaan hebat.
    Sy yakin Telkomsel akan bertahan d atas hingga 40th kedepan.
    Sy harap Telkom bs membuat produk2 lain se-kokoh Telkomsel.
    Teruslah berinvestasi pd R&D.

    Sy mendukung telkom supaya terus berkembang mjd lbh baik… dr lubuk hati sy yg paling dalam.

  14. Saya pernah berlangganan Speedy, dan kebetulan saya memang sudah berlangganan telpon fixed line.

    Suatu saat saya ditawari oleh Telkom untuk berlangganan produk bundling Speedy dan fixed line tapi dengan tarif bulanan jauh lebih mahal dari yang biasa saya bayar untuk total keduanya, sayapun menolak.

    Beberapa bulan berikutnya tagihan saya melonjak, ternyata ada kebijakan bahwa Speedy saya dimigrasi secara otomatis menjadi bundling Speedy dan fixed line tanpa harus mendapat persetujuan saya.

    Lalu saya masih ingat pepetah “Pelanggan adalah Raja”, maka stop berlangganan Speedy selamanya.

    Semoga hal ini tidak terulang kepada pelanggan lain.
    (Jadi curcol deh 🙂

    • Ditempat saya tidak pak. Saya masih pake speedy paket 512 kbps walaupun sudah bertahun-tahun, tarif speedy 130rb-an yang tagihannya selalu saya cek di my.telkom.co.id

  15. Speedy oh speedy…. daftar no telepon rumah saja ga ditanggapi oleh Petugas telkom. Katanya hrs tunggu 3 bulan krn kabel serat fiber yg belum tersedia. Suatu alasan yg tidak masuk akal di tengah persaingan yg sudah memuncak.

    Petugas datang hanya catat2 tetapi ga ada follow up. Akhirnya saya menyerah dan meninggalkan keinginan utk berlangganan speedy maupun landline telpon rumah….

    Suatu pengalaman pribadi yg pahit dan kalau dipikir pikir untung sekali tidak jadi pasang speedy. Daripada dibuat bulan2 an servis jelek mereka setelah terapsang.

    Halo…. apa yg kau lakukan selama ini mr speedy. Mending namanya diganti dgn mr slowly….

  16. Telkom mengalami Sindrom Big BUMN Company..? Oaaalaa…, gimana bisa perusahaan besar mempunayi kinerja buruk ?

    lamban, kurang lincah, tidak kreatif, terlalu birokratis dan acap koordinasi internal antar divisinya buruk.

    Either you change or you die. Tanpa perombakan besar-besaran dalam cara mereka memasarkan IndiHome, Telkom bisa benar-benar terkubur pingsan dalam kesunyian.

  17. di rumah tiba-tiba di pasang alat oleh PT Telkom.
    efeknya, kalau lampu mati telpon ikut mati. Jadi bagaimana mau melapor ke PLN? Kalau dulu, telpon tidak ikut mati jadi bisa lapor ke PLN.

    Paket internetnya.. aduhai… jauh lebih mahal ketimbang FM

  18. mungkin sebaikanya di tawarin saja, training nya mas Yodh saja, biar telkom sembuh..

    lha ya ko bisa punya punya sumber daya orang, sumber daya pasar, dan modal, tapi tetep salah

    jangan sampai kaya kantor pos, yang hampir habis tergilas jne/tiki/dll

    • saya kok malah ngeliatnya berkebalikan ya ?

      telkom mestinya berkaca pada kantor pos.

      emang sih, untuk fungsi utamanya (sepertinya) akan tergilas sama jne/tiki/dll…

      tapi lihatlah sekarang kantor pos fiture-nya banyak banget.

      kek henpon lokal saja… xixixi..

      • mungkin agak di ralat ya om, bukan tergilas, yang lebih tepat adalah berbagi.

        karena saya sebagai pelanggan setia kantorpos cukup takjub juga dengan layanan tambahan ( selain ekspedisi ) yang diberikan

        dengan tidak lagi di anak-emaskan dan tidak ber-pangku-tangan kepada pemerintah, saya lihat kantorpos sangat berubah, gak seperti plat merah lainnya

  19. telkom emang pelayananny cacat prah..

    pasang speedy sudah bayar lengkap, wktu pasang msh kena biaya kabel+seting mencapai 400rbu

    gak ada nota…. dibuat permainan sma pegawainya

  20. Betul sekali mas Yodh & Mas-mas semua.
    Sya pernah berlangganan speedy.
    Banyak kejadian menjengkelkan.
    Menurut saya sih, not recommendedlah.

    Saya setuju bgt. Inovasi adalah nyawanya bisnis. Bisnis tanpa inovasi sama dengan cari mati.

  21. nice artikel mas yodh. ditelkom memang perlu meningkatkan pre n aftersales servicenya.

    saya yakin orang2 pinter seperti mas yodh banyak di telkom kok, cuma yg kurang konsistensi n semangat untuk merubah

  22. Sebagai kompetitor kami telah banyak mengakuisisi pelanggan speedol, kebetulan saya bekerja di salah satu perusahaan penyedia internet berbasis broadband (4G).

    Dan alasan mereka (pelanggan) beralih adalah penanganan complain yang lambat bisa berminggu-minggu.

    Serta spidol tidak bisa memenuhi permintaan pemasangan baru karena alasannya linenya sudah penuh.

  23. ada rumor yang berkembang bahwa TELKOM,PLN, Pertamina adalah perusahaan keluarga…yang perekrutan karyawannyan mengutamakan keluarga para para eksekutifnya…?

    • Mohon klarifikasi, sumbernya darimana ya mengatakan perekrutannya sistem keluarga?
      Sekarang perektrutan BUMN sudah menggunakan pihak ketiga yg independen, utk meminimalisir sistem titipan.

  24. Tenang tenang, tenang semuanya. Mungkin memang dia memilih itu, buat ancang ancang ke depan (positive thingking)….
    Atau kita sedang menyaksikan sesuatu yang menyedihkan , jika tidak ada yang mau peduli. Ampun bro….

  25. Biasanya saya hanya baca artikelnya Mas Yod. Sekarang saya tergelitik untuk komen.

    Saya sedikit tahu tentang migrasi Speedy ke Indihome.

    Sebenernya di Telkom banyak anak2 muda yang berenergi, tapi entah kenapa jiwa muda mereka tidak “muncul” mungkin terlena dengan buaian “perusahaan raksasa”.

    Saya akui, mereka tidak suka bekerja diluar joc desc mereka, bahkan cuma sekedar nanya saja mereka enggan menjelaskan. Dan mereka akan langsung bilang bahwa itu bukan pekerjaan mereka.

    Ganti brand mungkin mereka anggap seperti switch on/off. Tidak ada koordinasi yang jelas, koordinasi antar divisi mereka sangat payah. Senioritas disana sangat kental, terobosan baru bila mentok senioritas jangan harap akan gol. Dan brand indihome akan dikelola oleh salah satu anak perusahaan mereka.

  26. TELKOM sebetulnya perusahaan yg potensial, karyawannya juga ok, masalahnya sebagai BUMN, jajaran direksinya diisi dengan orang-orang yg dipilih oleh penguasa negeri ini, dg berbagai kepentingan politik, partai dsb, akhirnya TELKOM hanya jadi sapi perah saja tanpa visi dan arah yg jelas

  27. Sistem piramida pada perusahaannya masih kental sepertinya. Mirip kebanyakan perusahaan jepang, yang senioritas dan birokrasinya juga agak ribet.

    karena gede perusahaannya jadi mau melakukan manuver juga agak kurang lincah.

    untuk indihome sendiri padahal mereka sudah punya produk yang bagus untuk kalangan menengah keatas, yaitu usmarthome (pengendali peralatan eletronik rumah dengan gadget).

    Tapi kurang konsisten memasarkannya, malah produk bundling laen yang di boomingkan, after servicenya juga parah, kalah sama profesionalitas tukang servis AC.

    untuk blanja.com sekuritinya lebih parah dari elevenia, tak tik tuk di masalah payment sama konfigurasi pengguna, anda bisa bayar hanya 10% atau free, dan barang bisa langsung terkirim ke rumah..

    ckckckc..

  28. Terkadang pelayanan internet speedy juga tidak sesuai dengan tarif, sering putus koneksi. Semoga kedepanya bisa direnungkan dan diperbaiki lagi pelayananya. Supaya konsumen tetap betah bertahan pada perusahaan plat merah ini.

  29. Perubahan itu harus….kalo ingin maju…..setuju.semoga tulisan ini, mnj pemicu bagi Telkom utk mau berubah….lebih konsisten dan inovativ,amiiin

  30. tulisan kek gini ini yg harusnya dibaca para pemimpin Telkom.

    Mau gak mau Telkom harus berani berinovasi atau kalau tidak bakal mati suri.

  31. Mudah-mudahan ke depannya akan lebih baik, karena bagaimana pun juga dia adalah salah satu aset negeri ini.

    Di Telkom, terutama di angkatan mudah-nya banyak bercokol talenta hebat, hanya saja saat ini masih ter-bonsai dengan sistem.

  32. Kalau ngomongin Telkom dan Produknya ya memang seperti itu.

    sudah sejak dulu dan sampai sekarang memang belum berubah sama sekali hanya sebuah aksi untuk tipu2 aja.

    kalau ada line atau akses ke orang dalam ya mudah urusannya dan bisa dapetin harga yg super murah, kalau gak ada line atau akses ke orang dalam ya pasti dapet harga yg super mahal dan jika komplain super ribet dan super lama.

    sudah bukan rahasia umum lagi lah low tuk masalah telkom ini.

  33. PT TELKOM saat ini harus RECOVERY( nyebokin) pasca ditinggalkan si PERUSAK, GILA HORMAT arief yahya yg sudah menghancurleburkan Telkom.

    Saat ini Direksi harus komit dan fokuspada bisnis yg menguntungkan dengan keuntungan yg REAL bukan boongan ( hanya untuk menyelamatkan SAHAM).

    Direksi saat ini melakukan tight money pada program kerja yg tidak penting, yg masa arief yahya justru penghamburan uangnya luar biasa pada setiap rapat.

    Arief yahya lah yg melakukan penjualan anak perusahaan yg untung,(Telkom vision, Mitratel).

    Telkom kehabisan uang untuk membayar Jasa Produksi karyawan, bahkan uang kas peninggalan direksi sebelumya (rinaldy firmansyah) juga HABIS, sehingga harus pinjam bank ( info saat demo SEKAR TELKOM), padahal laporannya membukukan keuntungan 7,411 trilyun pada semester 1 th 2014.

    Saat ini seluruh karyawan Telkom melakukan dukungan penuh terhadap kebijakan Direksi TELKOM untuk INDIHOME, dan saat ini tertanggal 15 maret 2015 sudah menunjukkan hasilnya.

    Telkom mudah2an tidak kehilangan arah dan tetap fokus sepeninggal SI PENGHANCUR TELKOM arief yahya yg saat ini jadi mentri juga nggak kelihatan hasilnya.

  34. jika masih dikasih waktu ya berusahalah berubaha. jika waktu habis dan tidak bisa berubah juga.. sudah ikhlaskan saja.

  35. ikutan koment..pelanggan lama speedy 3 MB 1 jutaan, pelanggan baru cuma 500an..

    pernah protes tapi katanya itu kebijakan..

    ya ngiri lah pelanggan lama..bubar semua..

    • sama persis dengan yang saya lakukan. komplain ke cs via twitter dan fb pun hasilnya kebijakan perusahaan 😀

  36. Tulisan pak yodhia ini mengingatkan saya pada 1 kata kunci, yaitu AWARE. Semakin besar perusahaan kecenderungan tingkat AWARE ini melemah..

    Sama seperti tubuh yang dikaruniai rasa sakit untuk menimbulkan AWARE kalau ada sesuatu yang bermasalah, demikian perusahaan punya laporan keuangan, kpn, dlsb. Masalahnya dari laporan tersebut tidak ada langkah yang efektif dan efisien untuk mendongkrak kpi tersebut. Langkah tersebut kurang efisien dan efektif karena minim nya persiapan dan evaluasi

  37. Sebagai mahasiswa kampusnya Telkom dan pernah magang didalamnya.

    Kenyataan memang seperti itu, isinya hanya orang2 tua yg kurang kreatif, tidak jauh beda dengan model kerja PNS.

    jam efektif kerja mereka tidak lebih dari 2 jam sehari, sisanya lebih untuk sekedar ngobrol, nonton tv, ngemil, dan sebagainya.

    Melihat lowongan pekerjaan telkom, sekarang mereka sudah sedikit sekali merekrut orang teknik, lebih ke orang management.

    Jadi klo bisa saya simpulkan, telkom mungkin akan lebih ke perusahaan induk saja untuk mengurusi management, karena telkom memiliki puluhan anak perusahaan dari berbagai jenis usaha (dibuat sendiri & akuisisi), mulai dari it service, payment gateway, properti, seluler (https://id.wikipedia.org/wiki/Telkom_Group).

    Lulusan teknik masuknya biasanya ke anak perusahaanya.

    Klo bisa saya sedikit saran buat Telkom sih. Untuk pembenahan bisnisnya yg lebih baik, mungkin perlu menyewa jasa Consultant Management yg bagus (misal: McKinsey atau Boston Consulting Group), meskipun mahal luar biasa, namun saya pikir worthed untuk membenahi telkom.

    Regards

  38. Mas Yodhia..memang Top Markotop..
    mungkin saya terlewat …kalau boleh usul sejak tahun 2013 banyak Perusahaan tambang batubara yang Kolaps…mungkin dapat dibahas oleh Mas Yodhia..trims

  39. Jangan terlalu men “Judge” karyawan senior, merka bekerja dibawah tekanan sehingga tidak kreatif (baca : lebih baik manut.!).

    Harus ada audit LAPORAN KINERJA TELKOM, Direktorat, dan Divisi² Regional yang pernah di pimpin Arief Yahya.

    Pasti akan ketemu jawabannya.

  40. Ikut komen juga deh. Jujur sebagai orang yang pernah kuliah dan tinggal di daerah kampus yayasan telkom di dago.

    Gw sendiri terkadang bingung dengan interaksi antar divisi di telkom sendiri yang gw liat sering miss communication.

    Salah satu contohnya adalah saat saya di telepon dari telkom yang menawarkan “upgrade” speedy ke indihome.

    Kebetulan no hp saya adalah contact person speedy di kosan waktu kuliah dulu.

    Waktu saya tanya apa untungnya di upgrade dengan pede nya dia bilang lebih cepat karena fo dan klo gw gak salah nangkep fo nya itu langsung ke rumah (FTTH donk?).

    Dengan baik saya jelasin bahwa saya sudah lama tidak kos disana. Dan saya iseng juga nanya, apakah bapak nawarin ganti ke fo sudah survey lokasi?

    Dengan polos dijawab, untuk lokasi akan di survey sama petugas lapangan katanya.

    Gw dengan baik lagi bilang sangat sulit untuk narik fo ke tempat saya (kos maksudnya) tapi tetep ngotot nanti kalo mau bakalan di survey.

    Jujur gw mo ketawa di sini. Yang gw liat mereka seperti dikejar target jadi asal tembak pelanggan. Kenapa gw bilang susah. Karena kosan saya berada dalam gang2 kecil dimana dulu aja narik kabel coax perlu setaon buat bisa narik ke kos.

    Kenapa gak di survey dulu yang mana pelanggan yang bisa mana yang gak. Karena kalau kaya gini bisa saja jadi kaya korban PHP.

    • Hahaha efek ngetik pagi2 di hape. Autocorrect nya jalan tanpa sadar. Mo tulis kampus malah jadi kampung -_-

    • mas skrg FTTH g perlu underground route

      kalo ada rute eksisting, baik itu aerial atau underground bisa langsung golive, namanya Provisioning.

      yg di survey itu tinggal ODC sama eksisting route aja, ga perlu lewat mana-mana

      kebetulan saya pegawai Telkom 🙂

      • Assalamu’alaikum Wr.Wb.

        Salam Silaturrahim,

        Saya punya punya usaha warung di Gresik Kota Jl.Kh.Kholil Kelurahan Pekelingan dekat dengan Kantor Telkom Alon2.

        10 hari yg lalu saya daftar indihome untuk kebutuhan fasilitas warung free wifi pelanggan.

        & ketika waktu saya ke Kantor di temui salesnya yg berasal dari Suci.

        & ketika itu saya di ajak langsung survei ke lokasi saya & di beri waktu kurang dari 1 minggu setelah dapat konfirmasi dari Kantornya.

        tapi ketika mulai hari ke 5,6,7,8 hanya janji2 saja yg di sampaikan.

        lalu akhirnya pada hari ke 10 saya menelpon Kantornya.

        & ternyata katanya 1 bulan baru bsa di pasang.

        Saya sangat kecewa dengan pelayanan & tanggapan2nya.

        krna terkesan tidak bsa memberi kejelasan yg pasti kpada pelanggan.

        padahal saya sudah sangat berharap secepatnya di pasang.

        Semoga kedepannya Telkom bsa lebih bertanggung jawab & tidak mengecewakan banyak pelanggan.
        Amiin.

  41. Pimpinan Telkom pasti kebakaran jenggot, strategi bisnis nya mungkin tidak jelas dan hanya diatas kertas tanpa kajian , amburadol pool, tidak ada info harga yg transparan dan berubah tidak beraturan, penuh trik dan diskriminatif

    ayooo perbaiki semua kondisi kalau mau baik, kalau tidak mampu dan kemungkinan besar tidak mampu ya bayar konsultan bila perlu.

  42. Saya juga prnah berlangganan Telkom speedy 1th dg harga promosi selama 1 th itu, setelah 1th berjalan harga normalnya naik hingga 3x lipat dan bertambah tiap bulannya.

    saat ditanyakan alasan kenaikan harga tiap bulannya malah menjelaskan dengan bertele-tele, terakhir tunggakan pun hampir 1jt karena sengaja untuk menunggak dan berhenti langganan

  43. Ada kebocoran dimana2 di telkom diberbagai level.

    Petugas lapangan yg kong-kalikong di ISP utk titip kabel FO di tiang2 telkom, ‘membocorkan’ bandwitdh dijual personal dsb.

    Yang di level managerial pun tidak jauh beda

    • BETUL SEKALI ADANYA… Orang lapangan adalah orang outsource. mereka mana peduli kalo mereka jualan lagi.

  44. pernah lihat tarif telkomsel simpati ?? gak mungkin VP/ Direktur/ staff nya hapal.

    tarif di bedakan berdasarkan
    – Zona lokasi
    – Jenis Kartu Simpati
    – Waktu
    – Paket yang dibeli

  45. dari perkembangan yang saya pahami saat ini ;

    1. Pelanggan speedy di PAKSA, berlangganan tv kabel meski tidak membutuhkan.

    2.Paket harga tidak ditampilkan di website karena , harga akan berbeda untuk setiap wilayah .

    ini perusahaan BUMN peduli sama rakyat atau engga sih ?

    kalau memang profit oriented semata yang dijadikan fokus , mending jadikan aja swasta sekalian. -_-

  46. bahkan disebutkan didata salah seorang ngetweet katanya telkomsellah yang menopang 80% pendapatan telkom ya pak?

    Sedih rasanya, saya merasakan sendiri program internet telkom makin lama makin tidak bersahabat.

    Mereka tidak mampu berpikir untuk mengurusi pelanggan lama, malah terus-terusan menggemborkan program2 promosi baru yang notabene malah membuat pelanggan lama pusing pindah2 paketan dan nombok2 harganya.

    saya saja sudah genap hampir 6 bulan lepas speedy telkom, dengan gangguan yang tidak bisa lagi ditoleransi. 🙂

    padahal di jogja loh.

    Gimana kalau yang ada di pelosok. huehehe.

  47. setelah membaca Artikl diatas, IndieHome sudah sangatlah bagus dan tepat krn mengikuti Era digital sekarang krn paket IndieHome sudah terdapat Paket UseTV kualitas HD, Telponan, dan line internet yang cepat

    cuma infrstruktur Telkom ke pelanggan yang belum memadahi karena mungkin Anggaran mereka yang belum cair he he

  48. Saya mengalami persis ini dan saya putuskan berhenti pada langganan bulan pertama indihome

    ini ttg bgm mereka menerima pengaduan, bgm perbedaan apa yg sales sampaikan dgn apa yg mereka tagihkan tanpa adanya rincian yg jelas dan transparan.

  49. bener banget artikelnya, saya mantan karyawan telkom (outsourcing), pernah ikut beberapa seminar mengenai kinerja

    tapi ketika di beri masukan, bingung mau mulai dari mana, terus ada masukan juga tidak di tanggapi serius (trus apa gunanya seminar )

    bingung juga, kayak nya seminar cuma buat ngabisin anggaran aja, ada ide, tapi bingung mau jalanin dari mana

    minta di kritik ( masukan) tapi bingung juga.

  50. telkom harus bener bener berbenah, kalo gak mau tenggelam oleh jaman, soal harga, telkom itu harga tidak sama setiap wilayah

    mungkin karena jaringannya belum memadai (padahal udah berdiri puluhan tahun), misal di jakarta sudah di pasang jaringan fiber optik

    tapi selain jakarta, misal tangerang saja, blm semua terpasang jaringan fiber optik, dan harga, untuk tangerang dan jakarta saja bisa berbeda

    mungkin itu yang menyebabkan telkom tidak memasang harga di web nya.

  51. ane setuju.. harusnya yang megang anak muda.. jd semangat juang nya lebih berasa.. mahal banget harga nya.. vs MNCPlayMedia & Innovate bisa keteteran TELKOM

  52. Gua udah pindah dr spidol ke max3 Biznet aja Jauh banget speed-nya.. Kok bisa Ya BUMN kayak gitu, padahal duitnya unlimited..

  53. Semoga Telkom mau membaca artikel ini dan mulai serius merekrut secara nasional dan besar2an serta transparan.

    BTW bagaimana masuk ke Telkom? Pasti bingung kan, nah itu, Telkom menutup diri untuk kemajuan.

    Aroma Nepotismenya kental banget

  54. Selamat malam,

    Saya menyadari beberapa kemunduran Telkom dalam tahun-tahun ini. Saya duduk di bangku kelas X di SMK dalam naungan Telkom.

    Untuk hal seperti ini saya sedikit merasa malu, dengan banyaknya orang yang membanggakan Telkom namun dalam kenyataanya Telkom mengalami banyak sekali kemunduran

    Artikel ini menyadarkan saya bahwa Telkom memang butuh sosok pengganti yang muda

  55. Wah wah komen nya bikin persepsi yg kurang pas …. klau namanya marketing..marketing is art …

    ndak ada hub. dg anak muda yg lebih dekat dg productivitas ya cukture … klau ada perubahan ya itu menurut sy lebih baik …

    masalah masih ada kekurangan ..ini hanya masalah wsktu ..

    yg jelas sy dpt khabar baiknya dpt upgrade layanan pakai fiber optik cuma nambah 49 rb dpt speed 10 Mbps dan layanan TV kabel All chanell plus 1000 mnt tilp rumah ..

    yah walaupun sdh jarang pakai tilp rumah tp sy hargai telkom yg memberikan fasilitas ini bisa tilp ke mertua dan saudara2 gratis …

  56. Bukan perihalnya yg saya amati, karena saya bukanlah pemerhati manajemen yg handal.

    Quote ini Indonesia banget :
    “…Oalah, mas, mas, sampeyan cocoknya jualan batu akik saja mas. Bukan jualan layanan digital broadband…”

    Sama halnya dengan :
    “… Seorang Direktur yg punya gaya tak ubahnya seorang Salesman…”

    Atau :
    “… Mengaku Sarjana tapi kelakuannya mirip Anak SD…”

    Ring a bell?
    Yup, kemuliaan tak ditentukan dgn profesi yg dipilih.
    Semoga menjadi pertimbangan penulisan ke depan.

    Salam termanis selalu,

    Omigo

  57. Mungkin semua itu jawaban dari doa 2 org yg teraniaya beserta keluarganya.

    Disisi lain petinggi2 telkom bergelimang kemewahan dengan menghalalkan segala cara.

    disisi lain mereka yg bekerja dan berpotensi ( bekerja diperusahaan mitra)

    jangankan kemewahan kehidupan layak belum terlampaui bahkan masih ada mereka yg digaji dibawah UMK bahkan untuk mengakui status kepegawaian aja mereka berkelit

    padahal direksi pt mitra juga karyawan telkom / masih aktive sehingga mereka dlm pengurusan bpjs saja sulit karena status kepegawaianya gak jelas.

    Tragis karyawan anak perusahaan sebesar TELKOM jaminan kesehatan aja gak punya.

    Status kepegawaian gak jelas.mungkin saatnya TELKOM tobat jangan dzolimi mereka lagi.ingat doa org yg terdzolimi diijabah oleh Allah.

  58. Telkom yaa..telkom yaaa..bingung ribet juga,

    tarif indihome antar unit didalam satu daerah aja berbeda..

    saya aja sudah pesan untuk di pasang indihome,tetapi sampai 2 bln gk dipasang

    pusing ama layanan telkom ini…

  59. Ya begitulah, satu,dua, dua, satu, mau satu atau dua eh satu pun gak dapat, mencoba memang tidak mengapa, tetapi fokusnya sepertinya hilang

    telepon rumah sempat digantikan dengan fleksi, dibeli lagi telepon rumahnya, eh, beberapa tahun kemudian malah rame masang tiang telepon, fleksinya ntah kemana, tapi begitulah….

    mungkin visi dan misinya kena tipex jadi bingung cara mengapus tipexnya agar visi dan misinya kelihatan lagi,

    tapi saya masih punya harapan, akan ada orang2 yang hebat dan peduli dengan semua ini 🙂

  60. Postingan yang bagus buat introspeksi bagi saya yang juga bekerja di bumn, kondisi ini dapat juga terjadi di bumn manapun yang memang sangat banyak aturannya ..

  61. lah saya langganan indie home yang speednya 5MB – eh hanya 2 bulan bisa dapet sampe 2MB – menjelang tahun 2015 — koneksi drop dibawah 1 MB – bahkan rata-rata cuma 512 mb— dikomplen katanya jaringannya di area saya “sudah tua” perlu diperbaiki….

    apesnya… mau pindah ganti selain telkom gak ada 🙁

  62. Setuju dengan penulis.

    Telkom seperti perusahaan yang baru saja belajar memahami filosofi bahwa konsumen adalah raja.

    Antar bagian sama sekali tidak saling mendukung. Selain CS di 147 yang mulai belajar Customer Satisfaction, bagian lain tidak berubah sama sekali.

    Saya juga mencoba memasang Indihome, setelah beberapa minggu tidak juga dipasangkan. Jika dikonfirmasi, antar bagian di dalam saling lempar bola.

    Telkom tampaknya perlu lebih cepat beradaptasi atau akan jadi kenangan bahwa pernah ada Telkom di bumi ini.

    • sapanya yang sbg Raja? Telkom tuh yg Rajanya kali..elo kita2 yg Budaknya..

      Internet di indo sebagian besar masih didominasi oleh Telkom..

      klo elo maw Internetan yah mau gk mau hrs make yg punya Telkom..

      jd suka2 lah dianya maen cuek/gk serius dlm menanggapin keluhan pelanggannya wahhkkkww

  63. wah ternyata saya tidak sendirian tentang pengalaman menjadi pelanggan telkom. saya juga kebingungan mencari price list indiehome.

    setelah disearch hasilnya banyak blog yg sepertinya di kelola oleh marketing-marketing daerah.

    terkesan tidak ada koordinasi dan harganya sangat bervariasi.

  64. Tidak ada yang salah Telkom menbangun layanan tripple play..penulis tidak membedakan mana strategy dan eksekusi…

    trnsformasi telepon rumah menjadi broadband akses akhirnya menjadi tripple play service termasuk digital media adalah sesuatu yang tidak bisa dinafikan…

    eksekusi yang membedakan keberhasilan strategi ini…

    sementara komentarnya segini dulu

  65. sekedar opini, kebanyakan BUMN dapat bertahan karena adanya perlindungan dari UU, jika tidak, entah bagaimana nasibnya….

    beberapa bumn sendiri menjadi dilema bagi rakyat Indonesia, disatu sisi menjaga bendera dan harga yang relatif murah, namun disisi lain menyuguhkan pelayanan yang…

    ah sudahlah…

  66. Saya lihat tiap plasa telkom di biarkan mencari laba sendiri sendiri, tergantung rumah pelanggan sudah ada ISP lain atau belum.
    Makanya bisa ada 3MB harga sejuta dan 5MB harga 300rb #saya 🙂

    Soal layanan komplain juga, tambah ancur..

    Bulan Juli 2014, tiap komplain ke web telkom pasti ada email reply dari personal langsung dan max 2 hari problem beres. Dan ditelpon langsung untuk konfirmasi problemnya.

    Sekarang..semua dikumpulkan ke 1 akun twitter dengan para admin yg alay. Ngga peduli umur anda, pasti dipanggil kakak.
    Jawaban reply ? Tinggal kopas aja bang…

    Waktu penyelesaian ? 1 Minggu saja sudah layak masuk rekor MURI.

    Meski sering bikin mangkel, saya terlanjur cinta sama produk spidi. Makanya dibetah betahin.

  67. Kelamaan main monopoli PSTN, jadi gini akibatnya….Klo gak bisa ngadepin pasar, bisa kolaps tu telkom, paling ngandelin anak2nya…..

  68. Yg jadi pertanyaan, benarkah telkom memburuk? Kinerjanya dibanding 5 tahun yg lalu bagaimana?

    PoP negara ada brp? telin ada dimana saja? Ganti speedy ke indiehome murni karena tripleplay, speed merk boadband, kurang pas kalo bawa platform tripleplay.

    Kapitalisasi market telkom itu 280 trilyun loh. Salah satu yg plg gede setelah astra international.

    Bahkan saking gedenya, mereka harus stock split supaya cair dipasar.

    #sayabknorgtelkom

  69. Salah satu kelemahan fatal dari tulisan Mas Yodha ini adalah kurangnya data yang disajikan.

    Kalau bicara bukan berdasarkan data, ujungnya hanya mengambil dugaan, hipotesa, dan bisa berakibat fatal menjadi pembenaran tentang tulisan dia kepada mayoritas karyawan Telkom Group.

    Sebenarnya kalau saya bertemu dgn dia entah di mana, saya ingin ngajak berdebat/berdikusi krn saya punya banyak data.

    Ini bukannya saya menunjukkan bhw saya sombong, tapi ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sebagai intelek, mari kita bicaralah dgn data.

    Boleh berasumsi, boleh berargumen, tapi kalau tanpa data buat apa jadi tidak berkualitas, ambigu, dan provokatif menjerung tendensius..

    Berikut tulisan dia yg membuat saya tanda tanya :

    Contoh 1: Paragraf 4 : “Sebagai informasi, jumlah karyawan Telkomsel hanya sekitar 20% jumlah karyawan Telkom, namun memberikan sumbangan profit hingga lebih dari 90% total profit Telkom. Gap produktivitas yang terasa begitu kelam.”

    Terus terang saya hanya senyum saja melihat angka 90%…Coba deh beliau yang baik hati membuka Annual Report di https://www.telkom.co.id

    Bandingkan revenue TSEL thn 2013, & 2012 apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Lalu revenue Broadband atau Datin apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Satu hal yg pasti akibat jmh operator GSM yg melimpah dgn tarif lebih kompetitif, revenue TSEL mengalami penurunan.

    Dan utk broadband dan Datin meningkat dri thn ke thn. Contoh unaudite 2014 ebitda TSEL di kisaran 37 T atau 80% dri total ebitda consolidate.

    Sedngkn ebitda unconsol terus meningkat walau sdikit yaitu di kisaran 6,3 T atau 14%. Mmg diakui yg memperlemah ebitda unconsol adalah di sisi rev 1P (POTS) yg tergerus turun walau 1P msh sgt dibutuhkan di segmen bisnis, Enterprise & goverment.

    Ttp hitungan costlynya kalau hanya dipasang 1P adalah rugi. Contoh utk daerah segment goverment & ebis di pelosok hutan , bila tdk disertai dgn Datin via VPN IP Radio atau Datin via jalur node B, maka scr investasi tdk layak. Kecuali di sekitar micro demand itu ada perumahan2 yg layak utk ditarik sekalian indihome 3p via optik…

    Contoh 2 : Baris 9 : “Manajemen Telkom memutuskan untuk “membunuh” brand Speedy”

    Semestinya dia mengungkapkan hipotesa & analisis mendalam ttg maksud tulisan mengapa “membunuh” brand Speedy. Ok, kalau dia kesulitan mengakses data di internal telkom terkait mtti & mttr speedy,cara mudahnya lakukan langkah berikut :

    1. Coba dia serarch di Google tentang : “Speedy lemot”….ternyata ada 172.000 hasil pencarian.

    2. Search di Google tentang : “Speedy lambat”….ada 277.000 hasil pencarian.
    3. Search di Google tentang : “Speedy gangguan” …ada 227.000 hasil pencarian.

    4. Search di Google tentang : “Speedy payah” …..ada 81.400 hasil pencarian.
    5. Search di google tentang : “Speedy parah”…..ada 188.000 hasil pencarian.

    Di sinilah kita coba fahami bhw mengapa brand speedy yg mayoritas se RI masih menggunakan tembaga dan sering gangguan lalu diganti dgn brand Indihome yg nantinya full fiber, dgn catatan Indihome via fiber dijamin akan meningkat kualitas layanan dan jaringannya.

    • saya org awam, saya liat kenyataan aja mas bro…

      masalah ganti brand speedy ke indihome jelas masalah besar menurut saya…

      soalnya masalah tarif speedy ternyata beda ama indihome… saya termasuk yg sampai skrg masih kena tarif speedy yg mahal…

      saya udah 2x ke kantor telkom migrasi ga bisa! upgrade ga bisa!! byk alasan.. c

      ek aja di kantor telkom yg mau migrasi pasti numpuk.. hasilnya =0

  70. USEETV yg dibawa oleh Indihome, ini satu2nya IP TV yg bs rewind siaran 7 hari sebelumnya.

    Coba liat Firstmedia ????????????
    coba liat BIZNETT ????

    JANGAN2 KAMU INI ORG BAYARANNYA FIRSTMEDIA YA ????????

    #sayabknorgtelkomtpicintaprodukindonesia

  71. “web Indihome baru saja dirilis, dan tidak ada informasi harga didalamnya ”

    mungkin anda kurang memahami bagaimana proses register di web shop.telkom.co.id

    Disana kita tinggal memasukkan area kecamatan , lalu pilih paket dan akan muncul harga .

    saya bukan fanboy telkom , tapi saya masih bangga dengan telkom yg sampai hari ini masih mampu menyediakan layanan internet hampir keseluruh indonesia.

    Perubahan ke layanan indihome saya pikir adalah upaya peningkatan jaringan yg sebelumnya menggunakan kabel tembaga.

    ONT (Modem Fiber) yg diberikan telkom selain utk internet juga memiliki slot untuk telepon rumah , jadi apa salahnya digunakan untuk itu , toh masih banyak yg butuh telepon rumah .

    Saya akui memang telkom memiliki banyak perbedaan harga antar daerah, menurut saya wajar mengingat besarnya investasi yg dikeluarkan di setiap daerah berbeda beda.

    ga mungkin sama kan harga di jakarta dengan di papua :p

    • br saja tahu emang di kota besar seperti Jakarta investasinya lebih sedikit di banding yg pelosok Papua?

      klo begitu perumahan2 di Papau semuanya sudah pd pk Fiber Optik yg super kencang tu? nah..

      loh tp kok di sana klo nk migrasi speedy ktnya maksimal cuma bs ampe 3mbps?

      Bukan mslh Investasi.. tp mslh persaingan kali.. didaerah pelosok msh dikit ISP’nya.. jd enak dia bisa seenaknya jualan mahal..

      • Klo Jakarta sudah pake FO berarti investasinya besarkan? kl investasi besar berarti jualan produknya hrs mahal jg dunk biar bs balek modal..

        tp malahan harganya lebih murah drpd daerah2 pelosok yg belum pk FO..

        walah kacolah lu bro.. gimana otak bisnis loe

  72. “Tanpa perombakan besar-besaran dalam cara mereka memasarkan IndiHome, Telkom bisa benar-benar terkubur pingsan dalam kesunyian”

    Sebenarnya nggak juga, sebabnya antara lain:

    1. Di negara saya (Bogor) selama 10 tahun terakhir tidak ada provider lain selain Speedy/Indihome kemudian datang Biznet, Biznet belum sampai di wilayah sini walaupun sudah ada sejak lima tahun lalu, Fastnet sama sekali belum masuk ke wilayah saya (kotamadya)

    2. Kerjaan dan hobi saya butuh koneksi internet yang stabil, semua direct/listed line dan broadband di sini sudah pernah nawarin ke saya, tetap saja Telkom yang paling murah dan stabil

    3. Saya di kantor dan rumah pakai telkom dari jaman instan, artinya sudah 20 taun, kenapa gak ganti?

    Ya jawabannya simpel, cuma ada telkom, kalau ada yang lebih murah dan lebih baik/stabil pasti saya ganti, tapi kenyataannya ya cuma telkom, sebutek lambat gila ancur apapun ya cuma ada ini wkwkwkwk

  73. report — manajemen telkom agar memperhatikan kesejahteraan karyawannya ( poj ) yang slalu loyal kepada telkom tidak kenal lelah tetap semangat melayani para pelanggannya untuk tetap eksis,…

  74. baru 3 bulan aku pake indihome, ahirnya aku dismentle juga, dan pindah ke ……….

    Tanya knpa? hehehe

  75. Terima kasih Telkom Indonesia, produk layanan INDIHOME-nya luar biasa…

    Saya Puas.

    Internetnya super cepat 10 Mbps, 98 chanel TV nya bisa lihat 7 hari yang sudah lewat dan chanel TV nya bisa di password utk yg tidak layak ditonton anak kecil.

    Kamera monitor rumah dari HP bisa putar 360 drajat dan bisa keluar voice dari kamera.

    Telepon gratisnya setiap bulan 1000 menit.

    Sekarang katanya hanya TELKOM yang 100% milik bangsa Indonesia, katanya TELKOM pembayar pajak terbesar, katanya 100% pendapatan keuntungan TELKOM untuk pembangunan Bangsa dan Negara INDONESIA.

  76. Telkom itu gede backbone-nya boorr. Udah terlalu mengakar sampai pelosok indonesia. Y

    ang keliatan kan produk speedy aja..padahal itu produk kacang goreng. Hehehe..

    Sekedar info : jalur FO telkom terkadang di sewa ama provider lain dari daerah ke daerah..bahkan banyak subnya.

    Smisal si a nyewa ke telkom, lalu link a di sewa si b yang digunakan utk keperluan provider

    nah disitulah sumber besarnya pendapatan telkom…paham kan kenapa setengah hati?ibarat kata indihome speedy flexy dll itu retailnya.

    Efeknya ngga banyak….saya tau karena saya mantan teknikal support di provider yg suka minjem link telkom

  77. Ikut comment ya gan..

    Daridulu saya pakai speedy lancaaar jayaaa.. Buat bisnis oke.. Buat gaming okeee.. Migrasi ke indihome tambaaah ma’nyuus doong..

    Jangan men-judge dan menggeneralisir semuanya, jgn bicara tanpa data, jgn karena ‘nila setitik, rusak susu sebelanga’.

    Pelayanan telkom overall bagus kok.. Hanya mmg bkn brrti tanpa cela.. ‘Tak ada gading yang tak retak’

    Drdulu jd plggn telkom plynnnya bagus kok.147 jg bagus. Dtg ke plasa jg ramah2.

    Meskipun demikian, memang ada hal-hal yg harus terus diimprovisasi (produk2 barunya) dan jg diperbaiki (ex: sdkt misscom antara ptgs2nya dilapangan, info2 detail ke pelanggan melalui web dan socmed)

    Anyway.. Saya cinta Telkom Indonesia.. Maju terus!

    • Belum aja anda kena kayak saya.

      Saya baru 2 bln berlangganan indiehome, minggu pertama berlangganan internetnya memang kenceng..joss..

      mulai minggu kedua setengah hari mati, setengah hari idup dan lemmmoooot…..(saya berlangganan yang 10 mbps).

      Masuk minggu ke empat, sehari idup, sehari mati, mampus gak tuh…!!

      Lapor ke 147 juga cuman dicatat doang…

      Pas mau bayar tagihan bln pertama, ada kelebihan pemakaian telepon lokal Rp 1.000,- saya tanya dong ke kasir tempat bayar (di plasa telkom)….eh mbak kasirnya suruh saya ambil nmr antrean….
      Males ajalah saya antre untuk ngurus duit seribu perak.

      Bulan berikutnya berusaha sabar…. internetnya juga sdh mulai lumayan cepet…inget ya LUMAYAN.

      Pas bayar tagihan bln kedua, rada heran juga liat jumlahnya.

      Teleponlah ke 147 tanya rincian (saya bayar lewat atm).

      Ternyata sodara-sodara…..

      Ada kelebihan pemakaian telepon sebesar Rp 157.282,- saja….untuk jaringan telepon yang bahkan saya tidak pasangin pesawat telepon.

      Saya bukan mau menjelekkan telkom, tapi memang telkom sama sekali tidak siap dengan produk indiehome nya.

  78. Mmmmm…kok sy beda ya. Dari sekian perusahaan Telekomunikasi di Indonesia justru sy sangat bangga dengan PT Telkom.

    Satu satunya yg paling bisa bertahan di sisi inovasi.

    Dulunya kita bahkan tidak mrrasakan wifi skarang dgn wifi id semua bs akses internet.

    Kemudian lhir dgn produk Indihome 3P. Solusi yg paling berbeda dan menurut saya sangat kreatif. Bahkan org Indonesia sendiri msh mimpi dengn IP TV Telkom sdh berani mewujudkan impian tersebut.

    Menurut saya harusnya sy bangga dengan perusahaan BUMN ini. Sangat inovatif, kreatif dan selalu punya ide baru.

    Dibandingkan dengam produk sebelah yg menawarkan oukuhan giga quota internet tp cmn stabil seminggu selebihnya speednya makan hati, mending yg agak mahal tp eksis dan stabil.

    Murah tak selamanya berkualitas. Bahkan paket internet operator tetangganya dijual dgn istilah Obral dan sampe.bundling hp sampe ada istilah cash back yg terkesan produk murahan.

    Telkom tentunya selaly berani dalam solusi solusi baru. Sy pengguna setianya. Ya harus diakui juga tidak ada perusahaan jasa telekomunikasi di Indo ini yg after salesnya memuaskan 100 persen. Semua ada plus minus. Masyarakat adalah konsumer cerdas.

    Mangnya operator lainnya sangat proaktif dan responsif dengn after.salesnya? Ngak juga kan?.

    Contac center Telkom 147 sangat sangat memuaskan.Untuk layanan gangguan

    Ya terlepas dari itu harusnya Telkom jg semakin terbuka akan masukan dari pelanggan setianya. membenahi yg belum baik.

    Tetap salut dengan perusahaan BUMN ini paling inovatif dan kreatif.

    • saya ikut mas tian, sdh 4 tahun saya mengelola kampung cyber RT RW net sangat terbantukan dg speedy

      sekitar 4 tahun kecepatan speedy aman2 saja tdk mengecewakan, aman di 3 mega tdk pernah turun.

      tdk tahu besok kl FO sdh masuk kerumah, apakah paket wajib dimigrasi ke paket yg baru.

      speedy saya sdh diikutkan ke indihome lama

  79. sebagai konsumen sejauh ini saya lebih suka firstmedia untuk sisi internet kalo telkom stabil aja 5 tahun lalu dan sekarang atau 5 tahun yg akan datang untuk sementara saya suka firstmedia

    • Ya pasti bnyk yg antri Mas Agung krn pegawai bagian indihome krjanya ngk serius pura2 sibuk.

      Tidak ada larangan menggunakan HP pribadi pd jam kerja.

      Saya hari ini 1 April 2015 sdh menyisakan waktu dan tenaga datang ke Plasa Sumurbor tuk mendaftar paket indihome.

      Saya melihat dgn mata kepala sendiri displin kerja mereka yg sibuk dgn urusannya sendiri sehingga pelayanannya lambat dan pantas di PHK.

      Setelah antri berjam2 dan sampai giliran no urut saya waktu telah menunjukkan 15.50 mereka sdh tdk melayani pelanggan dan saya di anjurkan mendaftar lewat 147 saja.

      Jadi mereka tidak mempertimbangkan pengorbanan pelanggan yg datang dan antri di Plasa Telkom. Emangnya telp ke 147 bebas pulsa? Rasanya. ..?

      Memang Telkomsel tidak jelek semuanya.

      Yg harus dibenahi adalah SDM dan etika kerja pegawai dan perusahaa, seperti larangan mempergunakan HP pribadi saat jam kerja, harga paket yg transparan dan adil (hrg pelanggan baru dan lama harus sama jgn tunggu pelanggan minta diputuskan dan pasang baru lagi supaya memperoleh harga yg lebih murah)

  80. Sepertinya penulis cuma melihat dari sisi digital marketing nya saja.

    Di Jakarta, mungkin ada banyak pesaing di bisnis ini dan mereka sudah menggunakan Fiber Optic (sepertinya tidak perlu dijelaskan nama productnya apa).

    Dan Speedy jelas bukan pemain utama di kota ini.

    Akan tetapi apakah sudah melihat di kota besar lain yang cover Fiber Optic pun masih jarang ada? Di sanalah brand Speedy ini masih sangat kuat.

    Cobalah survei apakah koneksi internet untuk rumah? Dan mayoritas jawabannya adalah Speedy. Padahal masih banyak pemain lokal lain, yang harganya lebih murah.

    Menurut saya di sanalah kekuatan brand ini. Mereka seperti sudah tidak membutuhkan digital marketing yang luar biasa. Hanya metode tradisional, atau orang tua sering bilang: percakapan mulut ke mulut.

    Dan dengan adanya IndiHome ini, bagaimana animo masyarakat di kota luar Jakarta? LUAR BIASA

    Memang brand Speedy sudah mati. But, who cares about that?
    Apakah kantornya masih sama?
    Apakah jasa yang ditawarkan masih sama?

    The conclusion is, sepertinya Anda masih kurang melihat dari sudut pandang lain dan hanya berpedoman pada bidang yang Anda kuasai.

    Ini hanya sedikit sharing mengenai pandangan dari saya. Saya tidak terlalu mengerti mengenai digital marketing. Tapi saya juga pernah bermain di bisnis ini. Sehingga saya juga mengetahui bagaimana respon pasar terhadap IndiHome ini.

  81. Saya coba ikut daftar indiHome dan diregistrasi dengan nomor 31098826 .

    Operator 147 yang saya hubungi .. mhn maaf kurang maksimal dalam pelayanannya , karena infonya rata2 bahasa Klise ( a.l ; baik pak … akan kami tindak lanjuti dlsb dlsb .)

    Satu operator bilang .. bisa dipasang dan operator yang lainnya bilang Tidak.

    Ini yang sangat membingungkan .. Bagi saya kalau bisa ujung tombak dari team … harus memberikan kepasatian kepada calon pelanggan atau pelanggan

    Jangan di Gantung …

    Harapan saya indiHome bisa menjadi pilihan utama masyarakat indonesia. Tks

  82. Saya sudah 1 bulan daftar indihome sampai sekarang belum terpasang.
    Memang sih sebelumnya saya belum berlangganan telpon rumah.

    Setiap saya tanyakan jawabannya selalu, “belum ada line kosong”.
    Lah terus maksudnya apa nunggu orang berhenti berlangganan baru rumah saya dipasang line-nya.

    Hadech…

  83. harusnya layanan telkom speedy makin lama makin bagus dan cepat, eh ini makin lemot aja. soal Indihome juga, iklan dimana2 dah daftar tapi 1 bulan gak ada org datang

  84. JELAS SEKARANG TELKOM TARIFNYA KUCING-KUCINGAN.. BEDA AMA DULU.. DIA BRANI OBRAL TAPI TAKUT RUGI… MANAJEMEN YANG ANEH…. KALO TELKOM MILIK PRIBADI SIH GA MASALAH…

  85. Akibat Telkom Sekarang Pengurusan Apa2 Serba Ribet Karena Harus Ada Telpon Rumah (Padahal Jaman Sudah Berevolusi), Salah Satu Contoh Yang Saya Alami Ketika Ingin Membuka Rekenening Di Bank Mandiri Harus Menggunakan Telpon Rumah.

  86. Pindahnya speedy ke indiehome bikin saya jadi bingung cari paket speedy. Dan dengan indihome jadinya mau paket internet jatuhnya jadi mahal… gak konsisten jadinya Telkom…

  87. Tadi pagi saya ke Plaza Telkom. Mau pasang speedy, eh dijawab katanya sdh gak ada, diganti indihome. Lho, piye toh, orang mau kerja lha kok dipaksa nonton TV.

    Saya langsung pulang sambil bilang, saya kesini mau pasang internet buat kerja, bukan mau nonton TV.

    Ada-ada aja nih pemasaran telkom, hari gini pasarin produk gak lihat segmen market….

  88. posisi yang penuh strategi

    ketika bisnis sudah mencapai tingkat batas atau telah mencapai posisi dewasa, memang akan ada titik dimana harus memilih growth, mature, atau declined.

    telkom sepertinya mencoba untuk melahirkan innovasi baru untuk menyasar segmen hiburan multimedia/tv tapi persaingan industri tv kabel sekarang begitu ketat. h

    anya yang memberikan pelayanan terbaik dan kestabilan produk, layananlah yang akan bertahan dan dipilih konsumen.

    konsumen semakin bebas dan cerdas dalam menentukan layanan dari penyedia jasa internet/tv kabel yang lebih baik, dengan banyakanya pemain didalam sektor ISP dan tv akan semakin berjalan dengan peningkatan kualitas

  89. saya menggunakan speedy utk share ke RT/RW net.

    sy anggap masih menguntungkan, dg anggota 10 orang(clien) tarif dr telkom Rp 290rb, bandwitch 3 mega.

    anggota tdk ada yg mengeluh. sdh 3 th langganan speedy masalah kecepatan tdk ada penurunan(full 3 mega selama 24 jam).

    saya ada dilokasi kurang dr 1 Km dari STO pugeran Jogja. skr masih menanti FO masuk ke line rumah.

  90. saya orang telkom dan saya setuju sekali dengan tulisan ini, ini real dan saya rasa telkom akan hancur beberapa tahun lagi , ingin tahu lebih detail bisa kontak saya 😀

  91. ini sebagian comment nya udh mulai ada propaganda ah gak seru

    saya sedang membuat satu artikel panjang tentang, manajemen telkom yg di buat tetap seperti ngambang gak jelas untuk memberikan keuntungan pada stakeholder yang sebenarnya ada andil dari orang orang telkom didalamnya

    kalo masi ada yang punya data atau artikel menarik , kalo berkenan kirim ke : aliansiwartawanindonesia@yahoo.com

    nice article
    terima kasih

  92. Indihome uda jadi produk gagal, tiap hari kena gangguan terus, besok2 bikin slogan aja “Tiada hari tanpa gangguan “.

  93. Jadi ingat dengan BRI yang berusaha malakukan penetrasi di kota di tahun 90an. Namun akhirnya malah “subsidi silang” dari Simpedes ke kota.

  94. Inilah kendala birokrasi yang buruk, lihat aja para petinggi BUMN sarat dengan politik penguasa negara, tapi apalah bisa diperbuat.

    Indonesia adalah negara kepulauan, agak susah bagi perusahaan swasta untuk expand servicenya, seperti saya yang tinggal di Sulawesi, dengan begitu Telkom masih memegang kelebihan yang cukup strategis untuk ketersediaan jaringan di Indonesia.

    Walau sebenarnya servis telkom ga recommended, karena kinerja yang lambat, dan servisnya (uptime, bandwidth, ping) yang masih buruk dibandingkan dengan harganya.

    Testimoni saya, udah dari minggu lalu saya konfirmasi ke Telkom via twitter untuk migrasi paket internetan saya ke Indihome, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya, ga ada follow up nya, serta pegawai2 di daerah saya emang sudah saya tahu kerjanya lambat (pengalaman waktu gangguan, sampai 3-7 hari baru datang).

    Saya setuju dengan komen2 sebelum yang menganjurkan untuk adanya target kinerja bagi telkom (pegawai/kantor cabang), jika ga mampu silahkan ambil pesangon dan rekrut pegawai yang lebih berkualitas.

    Sekian, dan semoga Telkom dapat membaca aspirasi saya, yang mungkin juga mewakili yang lainnya yang tidak sempat berkomentar.

  95. Kelemahan telkom terbesar adalah penerapan tarif.. lihat aja sistem promosi indihome sekarang.. mulai tidak adanya tarif, cek ketersediaan jaringan FO juga cuma abal2.. ujung2nya Petugas kami akan menghubungi Anda untuk melengkapi proses registrasi berlangganan.. semakin memperburuk citra telkom..

  96. Wah kronologisnya hampir sama kaya saya nih tp beda provider layanannya aja, 1st-media kaya begitu, dulu saya nanya ke marketingnya katanya harga promo fix 1thn baru pakai 6 bulan uda balik ketarik normal, saya langsung putusin dan bayar sesuai harga promonya aja, mereka menuntut saya tetap membayar harga normal, saya cuekin dan bilang sisanya yang bayar marketing anda, hahaha

  97. Sy sdg mndaftar Indihome di kota Jogja pd tgl 26 Maret 2015 melalui Plaza Telkom di dekat lap bola Kridosono.

    Stlh berkas sy serahkn dijawab petugas CS akan disurvey selambat2nya 2mg lagi. Mksdnya agar diketahui brp mbps yg bisa dilayani.

    Biaya langgnn akan 410rb/bln selama 1 thn dgn kecepatan bisa 100mbps. Statusnya pd tgl 7 April belum ada survey.

    Kalau sy coba daftar dr situs TLKM lokasi sy itu sdh ada FO. Bahkan sy coba mndaftar lewat internet jg bisa, dengan biaya 390rb/bln utk 10Mbps. Lwt jalur ini dlm 1 hari sy sdh dihubungi Petugas Telkom. Respon pelayanan internet ini cepat. Lain dg layanan lewat Plaza.

    Sy tetap sabar mnunggu Plaza sebab sy pikir teknisi tentu harus mngecek di lapangan dn jgn sampai dobel daftar.

    Target sy dg 10Mbps sy bisa pasang 1 kamera IP.

    Tampak konfirmasi Telkom di Jogja ini lelet. Sprtinya kendalanya ada pd teknisi lapangan. Sbb sy bisa mnghubungi lngsg.

    Tetapi bgmn lagi adanya FO ya hanya dr Telkom. Harapan sy thdp TLKM masih besar.

    Progress Indihome sy akn sy laporkn terus lewat blog ini.

    Trmksh pak Antariksa.

  98. selamat malam, sepertinya sy terlambat unt ikut “nimbrung”, hehehe

    produk paket indihome khusus unt FTTH itu bagus lho, penetapan tarifnya berdasarkan battle zone area, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor lain, pelayanan yg diberikan tiap2 divisi juga sudah sangat dioptimalkan.

    namun sepertinya krn banyaknya mitra telkom menyebabkan kurangnya koordinasi yg baik antara satu pihak dgn pihak yg lain sehingga muncullah “suara2” dari pelanggan.

    itulah yg saya rasakan selama bekerja disini, saya salah satu karyawan mitra telkom

    jika ingin bertanya terkait produk maupun diluar produk, silahkan, saya akan berbagi dengan senang hati 🙂

    oiya, terkait eksistensi beberapa produk sy tdk bs koment, itu kebijakan petinggi2 😀

  99. Produk Indihome dr Telkom rupanya lebih memberatkan bukannya murah..

    mayoritas income penduduk indo masih tergolong rendah..bahkan gk sedikit yg menganggur..

    knp yg hanya ingin mendptkan akses internet dipaksakan berlangganan TV, (sewa STB bayar pbln) Musik (Melon apaan tuh?)

    bahkan software Antivirus yg gk jlas jg dbundlingkan? mengapa gk sekalian dibundling (dipaksa) wajib beli TV plasma gede ukuran 45″

    trus sama sofa mewah yg empuk biar bs meraup keuntungan banyak?..gara2 hanya ingin akses Internet dipaksakan jg berlangganan yg gk jelas2..

    kl bs dipisahkan gk pk bundling2 segala kan harganya bs jd sedikit murah terjangkau?..

    Internet lebih penting buat kemajuan bangsa..dibandingkan hiburan2 digital yg memboros..klo negara sudah kaya / rakyat sudah hidup makmur.. barulah dibundlingkan dgn hiburan canggih digital..

    Telkom/Negara sepertinya tidak serius memintarkan rakyat.. murahkan internet semurah2nya yg penting dulu ..hiburan soal blkgan..

    toh internet kan bs jg dpke buat streaming?. ternyata masih juga dijajah BUMN yg milik negaranya sendiri..

    mentang2 jaringannya luas mencakup Se-Indo seenaknya jual tarif Internet..

  100. ane langganan speedy sudah lama sekitar 8 th.. dulunya yg pk 384kbps 50jam..

    trus dinaikin 384kb (semi-unlimited 3GB), dinaikan lagi 512, trakhir jd 1mbps..

    byr perbln dr dulu ampe skr 195rb blm ppn..trus iseng tny ke CS twitter ttg migrasi ke Indihome ?

    si admin twitter tuh blg tarif indihome di daerah ane ini yg 1mbps = 285rb blm ppn..2mbps=390rb , 3mb blah2..dan disampaikan jg itu adlh harga promo yg sudah “Murah loh” tentunya…

    walah, ini az ane masih mikir apalagi dah pk tarif normal nnt..(tarif normalnya gk dbritahu brp)..

    Kok gk sama ya disetiap daerah? beda harganya bs dbilang antara bumi dan langit.. yg dikota metro dpt 100mbps dgn hrg 400rb-an?beneran nih bikin iri..

    mengapa didaerah kota2 metro bs murah? bukankah justru ddaerah metro biaya investasi/modalnya bakal lebih besar jg? kok dijual murah?

    apa telkom tidak ingin untung apa? gk pingin balikin modalnya? ddaerah ane sdh semi FO (msan), tp tetap jg mahal..

    heran ane soal penerapan tarif produknya..

  101. Cuma dikit nih yang belain, itu pun hanya soal data, yang kerasa emang seperti yang penulis blog ini bahas,

    Kalau tak inovatif sepertinya tak lama lagi telkom akan terkubur

  102. bah.. telkom bener-bener engga profesional, bbrp tahun lalu 2014 telkom adalah BUMN yang profit, bahkan mendapatkan penghargaan dari Luar Negeri, pertanyaannya TELKOM beli berapa itu penghargaan..?? lalu seberapa besar mrk profit..??

    antara kenyataan dan ilusi sangat jauh..!!! saya kecewa dng pelayanan BUMN ini, cara memperlakukan customer spt memperlakukan ANAK KECIL !!! suka memberi janji palsu, tidak sesuai dng kenyataan antara janji dengan kenyataan, dan yg paling parah mereka ini hampir seperti pembohong !!! ya kenapa pembohong, lihat harganya, lihat pelayanannya, lihat juga isi dari paketnya apakah sesuai dengan yg kita beli ?

    saya pesan INDiHOME, sudah hampir 1 bulan tdk pernah dilayani, mereka hanya bilang “tunggu teknisi kami pak yg akan datang hari …” ” baik pak, akan saya sampaikan ke marketing, teknisi, bla..bla..bla mengenai keluhan bapak..” tapi semua itu NOL !!!

    bingung , sekelas TELKOM saja menangani CALON PELANGGAN saja sulit, apalagi menangani pelanggan existing ? pasti sudah tdk terbayang gimana nantinya..!!

    Buat saya TELKOM semenjak ditinggal dirut fenomenal sekelas pak Cacuk S, sudah NOTHING !!! Indonesia selalu tertinggal teknologinya, sementara kita masih senang coba, coba dan coba

    Telkom sudah mengecil, divisi bisnis mereka sudah tidak fokus lagi, bahkan TELKOM saja sudah memiliki banyak anak perusahaan yang hingga saat ini tidak jelas mau kemana, banyak karyawannya dilibatkan di anak perusahaan dengan harapan TELKOM membentuk sekoci sekoci kecil yang nantinya bisa menyelamatkan mereka. Sementara hanya TELKOMSEL yang sukses dan lainnya belum !!

    selama TELKOKM coba coba dan coba, jangan harap pelanggan akan setia terhadap produk TELKOM

  103. Tadi pagi saya mau bayar billing speedy terkaget-kaget melihat jumlah rupiah yang tertera.

    Saya call 147 rupanya CS-nya bilang biaya sudah termasuk indihome dan speedy bla, bla, bla.

    Pdhal SAMA SEKALI saya gak pasang indihome.

    Saya cuma tertarik speedynya saja dan meminta biaya dipisah antara utk speedy dan PSTN tapi CS-nya gak bisa memberi solusi.

    Malah memberi info paket indihome saya sudah terdaftar sejak 2 Maret lalu. Ini pegimaneee…?

  104. sama persis kek yg saya alamin, pasang Indihome 3Mbps, yg secara tarif awalnya 299.000 ternyata barusan ditelpon operator telkom semarang per bulan depan bayarnya 425.000…

    mana tiap trouble ga pernah ada respon, :3

  105. mas Yodh, kl mau pasang speedy lsg by marketing saja, kontak person sprti sy.. kl kita daftar sendiri jatuhnya pasti mahal… kalah sm firstmedia yg jg gencar2 nya promo.

    klien sy bru pasang indihome lkp cm 150rb. Malah kl sdh ada jalur kbel fibernya, kecepataan…. wushh

  106. Selamat pagi, maaf kalau salah alamat

    saya tinggal dikawasan perumahan Villa bogor Indah kedung halang Bogor

    sebelumnya kami menggunakan Internet product telkom dengan speedy, diperumahan tempat tinggal kami belum lama banyak berkeliaran penjaja atau sales product baru telkom

    dan dari Innovate berlomba menawarkan productnya masing-masing, dengan berbagai cara untuk menarik simpati calon pelanggan.

    Yang menjadi permasalahan mengenai pelayanan setelah menggunakan product telkom yang dipasarkan para sales tidak sesuai dengan kenyataan

    Saya melaporkan keluhan ke 147 pada malam Rabu, tgl.14/05/2015 lalu hari Rabu pagi Jam 9.0 am saya Tlp.lagi 147, dan berjanji mau datang ke Jam 1.00 pm, tetapi pada sore hari saya pulang Isteri bilang tidak ada petugas yang datang.

    Para petugas di 147 untuk pengaduan susah dihubungi saya, jadi saya pilih No.pemasangan pelanggan baru langsung diterima

    Rabu sore saya telpon 147 yang menerima Pak Bagus, Pak Bagus bicara dalam 15 s/d 30 menit akan ada yang menghubungi saya tunggu dah lebih dari satu jam tidak ada juga

    lalu saya tlp 147 lagi yang menerima Dida dia bilang yang sama akan membantu membuat laporan ke bagian pengaduan, tapi sampai hari ini Kamis 16/04/2015 belum ada tindakan dari para petugas INDIHOME

    alhasil para sales hanya mencari point dan Telcom( Indihome) hanya berpikir bagaimana caranya meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, yang tidak dibarengi dengan pelayanan yang bisa memuaskan para pelanggan, kami sebagai pelanggan merasa dirugikan..

    Tolong para pekerja atau para pengusaha hal ini jangan dijadikan budaya.

    Kalau Indonesia mau betul-betul menjadi negara yang maju, maaf saya pernah bekerja di Worley Parson Singapore dan Kuala Lumpur, mengenai pengaduan dan pelayanan Indonesia sangat jauh ketinggalan sama mereka dalam hal apapun

    di Negara mereka pelayan sangat baik dan tidak mengenal uang sabun.

    Tolong tinggkatkan pelayanan sejalan dengan kemajuan perusahaan jangan hanya mencari keuntungan semata.

  107. Saya salah satu yg kecewa dengan Indihome.

    Registrasi sejak tgl 19 Maret, dan telpon setiap 2 hari sekali untuk tanya statusnya tetapi jawaban tetap sama kalau sedang melakukan pengecekan jaringan.

    Sampai akhirnya hari ini batas kesabaran saya habis dan diberitahukan dari pihak CS kalau status di lapangan “Impossible” karena jaringan penuh dan status itu sudah keluar dari tgl 31 Maret kemarin.

    Perasaan udah campur aduk deh. Trus setiap 2 hari telp ke sana dan dikatakan sedang melakukan pengecekan ke sistem, apa yang dicek kan?

    Masa report udah keluar dari tgl 31, tetapi CS tidak ada yg tau sama sekali?

    Luar biasa Telkom

  108. rumah saya tadinya cuman tercover layanan speedy, masuk tahun 2015, langsung masuk 2 isp..

    yang satu teknologinya masi hfc, tp satu lg udah sama kaya indihome ftth..sempet mikir kok bisa keduluan gitu ya ? hahaha..

    saya minta migrasi ke plasa, ftth blum bisa.. ya sudahlah.. ( posting ga lewat spidi, lagi gangguan udah 3 hari,, hahaha)

  109. saya berlangganan speedy dengan gpon dengan paket 50mbps tagihan nya lebih dari 6juta per bulan

    sudah lebih dari 3 bulan kecepatannya hanya 30mbps saja dan upload sekitar 14mbps, sudah capek komplain sana sini telp 147 dll

    sudah di obok2 teknisi nya juga masih tidak bisa naik2 juga speed nya

    maksud comment saya disini siapa tahu dari agan2 sekalian ada yang tahu solusi nya.

  110. wah bener nih hati2 dalam memilih paket,

    jujur sebenarnya telkom dulu lebih baik, tahun 2014 ditawarin internet 3 Mbps cuma 125rb/bulan + 10%pajak = 137rb/bulan, nah gw langsung tanya

    ini harganya tetap selama berlangganan ga?

    dia blg iya, oke gw terima sampai dng Januari 2015 ga ada masalah, februari mereka tlp untuk menawarkan triple play/pay/indihome (tlp+useetv+internet) dia nawarin internetnya 5Mbps dgn harga naik 255rb

    gw tolak aja karena biasa bayar bulanan 180-190rb, eh tiba2 dia naikin tuh speed inet gw ke 5Mbps

    nah kaget aja pas bayaran maret jadi 252rb, terus pas 20 Maret 2015, dateng deh tuh u see tv, lah pas bayarin april malah jd 311rb

    wuedan tenan gw dtgin tuh plasa telkom dan cuma bayar tlp aja, tutup internetnya

    moso yo naik mulu kom kom, tidak memuaskan sama sekali,

    dan lagi di maret itu kayanya mereka perbaikan jaringan sampe2 dr tgl 5 – 15 inet gw matot

    tp bayaran tetap full, huebat telkom kamu juara

  111. FYI : kantor saya coba daftar dari bulan januari sampe sekarang, belum ada tindakan yang pasti. Sampe bulak-balik ke kantornya 3 kali, masih juga belum ada follow up.

    yang follow up malah semacam calo, di taksirnya lebih mahal 150%an dari harga asli.

    Terus coba ngadu ke telkomnya, eeeeeh dikasih no telpon itu calo lagi..

    capede…

  112. Btw ada layanan serupa yang mau koneksi internet via kabel listrik, kalo ngga salah namanya iconplus ya..

    Mau kerjasama sama PLN, tapi ternyata dijegal sama telkom..

    Bayangin aja internet lewat kabel listrik yang notabene semua rumah diindonesia udah pasang, dan kecepatan kabel listrik lumayan lah…

  113. wah, pantes aja… pelayanan komplain sampai 1 bulan gak selesai-selesai. sampai tagihan baru datang.

    kata teknisinya gak bawa kabelnya, sampai sekarang kabelnya gak ketemu-ketemu.

    Katanya BUMN, tapi jaringan putus nyambung aja kayak anak ABG,.

  114. Coba kompetiror speedy bisa merambah pinggiran kota pasti saya pindah dan tidak menggunakan indihome lagi,..

    pakai indihome ini seperti terkena jebakan batman, tdk ada kejelasan pasti tentang biaya

    waktu pertama ditawarkan dengan harga 200rb-an dan bukan harga promo alias tanpa batas …

    weeehhh, setelah sekian bulan pembayaran tembus diangka 450rb… ajaibbbbbbb…

    hebat telkom, jempol, cara menipu yang hebat

  115. tarif speedy 1 mbps = 299rb
    tarif indihome 10 mbps = 320rb

    telkom kok bisa dapat itung2 an kayak gitu belajar dimana ya…?

  116. Ya bener semua, aku pasang indihome bermasalah. lemot katanya 1 mpbs cuma dpt dwonlod 150kpbs.

    komplin 147 malah diajak debat kusir

    • halo ‘met pagi salam kenal netizen 😀 sy numpang corat-coret jg yak ^.^ cekidot..
      kemarin saya ke plastel dgn niat daftar indihome pro (speedy+telfon) krn dirumah terlalu malas utk nonton tv kecuali berita dan onthesp*t.
      ada bidadari cantik di ujung ruangan memanggil saya untuk duduk satu meja dgnnya 😀 ohh ternyata si doi CSnya (jd malu >,_> biaya registrasi
      ??oh.. klo STB itu apa? >> kita kan skr gak pake kabel seperti dulu jd pake STB
      ???ohh.. (dlm hati: anggap aja gw ga tau STB itu biaya tambahan lagi krn tv nya)
      total perbulan selama promo diluar biaya ini-itu di awal pasang 1Mps= 245.000+24.500+40.000=rp309.500/bln jelas beda dgn paket pro harapan saya sblm datang :'(

      –>> kesan saya dgn PT.TELKOM yg sekarang adalah ber-visi&misi membudidayakan masyarakat untuk menonton tv (terlihat dari paket paksaannya CMIIW) <<–

      datang senyum pulang cemberut, saya ke parkiran untuk membesut kuda besi saya sambil lemas. di jalan saya mampir ke toko pulsa untuk beli kartu internet yg 100.000/8giga/1tahun dan tersenyum lagi 😀
      berhubung saya gak punya buku diary jadinya saya numpang curcol disini haha sekian dan terimakasih 😀

      Salam Move On 🙂

  117. Saya coba daftar, tp di bagian akhir pendaftaran maksudnya apa ini:

    1. Biaya pasang baru, akan ditambahkan pada billing bulan pertama
    2. Pelanggan akan dikenakan biaya sewa bulanan Set Top Box (STB) sesuai tipe yang dipilih

    Kayaknya memang cocok jualan batu akik aja …. Wkwkwkwkkkkk

    • Saya awalnya juga agak ragu yang ini nih..
      Setelah dicek sih, katanya biaya psb indihome, 75rb yang akan ditambahkan saat pembayaran bulan pertama..

      nah, kalau biaya stb dll saya blom tau. apa ada yg bisa jawab??

      satu lagi, kalau saya belum punya fix phone dari telkom, dengan pasang indihome ini, saya dapat 1 fix line kan ? tanpa ada biaya tambahan lagi?

      trims

  118. saya sangat setuju dengan tulisan ini,

    pengalaman saya masih tahun lalu 2014 saya bayar 350ribu untuk speed 512kbps sementara di seberang rumah 100ribu untuk 1mbps

    tarif serba TIDAK TRANSPARAN, banyak bertebaran jasa upgrade speedy di salah satu forum indonesia dengan syarat “bayar harus lewat atm jangan di kantor” dan bayar di muka sekian xxxxxx,

    lho berarti selama ini duitnya masuk mana???

    sungguh sangat membingungkan, harga lewat 147, lewat website, lewat kantor, lewat “pihak ketiga” semuanya beda2 dan selisihnya jauh…

    Sepertinya semua BUMN serba tidak transparan jika berurusan dengan uang

  119. Saya call marketing IndiHome yg namanya ada di brosur. Besoknya mendaftar, dan langsung bayar 295 ribu.

    Saya sendiri yang menghubungi mitra Telkom yang khusus menangani instalasi FO bagi perumahan dimana saya tinggal.

    Bbrp hari kemudian instalasi Fiber Optic ke dalam rumah cepat dikerjakan dalam bebrapa jam.

    Selama 1 minggu berikutnya tim teknisi IndiHome datang beberapa kali karena ada masalah dengan ODP di depan rumah saya yang tidak bisa dibuka tanpa kunci khususnya (dan rupanya tidak ada teknisi yg dilengkapi kunci ODP tsb).

    Tapi suatu pagi mereka kembali dengan kunci dan berhasil mengaktifkan sambungan FO ke rumah, namun yang bisa diaktifkan baru internet dan TV saja, karena teknisi lapangan tidak diberi otorisasi mengcreate user baru utk nomor telpon (hanya bisa untuk bagian internet dan TV saja dari triple play tsb).

    Akhirnya setelah mengadu ke 147, telpon pun menyusul diaktifkan pula.

    Total saya menunggu 2 minggu dari semenjak pendaftaran untuk bisa menikmati IndiHome sepenuhnya dengan nomor telpon sudah kring.

    Saya bisa saja mengeluh layanan Telkom masih kurang terpadu, dan gerak SDMnya lamban, perlengkapan kuncinya kurang, sebagian besar masih harus dibantu peran pro-aktif dari pelanggan.

    Namun bila dilihat dari mutu produknya, saya sangat puas dengan kecepatan 10-12 Mbps download dan 2-3Mbps upload ini.

    Bila masalah teknis di lapangan sudah bisa diatasi Telkom, saya yakin IndiHome bisa menjadi produk yang menunjang produktifitas pelanggannya.

    Perjuangan Indonesia memang masih jauh, tapi toh akhirnya cita-cita bisa kita raih juga.

  120. kenapa sekarang telkom gak pake nama speedy ?

    yang udah buming, di kantor telkom sendiri haram ngomong speedy, karena kalah sama XL nama speedy nya sudah di daftarkan resmi, trus kenapa paket 10mb nya telkom murah ? tanya deh ke org telkom, pasti membuat kita aneh jawabnya

    semoga telkom sedang berbenah dengan adanya begini

  121. halo ‘met pagi salam kenal netizen 😀 sy numpang corat-coret jg yak ^.^ cekidot..
    kemarin saya ke plastel dgn niat daftar indihome pro (speedy+telfon) krn dirumah terlalu malas utk nonton tv kecuali berita dan onthesp*t.
    ada bidadari cantik di ujung ruangan memanggil saya untuk duduk satu meja dgnnya 😀 ohh ternyata si doi CSnya (jd malu >,_> biaya registrasi
    ??oh.. klo STB itu apa? >> kita kan skr gak pake kabel seperti dulu jd pake STB
    ???ohh.. (dlm hati: anggap aja gw ga tau STB itu biaya tambahan lagi krn tv nya)
    total perbulan selama promo diluar biaya ini-itu di awal pasang 1Mps= 245.000+24.500+40.000=rp309.500/bln jelas beda dgn paket pro harapan saya sblm datang :'(

    –>> kesan saya dgn PT.TELKOM yg sekarang adalah ber-visi&misi membudidayakan masyarakat untuk menonton tv (terlihat dari paket paksaannya CMIIW) <<–

    datang senyum pulang cemberut, saya ke parkiran untuk membesut kuda besi saya sambil lemas. di jalan saya mampir ke toko pulsa untuk beli kartu internet yg 100.000/8giga/1tahun dan tersenyum lagi 😀
    berhubung saya gak punya buku diary jadinya saya numpang curcol disini haha sekian dan terimakasih 😀

    Salam Move On 🙂

  122. wah baru daftar minggu lalu dan sdh mulai berasa ragu, abis ngga ada kabar lagi dan begitu di telp katanya belom bisa dipastikan jadwal pasang krn cek sistem dll.. mending balik ke firstmedia lagi deh..

  123. Hati-hati dengan berlangganan internet melalui telkom, mau speedy ataupun rebrand nya Indihome.

    !Himbauan¡
    Ini bukanlah hasutan, hanya sebagai himbauan untuk di pertimbangkan sebelum ada yang ingin memasang jasa internet Telkom, apapun namanya.

    Berikut daftar kekecewaan saya berdasarkan kejadian yang saya alami.

    1. Kecepatan sangat jauh dengan yang di janjikan, benchmark dengan firstmedia (saya di rumah pakai firstmedia, di kantor indihome)

    first media di speedtest hanya kurang 10% dari kecepatan yang di janjikan, sedangkan indihome kecepatannya hilang 80% dari yang di janjikan. (firstmedia saya menggunakan router wifi, sedangkan indihom langsung colok LAN ke PC)

    2. kalau masalah kecepatan masih bisa di maklumi (toh iklannya *UP TO* bukan *PASTI*)

    pemberhentian berlanggan akan di persulit mulai dari harus menunggu di konfirmasi pihak telkom (jika mengajukan berhenti melalui telkom 147), di bilang tidak bisa karena harus minimal berlangganan 1 tahun (tidak ada kontrak yang saya tanda tangani, marketing person tidak pernah memberi statement soal ini, tidak ada tertulis di mana pun di SK yang di berikan setelah pemasangan)

    3. Kualitas pelayanan CS telkom sangat tidak konsisten dan berkesan malas-malasan.

    Kasus 1: CS telkom menelepon saya untuk memastikan bahwa internet telah terpasang, tetapi memberikan detil informasi yang salah (nama pemasang salah) saya minta agar langsung di ganti, CS menyuruh saya untuk pergi ke plasa telkom untuk melakukan penggantian padahal kesalahan berada di pihak telkom. Saat pemasangan dan pengajuan menggunakan nama saya.

    Singkat cerita setelah di rayu CS telkom bersedia menggantikan nama di sistem melalui telepon.

    Tetapi nyatanya saat saya melakukan telepon aduan, nama pemasang masih salah (tidak di ganti sepenuhnya, hanya nama saya di tambahkan di depan nama yang salah)

    Kasus 2: Saya melapor melalui 147 untuk berhenti berlangganan, sudah di catat semua dan di berikan nomor pengaduan. Beberapa hari kemudian saya telepon untuk mengkonfirmasi nomor pengaduan tersebut, tetapi datanya tidak ada.

    4. Prosedurnya semakin aneh, setelah bulan pertama pemasangan indihome, saya di telepon oleh CS telkom dan di beritahukan bahwa pembayaran pertama indihome harus di lakukan melalui plasa telkom langsung.

    (Mungkin prosedur baru, karena sudah 2 kali saya menggunakan jasa internet telkom sewaktu masih berwujud speedy dan selalu melakukan pembayaran pertama melalui transfer)

    Di atas hanyalah sedikit dari kekecewaan saya akan telkom, dan brand ISP nya Indihome. Masih banyak kekecewaan saya saat menjadi pelanggan Speedy.

    2 kali saya di kecewakan speedy, dan untuk terakhir kali nya di kecewakan kembali oleh telkom melalui Indihome.

    2 kali saya memasang speedy di karenakan keterbatasan pilihan.

    1 kali saya memasang Indihome karena merasa telkom akan memberikan servis yang lebih baik lagi di balik rebranding nama speedy.

    Terbukti saya hanyalah customer bodoh yang mudah termakan iklan imej korporat dan harga murah.

    Ini bukanlah hasutan, hanya sebagai himbauan untuk di pertimbangkan sebelum ada yang ingin memasang jasa internet Telkom, apapun namanya.

    Karena mungkin hanya kesialan saya semata (teman saya di daerah yang berbeda tidak pernah mengalami kejadian buruk sedikit pun menggunakan telkom, dari Speedy sampai sekarang Indihome)

  124. wkwkwk
    indihome itu paket yang dipaksakan.
    sering baca komplain yang STB kehabisan,jaringan gak kuat dll.

    harganya juga sangat mahal 😀

    dan kalau yang saya tahu ilmu teknisi yang paham FO ini masih belum banyak.
    jadi kalau gangguan siap2 aja menunggu antrian perbaikan petugas FO.
    di saya ini sudah gangguan dan tidak ada tanggapan selama 1 minggu.
    sebelumnya pernah 2 minggu lebih.

    karena jengkelnya saya tulis dah SP di kompas.

  125. Halahhhhh pantesan saja saya daftar Indihome sudah lebih dari seminggu dicuekkin saja, setelah ada follow up pertama (1 hari setelah daftar di telp 147) …

    sampai sekarang gak ada kabar berita 🙂

  126. Paaaaraaaahhg bgt deh masa udah telp sampe dengan 5 kali tapi ga ada aksi sama sekali

    padahal dah ada no keluhan nya jadi sebetulnya untuk apa no keluhan biar gaya aja ya

    masalah cuman sepele cuman ganti remote tapi dah sampe sebulan ga ada yang nongol buat tindak lanjut secara argo jalan terus bung…..

  127. Terima kasih mas. Minta izin artikel ini mau saya taruh di tugas mata kuliah berfikir strategis.

    Kebetulan saya lihat contoh kasus speedy ini enak untuk dibahas. Saya juga pagi ini baru menelepon speedy saya kita ada promo baru dengan penawaran 5 Mbps seharga 150 ribu.

    Pas saya tanyakan ke CS Telkom ternyata paket itu sudah tidak berlaku.

    Walaupun saya lihat promo itu ada di sebuah website lain, bukan website resmi telkom speedy.

    Sekarang untuk pemasangan baru maupun upgrade akan dilarikan ke IndieHome dengan harga 245 ribu mendapatkan tlp rumah, useTV dan 1 Mbps internet saya rasa memang cukup adil harganya.

    Namun siapa yang butuh useTV dan tlp rumah.

    jika menyasar pada perusahaan memang berguna, tapi kenyataannya sekarang kan banyak juga orang kecil dan mahasiswa memasang speedy.

    saya rasa memang speedy saat ini sedang kebingungan dan kehilangan arah memikirkan produk yang akan mereka tawarkan agar mereka jaya lagi.

    Tidak tahu deh untuk promo ini apakah akan laku keras atau akan menjadi boomerang yang akan merugikan pihak konsumen ataupun telkom sendiri.

  128. kmrn dpt tawaran KATANYA gratis USeeTV, krn dah lama langganan internet…eeeiiitttt tahu2nya tagihan bengkak nambah 85 rebu….sapa mau….gila nih telkom…

  129. wah…

    benar benar buruk pelayanan telkom.

    saya sudah 3 bulan berlangganan speedy, alhamdulillah tdk ada masalah sdikit pun. saya mau tanya nih, saya mau upgrade kecepatan dr 512 Kbps ke 1 Mbps cuma untuk 1 bulan kedepan, setelah itu balik lagi ke 512 Kbps, (mumpung ada duit…hehehe) apakah bisa ?

    saya mau tanya yg lain lagi nih..

    kira kira paket 100 Mbps kecepatan downloadnya di IDM brp dan brp harganya?

    saya cari info di internet harganya bermacam macam .saya jadi bingung. kalau 512 Kbps pengalaman pribadi saya coba sih cuma sekitar 40 – 55 KBps di IDM, kadang sampai 70 KBps.

    Maaf kebanyakan tanya nih, tapi tolong di jawab ya!

  130. telkom…oh…telkom

    sebulan lebih daftar pemasangan baru untuk indihome via 147 ampe sakarang ga ada perkembangan, ngadu lg ke 147 sama aja ngadu ma tembok

    jawaban tetep sama tunggu dari tim teknis tlp

    ga serius kali ya jalanin bisnisnya

  131. butuhnya internet, amat sangat terpaksa harus langganan tv.. dan harga nggak sesuai dengan kualitas pelayanannya..

    sudah 3 hari terakhir ini setiap hari rasanya emosi terus gara2 gangguan internet dan useetv nya.. akhirnya jadi mikir lagi.. kita udah bayar mahal, tapi tiap hari masih harus dongkol krn kualitas layanan dari vendor yang amatiran kayak gini..

    saya masih heran dengan cara berpikir divisi bisnis telkom.. berusaha berinovasi tapi ternyata tidak dibutuhkan pasar.. jujur saja terkadang saya mikir kalau indihome ini seperti langkah bunuh diri..

    membuat produk harusnya dilihat dari kacamata pelanggan.. bukan direksi..

    jaman semakin berkembang, pelanggan semakin cerdas dan banyak pilihan.. jika tidak jeli.. perusahaan sebesar telkom pun bisa hancur..

  132. lihat aja sekarang di kantor telkom

    skarang berubah mirip warnet..

    bisa ngenet bawa laptop, pengunjung yg jelas pasti rame, soalnya tarif murah.. kita pengusaha warnet jelas muak sekali..

    kayaknya skarang telkom mau hidup sendiri tanpa mikir pengusaha warnet kecil…

    buat kepala telkom mikir dong !!! jgn menang sendiri !!

  133. Salam Kenal,

    Saya baru saja ke plasa telkom di Kotabumi, mengurus perubahan nama pelanggan untuk speedy dan layanan telpon dikantor tempat saya bekerja (Fajar Bulan, Lampung Barat) kebetulan kantor telkom-nya masih menginduk ke Kotabumi Lampung Utara..

    yang sangat aneh adalah kesalahan input data nama pelanggan dilakukan oleh pihak telkom saat pendaftaran awal dulu tahun 2011 yang tidak sesuai dengan aplikasi pendaftaran

    namun hari ini ketika saya mengurus perubahan nama tersebut, CS nya berkelit kalau dulu itu daftarnya langsung ke pusat lah bla bla bla terlihat di desk seperti itu

    dan menurut saya itu sangat tidak masuk akal karena jelas sekali dan tidak mungkin melakukan pendaftaran di pusat karena kami daftar di plasa telkom didaerah.

    Dan saya merasa heran karena CS menjawab nanti akan saya tanyakan kepada manager kami dahulu apakah bisa untuk dilakukan perubahan nama pelanggan.

    saya sangat terganggu dengan kesalahan nama ini karena jelas nama yg tertera adalah bukan nama perusahaan kami tetapi nama perusahaan retail yg terkenal sampe kekampung2 (Indom**co Prisma***ma).

    CS telkom menyodorkan formulir Balik Nama dan meminta saya untuk mengisi dan tanda tangan diatas materai dan tentunya dikenakan biaya BBN+materai sebesar Rp. 42.000, yang membuat saya heran adalah Balik Nama

    padahal itu bukan balik nama menurut saya karena dari awal daftar sudah perusahaan kami yang mendaftar dan pasang baru, dan si CS pun menjawab iya pak perubahan nama..

    menurut logika saya ini tidak masuk akal dan telkom menipu pelanggannya karena kelalaian petugasnya yang salah input data pelanggan saat awal pendaftaran sehingga membuat kami dirugikan dengan harus merubah nama dan dikenakan biaya.

    Sungguh tidak profesional padahal kami adalah pelanggan bisnis yang sudah bertahun2 berlangganan speedy telkom bahkan sampai 4 nomor pelanggan di satu kabupaten yang sama.

    respon pengaduan pun sangat lambat, jika mati lampu maka mati pula internetnya..

    berharap ada provider lain yang lebih oke di daerah kami Fajar Bulan Lampung Barat dan telkom segera terkubur akibat dosa-dosanya menipu pelanggan.

  134. Kalau menurut saya paling oke speedy dari harga dan kualitas..

    Saya di surabaya dengan memakai 2mbps + telpon gratis dengan perbulan bayar 180-210rb tergantung pemakaian telpon.

    Semenjak ganti FO sudah beberapa kali telpon mati dan internet lumpuh total seharian.

    Untuk entrepreneur online seperti saya ini sangat mengganggu. Bahkan saya baru sadar telpon itu yang pakai voip sekarang harus ada listriknya supaya bisa jalan yah.

    Emang sih untuk wilayah saya dapat free trial selama 3 bulan dengan kecepatan 5 MB.

    Tapi kalau koneksi mati2 begini tidak jadi produktif. Posting juga ngga bisa, akhirnya ketemu artikel ini dan ikutan curcol 🙂

    Btw ini pake koneksi telkomsel. 19gb/tahun.

    Di tawarin dengan harga 2 model yaitu 250rb lengkap tv+telpon+5MB atau 260rb hanya telpon + inet 10MB. Dan ini belum termasuk ppn.

    Masih cari2 harga miring di kaskus pernah liat deh kayanya.

    Jadi jangan musuhi telkom yah cari harganya yang murah ada kok. Bedaaa jauh dgn yg lain (diatas 300rb) harganya

  135. Sama persis dg yang saya alami!

    Saya adalah pengguna telkom dan speedy dalam waktu lama dan tidak ada masalah.

    tapi masalah muncul setelah ditawari INDIHOME oleh pihak telkom melalui telpon. waktu itu paket yang ditawarkan kesaya berupa:

    – unlimited internet
    – USee tv 90 an channel
    – gratis nelpon lokal maupun interlokal
    – tarif flat 290 ribuan + ppn

    tanpa pikir panjang saya setuju untuk pasang indihome.

    setelah 1 bulan ternyata tagihan saya tidak sesuai dengan perjanjian.

    pada bulan ke2 tagihan indihome say di angka 400 ribuan. langsung saja saya komplain ke telkom 147, walhasih rincian tagihan sbb:
    – abonemen 330ribu
    – intelokal 14 ribu
    – DLL

    wah…. jauh banget dengan apa yang ditawarkan: abonemen 290 ribuan + gratis tis nelpon lokal dan interlokal.

    ternyata oh ternyata saya dapat konfirmasi lagi dari telkom:
    – gratis nelponnya hanya 1000 menit/bulan

    Ini perusahaan besar apa toko dipasar? Kalau toko dipasar pantes harga berubah ubah. Trus kalau Telkom harga plin plan?????

  136. Untung saya baca artikel ini, klo gak mungkin 5 menit yg lalu sy sdh daftar indiehome!

    Gara2 kemakan tarif yg bener2 murah 290 rb, 10 mbps, useetv 99 channels, telp 1000 menit free.

    Pas sy liat comment2 diatas, ternyata tagihan selalu nyentuh 400rb yah? dipikir2 sih bener jg, di websitenya gak pernah ada info ttg harga!

    Thank you, you guys just saved my ass ;D

  137. daftar indihome aja dari februari 2015 sampe sekarang bulan mei 2015 belum ada realisasinya,
    parah dah pelayanan telkom!!

    telp 147, jawabnya cuma akan di follow up…..

    gak tau sampai kapan dan gak ada yang tahu kabar beritanya…

    kalau memang belum, setidaknya konsumen diberi info…

  138. alhamdulillah saya berlangganan indihome 10mb di bulan pertama tagihannya sesuai dgn promo yg ada,bahkan kurang dr harga promo yg tertera…

    mudah2an saja di bulan depan tagihan saya tidak melonjak,jadi saya tidak kecewa dengan layanan telkom…

    dan sampai saat ini saya merasa puas&nyaman dengan layanan orang2 lapangan dr telkom…

    maju terus telkom dan benahi segala kekurangan yg ada

    wassalam…

  139. he.he.he..telkom…kasian amat seh..kalian mahal2 bayar untuk pelayanan yang begitu buruk…

    kalo aku malah internet gratis bertahun2..he.he.

    cm bayar abudemen doank…dapet speed 1mb..

    dikantor wifi.id yg kuenceng bisa download 3 giga dalam 1/2 jam gratis..karena bisa dijebol…he.he.

    gpp deh..semoga telkom ttp seperti ini…

  140. Sekedar Info, saya adalah Pelanggan Speedy dan Tv berbayar Operator Produk T**** sudah 2 bulan migrasi ke Indihome karena adanya Bundling 3 Produk dan sekarang jadi lebih murah bayar tagihanya sebelumnya . membaca komentar sebelumnya saya agak ragu untuk Aktivasi Indihome tapi keraguan hilang setelah Indihome sudah aktif di rumah. Komentar Produknya Bagus (Internet dan IPTV oke).tks

  141. Kalian semua tuh banyakan kritik,tukang kritik,banyakan komen,ga usah kritik sana sini Telkom udah ada yg ngurus jd ga usah ikut ngurusin palagi mencap bad management ! Lah wong kerja disana aja engga ko bisa menilai spt itu !! Sekarang yg ptg gimana caranya kita kreatif untuk diri sendiri, dn bermanfaat untuk org lain, kaga usah kebanykan bacot. Mau bagus ya pasti mahal, mau murah ya pasti lelet! Liat aja gaung internet 3g dn skg 4g toh kalo diitung lebih mahal internet dr provider seluler, mau kecepatan tinggi ya beli paket 100rb dapet 5 GB…5 GB buat streaming paling ga sampe seminggu dah habis..belum masalah sinyal???nah indhome pengalaman pribadi nii : 10 MBps, 366rb, all chanel (promo) full speed, sesuai speedtest.net jg cocok, tv kabel ??Torrent file 2 GB bisa didownload 25 menit. Mantap!!

    • banyak kritik berarti kualitas telkom buruk tau.

      Gimana mau kreatif diri sendiri, gua lagi usaha kreatif tergantung inet, spedol ngehambat gua dengan gangguan2nya.

      Elo jangan bandingin dengan seluler ateuh, bandingin dengan First Media ataw yg Sinar Mas yang baru itu.

      Indihome 10mb gua sekarang drop jadi 1.5mb udah 2 minggu udah lapor sono sini kaga ada tanggapan…sontoloyo

  142. Tulisan yang tidak berimbang. Kritik boleh, tapi mungkin sekalian diberikan solusi yang tepat. Sudah coba produknya belum???

    Kalau harus nunggu 1-5 hari itu mah biasa, maklum memang lagi booming.

    saya coba kok indihomenya. Mungkin sekarang saatnya “game changer” bagi telkom.

    Jika di manage dengan baik mudah-mudahan ke depannya telkom jadi lebih baik.

    *saya bukan orang telkom, cmn orang awam yg nyobain indihome. Dan emang salah satu reason saya coba karena ini beda dengan speedy, telkomvision dan apalah produk-produk gagalnya telkom.

    Thanks anyway.

  143. Tulisan diatas sangat bagus, banyak yang kritik tentang Produk Indihome serta layanannya

    tapi tidak kasih perbandinganya dengan produk pesaingnya yang selevel apakah sudah 100 % ok pelayanannya.

    jadi jangan asal kritik soalnya produk telkom ini semangkin dikritik semangkin laku di pasaran.

    sekian dulu, saya pasang indihome ftth ok tak ada masalah.

  144. gan/sist jika ada yg minat pasang Indihome kontek ane di 081297485211,ane cover area jakarta selatan
    Indihome Paket up to 10 Mbps Rp.352.000,-/bulan

  145. Saya baru hari ini mendaftar indihome, awalnya saya ingin mencoba, saya memang sempat bertanya-tanya tentang produk ini ” apakah akan seperti spidol?”

    sekedar info, sampai saat ini saya masih aktif sebagai pengguna frist media dan saya sengaja memasang indihome untuk meng-compare kemampauan dari FM dan IH.

    baru kemarin saya daftar dan bulan depan akan saya bagi pengalaman saya mulai dari pelayanan teknisi, tindakan teknis hingga kemampuan produknya…

    ( karena saya juga pengguna FM jadi akan saya adu FM vs IH dan domisili saya jakarta timur )…

    sampai ketemu bulan depan 🙂

  146. Web nya indiehome g ada price list nya…waktu sy mau cek harga di web nya tertulis kl mau tau paket harga nya pd tahap konfirmasi paket pilihan…

    ketika masuk klik sana sini …

    krn ber-asumsi “pd tahap konfirmasi” (berarti kl belum di klik konfirmasi gk langganan donk, logikanya kan begitu)

    saya isi data no telp dan identitas …

    ternyata pada saat saya mau cabut speedy, di komputer tertera bahwa saya sudah upgrade layanan speedy sy menjadi indiehome

    dan apabila mau dicabut harus dicabut semua dengan telpon rumah juga …

    kl mau pasang telpon baru harus program indie home juga ..

    suatu program yang ABSURD menurut saya ( lah kl rumah orang nya gk ada komputer gimana dan tv gimana ? )….

    saya merasa tertipu dan dirugikan dengan langkah2 di web yg tidak jelas

    ( saya tidak merasa mengkonfirmasi dan saya mengisi data dengan harapan mau lihat daftar harga paket mereka )

  147. Saya berlangganan indiehome belum ada 2 bulan sudah ada masalah.

    Dan sampai sekrang teknisi belum juga datang.

    Mengadu ke 147 saya kira sama saja kita berbicara dengan kambing, hanya bisa bilang akan disampaikan kebagian terkait.

    (Curhat tlp ke 147 hari pertama nada lembut, hari kedua agak keras, hari berikutnya sedikit kasar) tapi tetap tidak ada teknisi yg datang.

    Menurut saya telkom lebih baik dijual ke pihak swasta agar para karyawan yg malas dan tidak berkompeten harus dimusnahkan.

  148. Saya sudah beralih ke 10mb dan hasil speed test juga sesuai.

    Kadang kalau ngga bisa keluar gambar kali browsing telpon aja ke 147 nanti akan di unbind oleh petugasnya dan hasilnya skrg cukup memuaskan.

    Billing masih belon tau seharusnya ngga nyampe 400rb bahkan mungkin dibawah 300rb perkiraan saya.

    Semoga membantu yg lain dalam memilih internet….. Salam

  149. Miris banget saya… 4 bulan dapet speed 3 Mbps bayarnya 800ribu…

    Temen saya bayar 160ribu dapet 5 Mbps… T.T…

    Awalnya daftar Indihome paket 10Mbps tiba2 di status tertulis 20 Mbps…

    Datarate modem hanya 3 Mbps selama 4 bulan ini…

    Telpon 147, twitter, report via website indihome, dll. 10x lebih tidak ada tanggapan..

    Tidak ada teknisi yang datang 1x pun meskipun “katanya” statusnya sudah diganti emergency…

    Saya sabar aja dah…

    Semoga ada balasannya bagi yang sengaja mengkorupsi…

  150. Artikel nya bagus dan sangat menggugah.

    Setelah telkomvision, flexi, speedy dibunuh..

    Indihome keluar sebagai pahlawan dengan menghadirkan layanan dalam satu paket.

    Memang gaungnya indihome belum kelihatan, selain masalah teknis pada masa transisi saat ini (terutama fo).

    Tentu tidak ada yg berharap trouble, karena kita semua tahu bagaimana telkom melayani pelanggan.

    Tidak ada yang salah dengan plasa / blanja, kembali lagi ke pandangan konsumen tentang bagaimana telkom melayani pelanggan.

    Rasanya sangat jauh jika dibandingkan dengan toped yang serba praktis.

    Ya.. Semua desain web, aplikasi telkom sangat buruk. Namun nyaris tak terdengar dan terus berkelanjutan, disini yang dibutuhkan tenaga muda enerjik, dinamis dan kreatif.

    Jika dihubungkan dengan domain anda, yang bisa kita pelajari disini adalah bukan hanya mengejar jutaan pelanggan namun bagaimana melayani jutaan pelanggan sehingga tidak akan berpaling kelayanan lain.

    Nasionalisme tidak bisa dikaitkan karena ini semua murni bisnis, sebagai konsumen kita berhak atas pelayanan terbaik.

  151. Akhirnya IndiHome dipaksa untuk ditelan mentah2 pelanggan speedy lama

    mau gak mau suka nggak suka cuma itu yg tersedia dijaringan FO dengan dalih penyesuaian tarif nasional

    semoga saja para pesaingnya melebarkan sayap ke pelosok2 untuk mengubur “pemaksaan” indihome

    #Korban PHP Speedy Telkom

  152. mau kasih komentar dikit, banyak kritik ke Telkom tapi tak menyurutkan saya untuk pasang Indihome berdua sama tetangga sebelah rumah.

    sudah sebulan nih menikmati Fo 10 Mbps dan 99 chanel Useetv, hasil tidak mengecewakan.

  153. Maaf kalau nyampah disini, abis udah ga tau mau mencurahkan komplen mengenai spidol.

    Saya pengguna Telkom speedy dengan nomor pelanggan 122110203503. Saya menggunakan speedy awalnya tidak ada keluhan yang berarti, walaupun memang kecepatan dibanding dengan operator lain masih kalah. N

    amun karena operator lain tersebut belum meng-cover area rumah saya, mau tidak mau saya menggunakan Telkom Speedy. Semua berjalan lancar hingga modem kami rusak terkena petir.

    Sekitar pertengahan bulan Desember 2014, rumah saya terkena petir.

    Menyebabkan modem, tv, dan dekoder saya rusak semua. Setelah follow up yang cukup lama akhirnya modem berhasil diganti, itu juga berkali-kali telepon 147.

    Tanpa curiga apapun, tagihan saya dibulan januari tiba2 berbeda dengan biasanya.

    Biasanya tagihan speedy termasuk telepon saya berkisar di 200 – 220ribuan.

    Singkat cerita, tanggal 7 januari 2015 saya ditagih 240ribu, 6 Februari 2015 ditagih 297ribu, 5 maret 2015 ditagih 295ribu, 7 april 2015 ditagih 331ribu.

    Memang cukup telat untuk menyadarkan saya ada yang salah dengan tagihan speedy saya. Alhasil saya telepon 147.

    Saya meminta penjelasan kenapa tagihan saya kok tinggi sekali. Ternyata oh ternyata, saya ditagihkan penggunaaan USEETV. Oh my God…

    Bulan januari 15 penggunaan useetv 33rb, Februari – Mei 2015 useetv 80rb perbulannya.

    Saya ditagihkan penggunaan USEETV yang notabene saya tidak pernah mendaftarkan diri ataupun pernah sekalipun menyatakan setuju dengan ditambahkannya USEETV di dalam tagihan saya.

    Apakah ini modus penipuan apa hanya kesalahan teknis semata? Wallah alam.

    Saya telepon 147 tanggal 5 Mei 2015 dengan nomor keluhan 1004440208 untuk meminta ganti rugi biaya useetv yang sudah saya bayarkan dan untuk menutup USEETV nya.

    Tanggal 11 mei 2015 saya telepon kembali 147 untuk follow up permintaan saya dan dibuatkan nomor keluhan baru 1004489140. Kali ini dibantu untuk tutup useetv nya.

    Tanggal 12 – 13 – 15 mei 2015 saya telepon kembali 147 dengan nomor keluhan yang sama 1004489140. Namun tidak ada hasil konkrit.

    Cukup mengecewakan sekali untuk perusahaan sekaliber Telkom. Pada tanggal 15 Mei 2015, saya dijanjikan akan ditelepon oleh bagian billing.

    Namun sampai detik ini tidak ada telepon yang masuk.

    Akhirnya tagihan speedy bulan mei 2015 saya putuskan untuk tidak dibayarkan, karena sudah cukup dirugikan, buat apa saya bayar lagi.

    Tanggal 3 Juni 2015, saya masih coba telepon lagi ke 147, kali ini dengan nomor keluhan 2015-06-147TF020.

    Kali ini dengan sdri Rina, dia bilang menurut di system, saya baru request penutupan telepon, belum ada penutupan useetv nya.

    HAH? Padahal tgl 11 mei 2015 saya sudah minta tutup useetv nya.

    Saya sudah malas berurusan dengan Telkom lagi, akhirnya saya memutuskan untuk menutup semuanya, termasuk telepon rumah.

    Dan sampai detik ini, belum ada ada kontak dari pihak Telkom. Beruntungnya, operator lain sudah bisa mengcover area rumah kami, jadinya kami tidak perlu berlama2 tanpa internet.

    Akhir kata, pengalaman yang cukup mengecewakan, perusahaan sekelas Telkom nampaknya tidak terlalu peduli dengan pelanggannya, beda dengan adiknya Telkomsel.

    Terbukti dengan apa yang saya alami saat ini.

  154. Kebetulan saya diminta tolong teman untuk periksa kenapa WIFI Indihome yang gak jalan, padahal baru dipasang 2 minggu.

    Pas saya lihat pada router memang tidak ada koneksi ke internet, yang artinya internet tidak konek ke Telkom.

    Saya kebetulan memang mengurus internet di kantor dan mengelola sebuah warnet dengan Speedy sebelumnya. Pengalaman dgn Speedy memang sangat menyebalkan dgn seringnya terjadi gangguan dan harus lapor ke 147 berkali-kali serta bisa berhari-hari tidak ada solusi.

    Saya berharap Indihome ini tidak mengikuti jejak Speedy sebelumnya yg buanyakkk masalah, contohnya seperti kasus di teman saya ini.

    Mudah2an gak mengulang lagi ya…

  155. Saya ini bener-bener end user banget, waktu baru denger telkom ngeluarin produk internetan 100Mbps sempet kaget

    tapi pas saya coba cek ke beberapa orang yang udh pasang ternyata kualiatasnya “bener-bener mantaf” dan menyedihkan 😀

    jadi inget dulu waktu gencar2nya promo speedy begitu saya pasang ga sampe 5 bulan tak suru cabut aj… wkwkwkw

  156. Tepat sebulan kemarin ada tlp dari marketing menawarkan pemasangan TV cabel USEE TV entah apa lah dan beberapakali kami menolak. padu suatu haridan berunding dengan keluarga akhirnya mencoba karena ada penawaran paket Upgrade Indihome rp 170 dengan rasa senang istri meng iyakan untuk di pasang…gratis pemasangan gratis tlp lokal 1000 menit.

    Waktu berjalan 1 bulan ada tagihan sebesar Rp..379 rb dengan heran sy menanyakan rincian.

    tlp ke cs.. ………………… akhirnya dapet rincian n penjelasan 379 terdiri dari, Biaya administrasi —> (di awal katanya gratis) , ada biaya sema perangkat 35 rb.. (diawal tidak ada biaya sewa hanya di pinjamkan) …… biaya matrai dan ppn

    silahkan menyimpulkan ke bohongan nya..

    Akhirnya sepakat kita akan memutus TV cabel dan minta di kembalikan ke paket awal TAPI.. Pihak CS berkata bila akan di cabut TV maka Semua perangkat TLP dan Internet akan di cabut juga.. Loh Kok begitu katanya peraturan baru…

    di sini say merasa tertipu di awal tidak di sebutkan bila akan downgrade kembali akan di cabut seluruh saluran seandanya tau seperti ini saya pasti berfikir 10000x untuk pasang TV cabel nya.. toh sy hanya perlu Tlp dan internet saja.

    sebagai pengalaman saja untuk semua masyarakat jang tertipu oleh kelicikan Perusahaan ini.

  157. Dan saya pun tertipu oleh MARKETING TIDAK BERTANGGUNG JAWAB INDIHOME…

    sama seperti Bung ALE dimana kejadiannya sama persis dengan yang terjadi oleh saya.

    diiming – iming dengn cukup membayar 250ribu karena dari laporan 3 bulan terakhir bahwa tagihan sebesar 240ribu maka sudah bisa dapat gratis telp lokal, inet dan tv kabel

    nantinya akan lebih IRITTTTT

    TAPIIIIIIII…..tagihan saat ini 300 ribu….dan sialnyaaa setelah promo habis nanti akan MENJADI 420ribu………

    dengan ancaman cabut tv kabel akan tercabut telephone dan internetnya

    awal mau irit JADI SIALLLLLLLL….

    T_T

    jujur tv kabel bukan suatu keharusan di keluarga saya, yang utama saya butuhkan hanya internet dan telephone rumah. tapi ini suatu PEMAKSAAN .

    jika seperti ini lama-lama akan kehilangan pelanggan dijamin.

  158. Seharusnya telkom mempertahankan speedynya bukan malah di shutdown.

    Saya yakin masih banyak pengguna speedy yang tidak butuh useetv.

    Dan sekarang telkom juga menyisipkan iklan inject u-ad.info. Bikin pengalaman browsing jadi mengecewakan.

    Buat telkom, Saya hanya butuh internet cepat dan stabil. Tidak butuh useetv

  159. Nah!!!

    Saya juga kesel bgt nih sama telkom, saya sudah melakukan pendaftaran satu bulan yg lalu dan urgent untuk kebutuhan kerjaan.

    Saya tanya terus menerus tetapi ga ada hasil.

    Jadinya capek, kerjaan luntang lantung karna saya cuma pake modem yg dirumah saya sinyalnya ga bagus2 bgt.

    Sediiiih sama telkom! Ga memegang prinsip good governance!

  160. Awalnya pihak telkom telpon saya menawarkan layanan internet diupgrade ke paket indihome. Harga yang ditawarkan 300 ribu/bulan.

    Setelah indihome terpasang saya mencoba konfirmasi ke kantor telkom Blitar untuk memastikan tarif paket ini apakah benar 300 ribu/bulan.

    Disinilah awal kekecewaan saya, sebab ternyata paket indihome di wilayah ini totalnya 375 ribu/bulan.

    Harga ini tentu jauh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan sebelumnya.

    Sepertinya telkom membabi buta dalam menjual produk terbarunya.

    Mereka memberi informasi menyesatkan kepada pelanggan demi mendapat pelanggan sebanyak banyaknya.

  161. saya juga merasa bingung gimana strategi mereka, apa yang di targetkan dan apa yang di dapatkan.

    oke mereka menargetkan rumah dengan kecepatan segitu otomatis mereka juga menarget anak’ muda, dimana sekarang sangat amat membutuhkan koneksi tinggi untuk bersaing di dunia maya.

    sedikit cerita aku pernah daftar tahun 2014. dan sekarang sudah juni 2015 indihome belum terpasang karena tidak tercover.

    ok ga masalah tp kenapa ada marketing nawarin ? dan di tlf pusat 1 bulan lalu mau di pasang lagi dan hasilnya ketipu lagi.

    dan setelah ngecek sana sini, ternyata kampung sebelah sudah tercover dan belum untuk kampungku.

    di tempatku ada speedy memang, dan pelanggan di kampungku banyak aku akuin banyak.

    tp di pandang sebelah mata.

  162. ane dulu pelanggan setia speedy dengan kecepatan 1Mbps dan ane baru upgrade ke indihome

    tapi buat ane gamer untuk bermain game online saya rasa indihome tidak cocok

    saya lebih puas dengan paketan speedy saya yang 1Mbps karena di indihome saya sering mengalami yang namanya lagging

  163. Sebenarnya kalo mau daftar indihome itu harus 1 paket apa boleh hanya internet dan telfon.
    Dan apa ada paket indihome 1mb

  164. awal tahun ada petugas yang mau mengganti kabel tembaga dengan Fiber optic.

    Sama petugasnya saya menanyakan apakah bisa telpon biasa yang sekarang dipakai?

    Ngga bisa pak, harus ada alatnya lagi. Saya berpikir pasti harus beli semacam converter dari fiber ke kabel tembaga biasa yang ada di rumah.

    Trus saya tanya lagi apa keuntungan pake kabel fiber? J

    awab petugas untuk TV Kabel pak.

    Pada saat itu saya sudah pake F*r*TMedia, saya pikir oh u itu tho trus langsung saya batalkan, kemudian petugas itu marah-marah katanya nanti akan di putus kalau tidak diganti fiber.

    Saya bilang silahkan, tinggal saya tutup. Lha sekarang telkom yang butuh pelanggan, bukan pelanggan yg butuh telkom.

    Hari ini saya coba telp 147 dan minta penjelasan mengenai IndiHome, penjelasannya sangat hapalan sekali. Di tanya apa jawabannya apa…betul2 ngga berkelas.

    Trus mau tanya masalah teknis instalasi saja tidak dikasih.

    Katanya hrs register dulu baru bisa konsultasi. Lha rumah baru di renov trus kabel2 udah rapi, cuman tanya kabel yang masuk untuk TV maupun Modem menggunakan kabel apa kok jawabannya…kita pake mdem wifi pak…kabel ngga bayar lagi bla..bla..bla..hadew cepot deh.

    Setelah membaca artikel ini saya jadi ngga berminat langganan IndiHome…apa lagi kalau di tutup indihomenya ngga bisa u telpon rumah lagi….beruntung ngga jadi di ganti fiber optic….

  165. Kesal banget dengan ke-TIDAK PROFESIONAL-an Telkom.

    Sy Daftar indihome awal bulan mei,sampe pertengahan juni tidak ada petugas yang datang atau menghubungi.

    Iseng2 mampir ke telkomplasa cilegon.yang saya tanyakan ke mba CS nya:

    Saya: Apa di rumah saya ud bisa pasang indihome?

    CS: Belum bisa pak.untuk tahun ini cilegon msh hanya 2 kecamatan yg sedang dalam proses pemasangan FO.

    SAYA: wah..berarti bisa2 taun depannya lg dong rumah sy dapet FO *geleng2

    CS: iya.mungkin pak

    SAYA: kalo pasang internet/speedy aj bisa?

    CS: BISA

    AJAIB,padahal di 147 dikatakan bahwa sudah tidak ada produk speedy

    Saya: Terus tarifnya brp?

    CS: *nulis di selembar sobekan kertas,persis kaya tukang nasgor ngitung tagihan pelanggannya

    1mbps: 270rb an

    Saya: Kok lebih mahal dari indihome?mending sy pasang indihome 10mbps yg 300rban

    CS: Ooo..indihome itu hanya tarif promosi pak,desember nanti naik jadi 800rb/bln.

    SAYA: Kok ga ditulis di brosur indihome kalo tarif promo?

    CS:* senyum aj

    Saya membatalkan niat memasang produk internet apapun dr telkom hanya layanan telpon yg msh terpasang.

    AJAIBNYA…

    Hari ini dan sudah 2 bulan terakhir ini saya dapet sms yg isinya:

    “Pelanggan Yth, Internet anda telah mendekati batas pembayaran bulan 06-2015, mohon lakukan pembayaran sebelum masa isolir dan denda. Abaikan jika sudah membayar.”

    Telkom emang WEW deh…

  166. ane dirumah paket indi home *20 mb upto 30 itu mas…. sering nya di atas 10….

    saya sudah puas kog sama bandwithnya 😀

  167. jeleknya telkom di layanan indihome itu terlalu banyak campur tangan gan, jadi ga dikerjakan lewat 1 pintu, sangat beda perlakuanya dengan layanan VPNIP dan Astinet telkom yang “cepat tanggap”

    pembangunan jaringan fiber optik sendiri untuk indihome, bts telkomsel dll dan pemeliharaan perangkat aktif telkom itu dikerjakan oleh telkom akses gan

    untuk penarikan kabel drop fiber optik dilakukan oleh mitra telkom yg biasa bawa motor ada tangga nya (biasanya ini dijadikan ladang uang oleh oknum mitra) pekerjaan ini perlahan diambil alih oleh telkom akses karena banyak petugas tidak kopeten untuk menangani fiberoptik karena sudah berumur dan maraknya pungli di kalangan petugas mitra

    untuk aktivasi, masalah inputan billing, input no telpon dan no indihome biasa nya dikerjakan oleh karyawan organik telkom sendiri dibantu helpdesk dari infomedia & telkom akses (karyawan organik telkom kebanyakan sudah berumur dan gaptek, disini sering terjadi big bumn syndrome, yaitu lambat, koordinasi kurang, birokrasi ruwet amburadul)

    nanti untuk setting set top box nya dikerjakan oleh setter dari pt.pins(anak perusahaan telkom) pekerjaan ini perlahan diambil alih oleh telkom akses

    jika gangguan lapor 147 atau ke plasa itu dikelola oleh pt.infomedia (anak perusahaan telkom juga) ane pernah tes telpon 147, tanya harga layanan indihome untuk paket 3play 10MB harganya 1,3juta sedangkan di plasa hanya 420ribu, pada saat ditanya kenapa beda, agent call center malah jawab ngelantur

    untuk pengelolaan tiket gangguan dari 147 dan plasa telkom, mulai 3bulan kemarin diambil alih telkom akses setelah sebelumnya selama bertahun-tahun dikelola infomedia

    nanti petugas gangguan yg datang itu dari mitra (ladang uang lagi bagi para oknum)
    pekerjaan ini perlahan diambil alih oleh telkom akses

    kalo ga ada telkomsel dan anak perusahaan lainya. ga tau deh ini telkom mau gaji karyawannya pake apa..

    sebenernya overall ane sangat puas layanan indihome 10mb dengan fiber optiknya, cuma kalo gangguan itu responnya kurang banget, kalo kita blm marah2 ya ga diduluin.

  168. Mudah2an tulisan diatas benar

    Mudah2an pula manajemen Telkom atau pihak lain tidak ada yang sengaja mau hancurin Telkom agar Kompetitor dapat melenggang dengan mulus

  169. sudah 1 bulan sejak registrasi via telepon, dikasih nmr registrasi sampe 2 biji.. tapi ga ada follow upnya..

    sudah lah telkom, kalian memang tidak akan pernah becus ngurus bisnis, wong semua orang sibuk nyari pemasukan dari business activitiesnya masing2, ga peduli sama performance, yang penting dompet gue tebel…

    dan saya yakin 100% kalau orang telkom yang pake indihome ga sampe 1/2..

    yang lain pake apa dong? ya pake provider lain yang lebih make sense lah, kalau nyari kualitas ya harga juga mahal, kalau murah ya jgn ngarep kualitas dbest..

    gue sendiri lebih nyaman pake firstmedia, setidaknya mereka ga bullshit tentang kualitas, harganya juga sama dengan indihome 400rb+

    tapi sayang FM belum cover semua daerah di jakarta, sejak pindah rumah jadi susah update krn dulu sy pk FM dpt tv juga jd bisa nonton metrotv sambil main dota..

    o how i miss those joyful moments…. T_T

  170. IndieHome saya bayar total 405rb perbulan

    tp sering DC trus setiap setengah jam

    ini tentu sangat menganggu apalagi saya bermain Game online

    jd trasa banget DC nya

    huuh bener2 buruk, inet nya jg sangat lambat

    masa kalah sama yg internet pke kartu lbh murah lbh cepat

  171. Tulisan yang sangat menarik, dan semoga membuka mata para Pejabat TELKOM.

    Seharusnya TELKOM tidak memaksa Pelanggannya membeli produk sepaket yang buruk, beri keleluasaan calon pelanggan memilih, mau pasang buat internet saja, telpon saja atau mau kabel tv karena kebutuhan orang kan berbeda beda.

    kalau paketnya gratisan masih mending seperti itu, ini kan berbayar jadi menyebabkan tambahan biaya yang seharusnya tidak perlu bagi pelanggannya yang notaben tidak membutuhan salah satu layanan tsb.

    dan satu hal lagi yang saya rasa sangat penting dan tidak bisa tidak yaitu tranparansi harga produk dan promosi, kalau tidak transparan kan artinya sengaja memberikan kesempatan untuk bermain harga

    terimakasih

  172. Perusahaan yg satu ini memang banyak culasnya’ gak heran pelanggan kabur ke layanan sejenis lainnya tp lbh menjanjijan…. btw nih perusahaan kapan bangkrutnya yach… :))

  173. Indihome bgus kok, saya pakai 245 ribu all chanel up to 10 mbs dowload 1,7 mb. Semua siaranya bisa di forward and rewind selama 7 hari ke belakang. Tv kabel lainya bentar lagi keknya bakal pada gulung tikar. Orange tv all chanel 200 rb tanpa internet

  174. saya baru langganan indihome paket 10mb harga 290 belum termasuk ppn.hampir 2 bulan.

    bulan pertama baik2 aja malah cuma bayar 175ribu karena saya pasang tanggal 30 mei 2015 dan bayar tagihan tanggal 20 juni 2015.

    yang jadi masalah di bulan ke 2 saya iseng2 cek tagihan saya bulan ini tepatnya tanggal 07 juli 2015 total tagihan jadi di atas 500ribu.

    lalu saya melakukan komplain dan ternyata jawaban dari indi home “dalam tagihan tersebut ada biaya percakapan pada ponsel”.

    padahal keluarga saya jarang sekali melakukan panggilan telepon.

  175. Kyk’a Telkom masih jauh deh dari Kebangkrutan..

    nyatanya masih banyak persero dan perusahaan yang masih bermitra dengan Telkom.

    Indexnya aja dari tahun ketahun naik terus walaupun tidak signifikan.

    n selama Telkomsel masih berjaya, kecil kemungkinanya telkom runtuh. itu setau ane loh..

    • Tidak akan bangkrut krn telkomnya sendiri adalah BUMN, dan mgkn jg karena belum ada kompetitor.

      Tetapi bila kompetitor sekelas AT&T masuk, saya rasa telkom bisa bernasib sama spt TVRI..

      zombie

    • Jangan terlalu PEDE, kita lihat raksasa semacam Microsoft, Sony, Nokia, hanya dalam beberapa tahun dari masa puncaknya, mereka sekarang pun terseok2.

      Semuanya sama TIDAK MAU BERUBAH. Padahal zaman sudah jauh melompat.

  176. Saya aman2 ja pake broadband dari Si Telkom.

    Kalo ada masalah/gangguan koneksi ane langsung hub call center FB’a.

    Coz klo pengaduan ke 147 tekor pulsa trus nggak lama langsung di tindak lanjuti. paling 1-2 hari idup lagi tuh internet.

    Sejauh ini oke2 sih.. #curhat

  177. Sy jg pny pengalaman pahit dgn telkom. Langganan dah bertahun2, tp sy mlh merasa “dianaktirikan” dlm harga.

    Dgn Bandwith 3M sy hrs membyr 835rb, pdhl utk pelanggan baru harganya jauh dibawah itu. Sy komplen ke 147 & ke Plasa Telkom, tanggapan tdk memuaskan.

    Katanya itu tarif utk pelanggan baru, bukan utk pelanggan lama. Nah, apa bedanya? kita adl sama2 pelanggan.

    Dan bukannya pelanggan lama sehrsnya lebih diprioritaskan??? Akhirnya diberi saran oleh operator 147 untuk memutus kemudian pasang baru agar mendpt harga baru.

    Kemudian sy akhirnya minta putus, dan datang ke Telkom terdekat untuk daftar baru.

    Pegawai di Telkom mlh mengatakan, kalau sudah putus, biasanya tdk bs pasang lagi. Pembelaan sy, itu adalah saran dari operator 147.

    Eh pegawai Telkom mlh blg “Operator 147 itu pengetahuannya kurang, kebanyakan dari mereka adalah anak MAGANG”.

    Nah, apalagi ini? Akhirnya sy tetap daftar pasang baru, walaupun sampai skrg blm dilayani. SANGAT MENGECEWAKAN

  178. Saya berlangganan Indihome, baru sebulan merasakannya, sejak tgl 2 Juli 2015 mulai terjadi gangguan pada chanel tv alias chanel tv hitam pekat/tidak ada gambar.

    Lapor ke 147 cuma disuruh menunggu & mendapat nomor lapor, seminggu kemudian saluran internet tidak bisa digunakan.

    Lapor ke 147 hampir setiap hari dan tetap disuruh menunggu serta mendapat nomor laporan.

    Hingga tanggal 21 Juli 2015 tidak ada follow up.

    Berpikir kembali lah teman2 jika ingin berlangganan Indihome.

  179. Telkom…………….. namamu sama saja….

    “SE-USANG” ORANG-ORANG YANG DUDUK DI PUCUK KEPEMIMPINAN & PENGAMBIL KEPUTUSAN.

    Sayang Sekali…… Tak lama nasibmu akan menuju kehampaan.

    Rasanya lebih baik membangun “MUSEUM – TELKOM” daripada “FIBER – OPTIK” nya……………..

  180. Sangat setuju dgn pendapat admin. WALAU mnrt saya, PR terbesar telkom yg sangat krusial adalah “merayu” masyarakat menggunakan fixed line telkom.

    Itu core bisnis mrk, dan mrk harusny stick with it dgn perbaikan layanan, kemudahan pemasangan instalasi awal dan biaya administrasi

    oh dan juga montly fee, mgkn bs ditambahkan program pre-paid atau bayar ketika digunakan.

    Karena mnrt sy percuma bila telkom mengeluarkan program utk merayu calon pelanggan menggunakan fixed line

    tetapi mslh inti mengenai fixed line telkom sendiri tdk ada kemajuan/terobosan

  181. Mengenaskan memang, beberapa tahun lalu saya sempat melihat pegawai2 telkom yang kerja selama beberapa bulan.

    yang mereka lakukan adalah.

    1 datang absen.

    2. duduk ngopi2 sambil baca koran.

    3. kongkow2 makan siang.

    4. pulang dengan tanpa dosa. dan yang ga kalah menarik

    orang2nya udah tue’2 dan ogah upgrade,jadi ga heran kelindes mulu.

    dan ironisnya, bandwith yang punya mereka(telkom), disewakan ke provider2, tapi harga telkom jauh lebih mahal dengan kualitas jauh sangat murahan.

    emang harus disapu bersih dulu itu telkom. apalagi karyawan2 yang merasa raja disitu.

    susahlah untuk majunya telkom. udah kronis dan komplikasi sekali.

  182. Saya baru saja dari plasa telkom untuk menutup speedy dirumah. kronologisnya begini :

    1. Sejak tgl 15 juli, koneksi speedy (kabel tembaga) terputus berhari-hari, teknisi datang untuk memperbaiki, sempat normal namun terputus lagi

    2. Saya putuskan untuk upgrade ke fiber indihome dengan telpon 147, diberi nomor registrasi, nanti dikabari petugas

    3. Berhari-hari tidak ada kabar, untungnya saya dapat nomor kontak teknisi indihome dari teknisi speedy, dan setelah ditelpon besoknya teknisi indihome datang survey

    4. Mereka bilang fiber belom bisa dipasang karena masih ada gangguan, padahal tiangnya di sebelah rumah saya. saya diminta menunggu kabar… sampai hari ini gak ada tindak lanjut

    setelah ke plasa telkom baru dikasihtau kalau pemasangan fiber pakai mitra telkom, jadi koordinasi nya lamban.. akhirnya saya putuskan ganti provider lain.

    147 call centre sejak pindah ke semarang, sangat tidak solutif untuk mengatasi keluhan pelanggan.

    selain itu pesaing bisnis broadband makin sengit selain firstmedia, ada mnc playmedia, dan myrepublic punya sinarmas. entah bagaimana nasib indihome nanti

  183. Saya daftar indihome sudah dibuat menunggu dari bulan febuari tak kunjung dipasang

    alasannya simple belum ada jaringan

    tapi saya pengen pakai kabel tembaga/ kabel jaringan speedy yang dulu, katanya sudah tidak bisa lagi

    sungguh di sayangkan yang promonya INTERNET BISA DINIKMATI SELURUH RAKYAT INDONESIA 🙁

  184. Saya langganan indihome dengan pengajuan 10Mbps, ternyata di daerah saya belum ada FO…

    Padahal Ditengah Kota Purwokerto dan pusatnya.,.alias alun2alun purwokerto.

    terpaksa saya pasang dengan kabel tembaga 5Mbps..

    ternyata setelah dipasang saya hanya diberi kecepatan 3Mbps (sakitnya).. jikalau lancar saja ga masalah..

    ini bukannya lancar tapi nnton tvnya kaya puter kaset Cd bajakan (alias macet-macet dan berkali-kali DC)

    #Finnaly STB dan Router ZTE saya hancurkan pake Palu.,,. saya kirim Ke telkom.,,. beres,.,.

  185. indihome…..hahahaha
    sangat merugikan pelanggan lama yg udah make speedy duluan..masa harga pasang baru lbh murah dibandingkan migrasi paket trus digiliran masang baru malah ga boleh..udah pada gila kali nih telkom, mana ada org mau bayar mahal kl ada yg murah…awalnya saya make 2mbps dengan tagihan 570(include ppn) trus mau migrasi k FO 10mbps harus bayar 800k (kurang lbh) namun yg aneh nya produk ini kl pasang baru cuma dikenai 465k(include ppn lbh kurang)…telkom beralasan bahwa tagihan lama tidak boleh kurang dengan tagihan lama…nah ketika saya mengajukan pemasangan baru malah diberikan alasan yg bertele-tele..ini telkom niat jualan ga sih

  186. Paketan yang ditawarkan Indihome tidak seksi, masih ada aja Telpon rumah yang memang sudah ditinggalkan.

    Masalah tarif yang kurang transparan

  187. Saya pengguna Indihome paket 10 mbps di Balikpapan.

    Kecepatan 10 mbps cukup stabil ketika mendonlot.

    Paket telpon rumah 1000 menit per bulan yang ada di dalamnya sudah cukup berguna untuk saya yang long distance dengan keluarga saya.

    30 menit per hari itu lama lo, dan komunikasi dengan suara itu jauh lebih baik dari komunikasi dengan teks.

    Paket UseeTV nya juga baik, dan paket penyajiannya juga lebih beragam dan lebih teratur dari pesaingnya.

    Kalau digarap dengan baik, indihome ini bisa jadi ladang emas Telkom yang bagus.

    • Saya juga di Balikpapan.. Masnya bayar berapa per bulan utk 10Mbps? saya baru daftar lewat sales kena 380rb (exclude PPn 10%).

  188. yap… TELKOM

    sebuah nama yg tidak asing dan banyak mendapat perhatian (umpatan) masyarakat indonesia…

    brand yg sempat membuat saya jatuh cinta (Flexi)

    belum sempat mengepakkan sayap keseluruh Indonesia, harus rela di lenyapkan karena ketidak becusan telkom sendiri.

    kini mereka melahirkan wifi.id

    sebuah brand yg (pasti) mustahil juga mengepakkan sayap nya keseluruh penjuru Indonesia

  189. Saya pikir cuma saya saja yg jadi korban…..Ternyata.. busyeet dah….ratusan!!…hahaha..

    Saran saya buat teman” yg ingin pasang internet atau lainnya yg ada hubungannya dgn telkom ..

    sebaiknya semua percakapan dengan CS atau sales direkam..lalu sebulan kemudian di putar ulang sambil memandangi slip bukti pembayaran indi home.

    Anda… saya jamin anda akan langsung telp saya dan berkata: “hallo bro.. anda benar..!!..

    kemudian anda salto dan nangis saling guling – guling..

  190. rencana mau langganan Indihome, stelah baca postingan ini, mundur teratur dari pada kecewa, karena dulu sudah kecewa banget ketika langganan telkom flash.

  191. Masalahnya hanya satu, yaitu BUDAYA KERJA. Budaya Kerja Telkom yang sangat buruk, penuh kolusi, nepotisme dan para penjilat.

    Alih-alih merubah Budayanya tersebut, mereka malah sekarang menularkan ke anak2 perusahaan seperti Telkomsel dan Sigma.

    Satu lagi yang menjadi ironi, Keuntungan yang dihasilkan oleh karyawan Telkomsel, diklaim bahwa prestasi itu berkat jasa para Karyawan Telkom karena mendirikan Telkomsel.

    Bonus dan berbagai tunjangan yang dinikmati karyawan Telkom yang kebanyakan pemalas, boros dan kurang inovatif begitu menggiurkan.

    Karyawan Telkomsel sebenarnya hanya menikmati serpihan2 sisa saja.

  192. Sama seperti saya. Jdi dlu saya berlangganan dari operator seberang, tapi karena belakangan koneksi suka terputus – putus.. S

    aya ingin mencoba tuk ganti Indihome ( komplek saya juga sudah dipenuhi marketing indihome ).

    Dan akhirnya saya pun tertarik untuk berlangganan indihome karena harganya yang murah ( entah harga promo/normal ).

    Tepatnya minggu lalu hari senin saya menghubungi marketing indihome untuk menginstallasi di rumah saya.

    Tapi apa yang terjadi? Menurut saya terlalu banyak alasan untuk menutupi keterlambatan ini ..

    Karena pihak indihome bilang bahwa instalasi akan dilakukan 2 – 3 hari setelah pendaftaran. Namun sampai detik ini belum nongol – nongol juga yang namanya teknisi dari indihome.

    Bahkan stelah ditelpon berkali kali yang ada hanya jawaban “sebentar pak, saya hubungi telkom terdekat dulu ”

    hanya itu jawaban yang selalu saya terima, jdi sudah sekitar 2 minggu saya menunggu teknisi tuk pemasangan.

    Sehingga menurut kesimpulan saya, pelayanan dari indihome ini adalah “BURUK”.

    Dan kemarin pihak marketing sempat sms ke saya bahwa pemasangan paling lambat adalah minggu depan, it’s okay lah masih saya tunggu ..

    Tetapi jika sampai minggu depan belum ada pemasangan ya saya cancel indihome saya..

    malah menurut saya operator seberang pelayanan lebih bagus, cukup nunggu 3 – 4 hari dah dateng gak kaya indihome hehe ..

    Bukannya saya menjelekan indihome ya tapi memang itu pelayanan yang saya terima tidak berjalan dengan mulus.

    Semoga kedepannya telkom bisa memperbaiki pelayanannya.

  193. Memang, IndiHome ini sangat tidak jelas informasinya, baik informasi harga, cover jaringan, dll.

    Ketika saya bertanya ke email yang tercantum di web Indihome, rumah saya tercover Fiber Optic 10mbps.

    Namun, ketika saya tanya ke teknisi Telkom yang ada di wilayah saya, ternyata katanya rumah saya belum tercover FO.

    Jadi, tidak adanya koordinasi yang baik antara Telkom pusat dan cabang-cabangnya.

  194. Info yg pas saya cari2, karena kejadian ini terjadi dengan saya

    saya kaget dengan tagihan yg tau2 jadi besar, sudah 2 bulan ini dan tanpa pemberitauan kl saya dimasukan ke paket indihome triple play

    awalnya saya menggunakan speedy, lalu ada pihak CS telkom tlp ke rmh lalu saya tidak mau dengan paket indihome krn utk tv cabelnya saya tidak perlu, selama ini kami jarang menonton tv

    2 minggu lalu saya tlp 147 dan saya komplain lalu kata mereka saya sudah menyetujui paket indihome dan saya jawab dengan tegas saya tidak pernah mengiyakan paket indihome ini

    saya merasa kecewa dan saya mau putus saja jaringan wifinya, lalu disambungkan ke bagian pemutusan

    kata bagian pemutusan mereka bilang kl mau diputuskan semua jaringan diputus termasuk tlp rumah, wi fi, waduh…parah sekali ini dalam hati, lalu saya batalkan.

    Kemudian saya tlp ke 147 krn sy rasa blm puas

    jawaban dari CS ketika saya menanyakan kl saya pernah mengiyakan paket indihome triple play ini

    saya minta rekamannya malah harus ke bagian gangguan dan dengan secara otomatis bahwa paket yg speedy lalu sudah dijadikan paket yg sekarang berlangsung yaitu indihome triple play

    Waduh…dalam hati kena jebakan batmen

    sy harapkan ke pihak telkom bila ada info terbaru harus dikonfirmasi dahulu ke pelanggan

  195. faktor SDM kayaknya. kalo kebanyakan pegawainya diatas 40, wehhh udah pasti males berinovasi.

    coba buka kesempatan buat yg muda-muda? (25th).

    skr kn musimnya social media.. & bisa dilihatkan yg PALING AKTIF di ruang ini umurnya brp s/d brp?.

    masa iya lambat laun kejual jg ke asing ky indosat? -__-

  196. Yg kerja di telkom siap2 ya pensiun dini, kalau indie home gagal mungkin lebih bnyk pensiun dini,

    no comment lah , telkomnya jg gk mau berbenah, katanya untung masih gedhe padahal dari penyokong telkomsel

    pengalaman kp di telkom, yg masih kurang tuh penanganan customer service sama gangguan sama sama pasang baru harus indeen 5 bulanan

  197. jadi lucu, kita berbicara panjang lebar disini kesimpulannya cuman satu ” TIDAK AKAN MENGUBAH APAPUN ”

    Telkom kebal keluhan, kita hanya bisa melongo & mengadu pada admin Blog ini yg sama-sama mlongonya dgn kita

  198. Senang sekali menemukan web blog ini melalui share via fb dari teman. Salam hormat kepada penulis, pemilik dan komentator senior semua.

    Menarik bicara ttg si raksasa satu ini, dan sebagai informasi di Indonesia ada lebih dari 300 perusahaan ISP dari kelas besar sampai rt rw net yang berijin resmi kominfo.

    Raksasa ini kena karma , dimana disatu daerah isp kecil babat alas, mengedukasi internet dan melakukan investasi yang besar ukuran isp kecil, dan masuklah si raksasa ini dengan produk murahnya.

    Customer dibuai promo dengan plus plus plus dan harga promo

    Customer kebanyakan cari harga murah dibanding pelayanan ramah , dan ini fakta.

    Tapi yang customer lupa adalah dengan 3play via fiber optic, jika suatu saat ada cut fo maka mati totalah semua layanan

    begitu juga bila ada power failure di tempat customer mati listrik sehingga modemnya ngga nyala, tentu akan mati pula layanannya.

    Sekedar berbagi dipagi hari.

    Happy nice day.

  199. Menurut pengalaman menggunakan IndiHome Fiber 10Mbps, hasilnya bervariasi:

    – Telpon OK (walaupun terakhir telpon 147 suaranya sempat terputus-putus)

    – UseeTV OK (dengan pengalaman baru bisa rewind tontonan saat itu)

    – Internet speed OK, stabilitas parah (sering mati dan harus matikan nyalakan ON)

  200. kl menurut gw, telkom sendiri ga da masalah, cuma yang bikin masalah tuh mitra kerja yang bekerja dsamping telkom, yg pake slogan commited2you.

    nah bokap gw dl pensiunan dr yellow pages yang sekarang jadi infomedia, kata bokap gw emang bagian mitra kerja na yg ga bener, kl gw ambil contoh masalah dr agan2, kayak masalah harga, kinerja ke client, tuh semua otak dr mitra kerja

    dl w pernah ngerasain kerja di bagian setter speedy pas gw lg di STO w msh bingung di bagian monitoring client bandwidth ya dah gw tanya tuh aplikasi di jelasin sih tp stlh d jelasin ama si operator monitoring dia langsung iseng ke beberapa client yang pake speedy/indihome dengan menurunkan bandwidth para pelangan dengan alasan biar ada kerjaan

    lngsng w tanya “lah kok hrs bgitu?” dia jawab “ya mang harus bgitu kl ga kita yg setter kena tegur dr pihak ke 3”.

    slanjut na agan2 jd ditektif conan ja biar paham. wkwkwk

    balik lg ke lepi, masalah harga yg ga ditampilin d web tuh otak na mitra kerja jg maksud na biar mereka yg menentukan harga

    jatuh ketimpa gajah client lah yang jd korban maka na rada ga sinkron dr cs 147 sama harga sales na, gw tau d empuh yg dah jd sesepuh di STO pas w ngrasain kerja di speedy setter.

    agan prnh ga nelpon 147 nanya harga trus jwban na ke pihak lain?

    prnh nanya “kok jaringan putus2?” ke setter atau ke 147,

    dr speedy trus migrasi ke indihome cm gara modem speedy mati?

    dll berbagai keluhan(yang ga masuk logika)

    #PERMAINAN,,, pihak k-3 yg ga tanggung jawab pas masalah, para pegawai speedy/indihome yang kena semprot duluan dr client…

    itulah yg gw tau maaf kl ada salah kata atau yg kurang berkenan…

    Distorsies Of Story

    • Ya kan pelanggan biasa melihat telkom itu satu kesatuan. Tentu saja komplen akan kena ke pegawai telkom dulu.

      Mungkin seharusnya komplen pelanggan ini diteruskan mungkin dalam bentuk sanksi ke pihak ke-3 tsb.

      Orang telkom dalam hal ini juga tdk lepas dari tanggung jawab krn yg memilih utk kerjasama dg pihak ke-3 kan juga telkom sendiri. Jadi kena komplen juga wajar walaupun tidak 100% salah mereka.

  201. bukan kehilangan arah, tepatnya mabok.

    Promo gencar..pas mau pasang di bilang maaf pak daerah bapak belum ada kabel FO-nya mesti instalasi dulu..

    kalau mau bapak kumpulin 10 orang untuk buat tiang FO baru…weleh…weleh..

    malah kita di suruh masarin kumpulin orang…gila apa..memang gue pegawai telkom…

    memang yg buat rusak telkom rekanan mereka yg ga siap SDM dan prasarananya..

    sekarang yg sistem di ubah lagi jadi Indiehome Instan 11:12 dengan speedy instan, tapi lebih mahal dan lebih lemot..

    dulu speedy contoh voucher 5000 untuk 3 hari sekarang indiehome kebetulan baru coba 5000 cuma 10 jam..

    bukan tambah bagus tambah bobrok aja ane pikir..

    mendingan pake modem gsm atau cdma..lebih murah dan bisa pake mobile..

    bingung makanya telkom ini..

    harusnya mereka lebih murah sebab punya segalanya.

  202. Beberapa bulan lalu tertarik coba indihome karena provider lain belum ada jaringan ke rumah.

    Saya pikir kalo ternyata kurang memuaskan tinggal saya putus internet dan tv-nya, normalnya kan begitu.

    Setelah berlangganan 2 bulan ternyata banyak masalah, sangat sering tidak dapat gunakan internet dan tv.

    Setiap kali komplain hanya dibilang akan ada yang cek, tapi gak ada perbaikan apapun. Bila ditelpon lagi akan dibilang: sudah diinfokan ke team teknisi tunggu saja.

    Saya tanya berapa lama akan dicek, secepatnya tapi tidak tahu berapa lama. Setiap telpon semua customer service jawabannya sama. Berarti memang Telkom tidak punya target kerja.

    Akhirnya saya ingin mengakhiri berlangganan internet dan tv. Ternyata kata customer service memutus internet dan tv berarti memutus telpon juga. Padahal itu nomor telpon kantor di rumah, sudah sangat lama digunakan.

    Saya tanya kenapa tidak ada info sebelumnya? Si CS hanya bilang begitu kebijakan Telkom. Ya sudah saya bilang, didowngrade saja ke 3mbps.

    Ternyata lagi kata CS, tidak bisa downgrade. Lagi-lagi tanpa info sebelumnya dan menurut CS itu adalah kebijakan Telkom.

    Saya tanya, kebijakan Telkom apakah memang menjebak customer dengan tidak memberi tahu sebelumnya kemudian memberi banyak batasan? Si CS bilang iya pak, itu kebijakan Telkom.

    Heran gak, CS confirm kalo kebijakan Telkom adalah menjebak customer? Dan apakah itu bisa disebut kebijakan?

    Setelah itu saya minta diputus saja, tapi sudah hampir sebulan masih belum diputus juga. Saya telpon Telkom, katanya sudah diproses tapi tidak bisa janjikan berapa lama.

    Kemudian saya tanya apakah akan tetap ada tagihan berikutnya? Si CS jawab, jika belum putus akan tetap ada tagihan. Begitulah kebijakan Telkom, katanya.

    Jadi untuk coba menggunakan produk Telkom, jika cukup stabil maka anda beruntung.

    Begitu ada masalah mereka terkesan tidak peduli. Pastikan jika memutus layanan tersebut tidak akan mengganggu layanan yg lain dan minta pernyataan secara tertulis.

    Jangan mengharapkan kebijakan Telkom, karena seperti diconfirm petugas CS bahwa kebijakannya adalah menjebak customernya

  203. Menambahkan…

    Saat awal telpon diconfirm rumah saya dijangkau jaringan fiber, kata CS nya tapi masih yang 1-5 mbps.

    Ternyata saat dipasang ke rumah masih gunakan kabel tembaga alias ADSL. Kata teknisi yang pasang, maksudnya sudah fiber adalah di jaringan utamanya.

    Saya pikir waktu itu ya sudahlah kalo ternyata internet dan TV nya kurang bagus tinggal berhenti saja, ternyata seperti yang saya share di comment sebelumnya.

    Nomor telpon yang sudah bertahun-tahun digunakan untuk telpon biasa harus ikut diputus, tanpa info sebelum berlangganan.

    Bahkan downgrade pun tidak boleh. Jadi jika mencoba pilih yang paling minim karena yg lebih tinggi pun tidak lebih cepat.

    Jika sudah benar fiber yang 10 mbps mungkin lebih cepat.

    Jadi untuk dapat pelanggan indihome Telkom bilang semua adalah fiber. Semua pertanyaan dijawab ya.

    Tapi saat anda kecewa dan protes, semua permintaan akan dibilang tidak boleh karena begitulah kebijakan Telkom.

    Bijak kah?

    • Iya nih.

      Saya hari ini didatangi orang ngakunya dari telkom, katanya tempat saya harus migrasi ke indihome.

      Tapi karena saya takut dengan layanan yang buruk dan risiko kehilangan nomor telepon, saya langsung siapkan berkas untuk pemutusan speedy.

      Kalo tidak ada speedy, berarti tidak ada yang dimigrasi ke indihome kan? Hehehe.

  204. bahhh… sama juga nihgh pengalamannyaku mengenai indiehome..

    2 bulan awal… internet indihome (pkt 10 mb) mantap bener… download film wuzz cepet…

    upload dokumen puluhan mega hitungan menit…

    masalah mulai timbul setelah 2 bulan berjalan… bah…

    speed internetnya setelah di speedtest hanya 0,75Mbps, yang biasanya 11 Mbps… ampunnn….

    tau begitu saya tdk copot speedy lama saya meski paket 3 mbps tapi kecepatannya stabil..

    dah 2 tahun tdk ada kendala apa2…

  205. yangg sangat benarr, pelayanan telkom sangat buruk skli, apalagi di wilayah saya jayapura papua, sangaat buruk

    sudah 1 bulan yang lalu registrasi indihome di kantor telkom, katanya maksimal 7 Hari kerja uda di pasang, ni uda 1 bulan lebih gk nongol2

  206. setuju. itu orang2 telkom udah tua, harusnya tau diri, memberi jalan pada orang2 muda. mungkin mereka mengira umur 40-an masih muda.

    percayalah kalo urusan digital udah kolot lu bro.

    layanan telpon tetap aja masih terbersit di otak dan ditawarkan ke umum, jaman dulu kaliiii penawarannya.

  207. telkom aneh ni sekarang mau masang internet yang ada cuma indihome tapi daerah ane belum tercover Fiber suruh nunggu tahun depan yah padahal pengen nyicip promo.

    trus ditanya inet speedy udah ngak ada speedynya udah dihapus. cpk deh..

    • Banyak orng mempersalahkam indihome tetapi mereka melibatkan usia para pegawai telkom yg sudah tua, pada saat pegawai telkom sudah tua apa masalah buat anda ??

      Mungkin anda frustasi dngn lowongan pekerjaan yg sulit anda dapatkan ..

      Orang” yg bekerja di telkom adalah orng yang bisa menjaga dan melayani apa yg konsumen butuhkan

      Inti nya ga sembarang orng yg bisa melayani dan menjaga pelanggan walaupun s.tinggi apa gelar mereka, aplgi yg tidak berpendidikan haahaha

  208. statement nya jelasss, nyataa, terbukti…!!!

    Mana ada karyawan TELKOM yang real bekerja penuh ..!!!

    yang ada nyuruh – nyuruh aja tuh bisa nya..!!!

    Anak perusahaan udah mah di bayar alakadarnya,, malah masih banyak Outsourching
    dan TLH , tapi di pkerjakan paksa demi target target anda..
    Sekar juga termasuk di dalam nya yang bisa nya cuma nyuruh anak anak TLH apalagi Outsourching

    PENDAPATAN JAUH DARI ” SEJAHTERA”
    WADUKKK SEMUA OMONGANNYAAA..!!!

    paling banter ”ORANG TELKOM” bikin laporan tuh mereka,,
    atau ”pegang pinggang” layak nya mandor kalo di lapangan…

    madesu semua… ;p

  209. Pengalaman buruknya hampir merata ya …

    mau pasang sulit dengan alasan FO belum tersedia di lokasi. sudah begitu terpasang, layanan juga byar pet …

    sepertinya telkom lebih mementingkan pelanggan korporasinya. bandwith banyak disewain ke operator lain.

    kalau di manajemen internal, saya lihat telkom juga terlalu GEMUK. banyak sekali officer tidak produktif.

    akhirnya … ah sudahlah meratapi Telkom sepertinya salah tempat.

  210. ini akibat di cabutnya monopoli telekomunikasi

    ini pernah terjadi di PT KAI dulu……….

    ntar kalo sdh di cabut monopolinya entah apa jadinya PLN dan KAI

  211. Alhamdulillah saya masih pake Speedy paket lama dgn tarif bulanan sekitar 195 ribu + PPN 10%.

    Kalau masangnya baru sekarang mikir 1000 kali deh, mana tahan harus bayar segitu sedangkan sudah 3 tahun keluarga saya tidak menonton televisi lagi.

    Hhhmmm…

  212. ane baru seminggu migrasi dari spidol ke indihome…

    anehnya waktu pertama pasng indihome petugas telkomya nggak bisa nyetting modem ke mikrotik..

    hanya bisa setting wifi dan tv kabel doang..

    terpaksa ane panggil tekhnisi dari luar dan kena cepek…trus telpon ane kalo dicolokin ke modem indihome kaga bs konek….

    ampun deh..

    tolong solusinya..agan-agan..

  213. Tolong jgn pandang telkom dari satu sisi doang agan2 sekalian. Indihome merupakan produk perintis pertama di indonesia yg berani memberikan fasilitas internet menggunakan transmisi fiber optic utk customer rumahan.

    Silahkan cari provider lain yg bisa provide fo sampai ke rumah agan.

    Tolong di bedakan customer rumahan dgn corporate gan.

    Indihome berbasis broadband gan. Kalau mau kualitas dan pelayanan yg oke silahkan berlangganan internet dedicatednya gan. Dijamin puas!! Ada harga ada kualitas.

    Kalau masalah management mah semua perusahaan pasti punya kekurangan dan kelebihan masing2 dan ane rasa telkom cukup baik utk me-manage usaha dan anak usahanya.

    Contonya sekarang telkom mampu melayani kebutuhan internet masyarakat sampai ke pelosok desa melalui anak usahanya yg bernama METRASAT dgn branding mangoesky.

    (Cek web metrasat.co.id or mangoesky.com).

    Dimanapun agan perlu internet,telkom selalu siap. (Di tengah hutan atau laut yg penting ada listrik) hehehe.

    Termasuk telkom juga ikut andil menyediakan fasilitas komunikasi untuk membantu evakuasi korban air asia di KRI Banda Aceh melalui Metrasat.

    So, Akang,mas,abang,kakak,bli,jgn anggap remeh perusahaan telekomunikasi raksasa indonesia ini ya. Tks

    • Ya. Memang telkom itu perusahaan besar. Tapi kita di sini tdk membicarakan itu.

      Fokusnya di sini adalah kualitas pelayanan indihome yg rendah.

      Jadi konteksnya jgn dibawa luas sampe metrasat dan evakuasi air asia dong.

      Kemungkinan besar org yg mengurus itu dan indihome kan beda. Tdk perlu libatkan org2 yg tdk ada hubungannya.

  214. Keluhan saya tentang Indihome dan Telkom ini

    1. Speedy dibuat online 2 menit, offline 1 jam, dan seterusnya selama 24 jam alias suruh beli paksa paket indihome untuk corporate

    ( Alasan utama adalah pemasangan ga jelas 2,5 juta, sisanya 1,6 juta bayar per bulan )

    bedanya apa sama rumah, speedy aja corporate mati terus, apalagi menawarkan yang konstant speed

    2. 5 tahun berjalan dari harga speedy 600 ribu unlimited 1 MB, sampai tinggal 200 ribuan 2Mbps, pura pura tidak tahu akan ada downgrade

    jadi selama beberapa tahun saya membayar 600 ribu bukan update tarif jika ada penurunan….. Keuntungan belaka yang dicari.

    Ya , pertimbangkan lah calon konsumen indihome karena telpon saya sudah dadas angka 147 nya yang mencoba terus komplain kenapa “SPEEDY SAYA MATI”

  215. Wkwkwkwkw setelah membaca artikel di atas dan comment di atas rasa nya ko berbeda ya dngn saya …

    Saya berlangganan telkom sudah 3thn, pertama yg saya pasang speedy 1MB, nah pas saya speed itu k.cepatan yg di dapat 1,98 mb, dan stabil di 1,90 mb …

    Untuk gangguan speedy saya jarang ada gangguan, ga tau knpa ya jarang sekali gangguan beda sama agan” yg lain …

    Nah pas 1,5 tahun brlanggnan ada sales via telfon nawarkan prodak FO (fiber optik) up too 100mbps bukan 10mbps (mungkin yg nulis artikel kurang angka 0), dan di situ pihak marketing hanya menjelaskan harga pokok nya saja yaitu 290rbu ..

    Pas saya mau masang layanan indihome berbasis FO kecepatan 10mbps di situ saya bertnya k.pada petugas indihome tentang harga sebelum memasang ternyata 290rbu itu harga pokok blm termasuk sewa STB tv 30rbu dan ppn 10% …

    Itu sih ane berlokasi di jakarta gan, dan ane pasang lah untuk mencoba layanan berbasis FO yg kata orng” kualitas nya lumayan bagus ..

    Allhamdulilah sampai skrng saya baru 1x gangguan selama pemasangan lebih dari satu tahun, tv kabel nya juga lancar mulus gan udh gttu ane bisa nonton tayangan tv yg udh lewat 1 minggu yg lalu, mudah”an indihome jaringan FO maju k.dpn nya …

    Dan di situ saya merasa puas dngn INDIHOME …

  216. Untuk bapak TERRY mungkin rumah bapak berada di perumahan elite yg di kendalikan oleh devloper atau penggelola

    jelas harga nya berbeda dngn di perumahan biasa tanpa penggelolah,

    sebab saya juga pnya teman yg tinggal di kawasan perumahan yg di kendalikan penggelolah, dan teman saya bilang harga beda 45% dari harga di lokasi perumahan tanpa penggelola

    dan di situ teman saya mengambil k.simpulan bahwa perbedaan harga terjadi karna pihak penggelola mengambil untung dari pembayaran anda …

    Sekian trims ..

  217. saya aja udah cape komplen speedy yg byarr pett putus nyambung terus terusan
    1 Mbps Rp.200 Rn’an /bln

    sekarang pindah aja ke provider lain
    telkom belagu seolah2 hanya mereka yg menyediakan jasa internet 🙂

  218. Sumpah ane yang hampir fix mau pasang indihome jadi galau. Gimana ya kondisinya sekarang?

    Sudah membaikkah?

    Barusan tanya ke petinggi Telkom soal biayanya setelah masa promo berakhir….

    Dia bilang belum Ada info.

    Pasang jangan… Pasang jangan..

  219. Telkom indihome cuman janji doang
    Faktanya ane registrasi dari kemarin2 ,eh sampe sekarang gak dipasang juga.. sedih gue liat ni perusahaan..

  220. Saya baru pasang indihome fiber triple play, proses cepat

    daftar online hari kamis sore tgl 29/10/15 keesokan hari nya 30/10/15 langsung dipasang

    namun malam minggunya 31/10/14 sudah disconnect internetnya

    sampai hari minggunya 1/11/15, setelah direboot

    (matikan router sesuai panduan cs 147) connect lg tapi malam senin hari yg sama diaconnet lagi sampai hari ini 5/11/15, telpon cs pada tgl 3/11/15 dan 4/11/15 katanya bakal ada petugas yg datang

    tapi internet masih mati, iptv nya jg hanya channel lokal yg masuk

    sedangkan channel luar selalu gagal konek, voip nya tidak nyambung sama sekali

    lebih baik pindah ke firstmedia, walaupun mahal tapi tidak dipermainkan.

    • pas awal2 pasang indihome saya jg sperti itu…sekitar 1 minggu pegawainya sampe bolak2 k rumah…ternyata bukan indihomenya yg bermasalah tapi kabel telponnya copot di kotaknya ga tau di tiangnya…setelah dibenerin alhamdulillah dari bulan maret sampe sekarang ga pernah ada masalah internet n tv kabelnya

  221. Somehow, Telkom keeps trying to survive. True. Radical change is needed. But isn’t change something difficult to do?

    Anyhow, good article. So many replies. Hard not to add one. I’m still using Speedy here. You said it will vanish? How come? Any sources?

    Opps. I’m sorry. I’m from a suburb, west of Indonesia. Not a huge city, but big enough to get Internet.

    BUMN. It is categorized into a not-to-profit organization. The main objective is not to profit, but first and for most, to give public service. May be, juuuuust maybe, “they” (read “the old managers in there”) are targeting better service for the more suburbs of the suburbs like my city. I mean, pelosok of the pelosok, you know. Distribution of internet service is still an objective. An equal one.

    May Telkom survive and strive a better service for all its stakeholders, i.e. all, ALL, Indonesians.
    Sincerely, the Suburban.

  222. Ko pengalaman saya berlangganan Indihome selama dua bulan ini berbeda sekali sama tulisan admin ya.

    Saya berlangganan Indihome sejak dua bulan lalu setelah kembali dari Inggris.

    Ketika di Inggris, saya berlangganan virgin broadband 50 mbps (internet only) seharga GBP 27 (sekitar Rb 550 rb) + sewa wireless router GBP 50 (sekitar Rp. 1.1 jt) per tahun.

    Saya sangat terkesan dengan kecepatan layanan internet tersebut.

    Lalu ketika hendak kembali ke Indonesia saya berfikiran bahwa hal pertama yang membuat saya “stress” kalo kembali ke Indonesia adalah koneksi internet yang lambat.

    Tetapi dugaan saya keliru. Ketika saya pulang ke Indo, saya berlangganan Indihome 20 MBPS (internet, TV dan telepon) seharga 600 ribuan.

    Dan ternyata kecepatan akses internetnya lumayan bagus, bahkan bagi saya yang terbiasa menggunakan internet kecepatan tinggi di Inggris.

    Dengan harga segitu, saya sudah dapat layanan tv kabel dan layanan telpon pula.

    Jadi menurut saya, case indihome ini tidak bisa digeneralisir oleh adminnya.

    Kemudian, kritik saya bagi admin, tulisan ini sebetulnya sangat tidak cocok ada di blog yang bernama “strategi + manajemen”.

    Tulisan anda sangat jauh gaya bahasa “strategi dan manajemen” serta tulisan anda saya rasa tidak bebas nilai dan sangat subjektif.

    Tulisan anda cocoknya dimuat di surat pembaca atau blog2 yang tidak berbau akademis seperti blog ini.

  223. Om2 dan Tante2 yang ada disini..dr pd ngarep tulisan ini d baca ama Telkom…gak mungkin juga ditanggepi ama telkom..

    wis kadung basah ya basah…

    mending ngarep dibaca ama kompetitornya telkom, biar bisa lebih berkembang dari telkom trus biar telkomnya di tutup aja…

    karna kalah bersaing…perusahaan pemerintah yang monopoli di indonesia butuh KOMPETITOR SWASTA biar mampus…

    mo telkom pln pertamina semua podo ae…

    yang d JAWA aja pelayanannya kayak bgtu…apalagi yg di bag. Indonesia Timur…

    MUangkel C*k…Mati ae Kabeh…

  224. Menyesal juga saya ikut langganan indihome. setiap hari dari jam 10 pagi hingga 8 malam layanan triple play indihome mati total tidak bisa digunakan.

    sudah laporan ke 147 hampir setiap hari tapi tidak pernah ada perbaikan. tidak ada teknisi yg menghubungi.

    Sungguh miris melihat perusahaan telkom ini. seperti mau merampok duit konsumen saja.

    Lebih baik Telkom (Indihome) tutup saja bila tidak bisa di tangani secara profesional

  225. Saya juga punya pengalaman menggunakan produk telkom baik telp fixed line dan speedy (sebagai IT support).

    Sejauh ini saya merasa kecewa untuk pelayanan baik gangguan dan layanan karena setiap telp ke call center hanya sia sia tanpa kejelasan kapan di tangani.

    Memang saya aneh dengan BUMN ini dimana yang lain kompetitor sperti firs** /ico* saya bandingan sangat jauh beda dari sisi pelayanan ke custumer.

    Seperti saya harus beradu otot dengan call center apabila harus dilayani dan terus berusaha telp terus ke call center.

    Kapan telkom bisa maju kalau konsumen yang existing tidak di beri pelayanan yang memuaskan, karena terlena dengan status bumn dengan telkomselnya.

  226. analisanya sepertinya benar.

    dari beberapa blogwalking ttg produk2 telkom: kebanyakan testimonialnya adalah sama “kekecewaan pelanggan terhadap layanan telkom”.

    Mungkin ada benarnya koordinasi antar pihak pimpinan telkom dengan pihak2 terkait yg dilapangan sepertinya “terputus”.

    Saya pikir inilah kenapa setiap produk-produknya selalu “gagal”, yaitu layanan purna jual mereka payah.

  227. Sya sudah 1 th menjdi mitra telkom dlm bidang pembangunan jaringan. Di mana yg kita bhas produk telkom .

    Di dlm tubuh telkom memng terdpt unsur kkn nya.

    Pegawai telkom bisa d bilng di domisili keluarga para gm nya memng seperti itu.

    Untuk program indihom jaringan yg dibikin memng jelek karna setiap petugas sy datang melkukan ftth ke pelnggan banyk jalur ny yg buruk.

    Karna pembanguna olt ny gk lurus. Trus pemkaian ont atau modem masih produk cina.

    Tenos server pusat sudah tua, sering rusak mencakup gamas – gangguan masal. D dlm tubuh telkom indihom ini adalah program baru yg blom d dukung telkom sehingga ada kekurangan tersebut.

    Jika anda ingin berlangganan indihom pastikan anda mempunyai no hp teknisi nya karna 147 sangat lamban.

    Klo untuk kualitas internet nya saya jamin bagus.

    sekian info ny

  228. kepingin sih pasaang indihome

    berulang kali sales indohome datang ke rumah, berkali-kali saya pun menolak

    karena saya tau juga dari pegawai telkom kalo kabel jaringan masih menggunakan kawat baja belum dirubah ke fiber…

    kemudian referensi juga banyak yang kecewa setelah pasang indihome

    akhirnya saya hanya masih menunggu lagi

  229. Saya tidak pernah berlangganan IndiHome, hanya berlangganan speedy 1Mbps.

    Saya kaget sekali ketika menerima tagihan harus membayar lebih dari 500 ribu rupiah dan di sana tertulis berlangganan IndiHome.

    Mengapa Telkom secara otomatis memasukan saya sebagai pelanggan IndiHome padahal saya tidak pernah mendaftar.

    Sudah dilaporkan tetapi urusannya belum juga beres.

    Managemen yang buruk dengan karyawan yang tak bermutu menjadikan konsumen sebagai korban.

  230. Brosis..

    Cuma mo sharing..bukan menghasut. Agar pikir2 dulu deh kalau mau pakai indihome.

    Saya register tgl 11 nopember 2015 sampai hari ini gak ada kejelasan..

    yang ada malah data kita sepertinya di share ke ‘oknum’ yg ngaku2 petugas indihome atau jangan2 petugas beneran yg meminta uang cash didepan untuk penarikan kabel dari odp ke rumah.

    Padahal jelas2 semua biaya akan ditagihkan setelah pemakaian. Bukan omdo.

    Saya punya buktinya. Sungguh mengerikan..data2 ( telpon dan alamat rumah kita, tempat tgl lahir, etc) dishare ke oknum penipu.

  231. Bagus konten artikelnya ya, sy baru pasang indihome di depok dan puas, rata2 downstream 12.5 mbps upstream 1.5 mbps, skrg mau pasang cctvnya Indihome view.

    Sy berharap plat merah yg membawa rakyat maju, bukan plat hitam.

  232. Sy rasa infrastruktur telkom menjadi tumpuan penting dlm hak ini, mudah2an user bisa optimal memanfaatkan akses internet cepat.

    Begitu melimpah informasi dari dunia digital, sangat menantang utk berkreasi demi kemajuan bangsa

  233. Sayang sekali padahal brand speedy bisa dibilang menjadi andalan anak kost seperti saya ini.

    Sekarang speedy hilang diganti indiehome yang tarifnya cukup mahal.

    Dulu ketika mau pasang indiehome itu sudah ada 3 layanan sekaligus yaitu tv cable,telpon dan internet.

    Ya meskipun bandwithnya besar karna menggunakan FO tp permasalahannya FO belum sampai ke daerah saya.

  234. Telkom sangat sangat mengecewakan dan bikin kesel yg memuncak

    bagaimana tidak, saya pasang dan bayar indihome yg sebelumnya speedy telkom, dgn bandwid 20 mega, tapi apa, kadang dalam satu bulan bisa tiga hari saya di beri 3 mega bahkan kurang dari 3 mega

    kalau saya melapor ke 147, dijamin cuma dikasih tiket pelaporan, dan tdk ada progres alias tindak lanjutnya

    kalau ke telkom tdk bisa karena hari sabtu, telkom libur, otomatis, tunggu sampai hari senin, bayangkan 3 hari usaha warnet saya tutup….

    ini perusahaan harusnya sdh tidak layak ada di era digital ini, lebih cocok ganti usaha jualan batu akik atau jual pisang goreng molen aja……

    gak ada satu karyawanpun peduli akan kelanjutan usaha ini

    tampaknya mereka sdh terlena dgn kenikmatan yg diperoleh, tanpa mau memotivasi karyawan untuk bisa mempertahankan usahanya…..

    saya yakin, gak lama lagi perusahaan ini hanya tinggal nama besar…

    tanpa ada karya yg dapat di banggakan, dan bisa di jual….

    hanya OMDO…dan SLOGAN….tanpa ada karyanya……

  235. saya mk indiehome sjak sebulan yg lalu, pada awalnya bagus, kcepatan stabil, ping dibawah 50 cocok buat gaming online (Battlefield 3).

    pas minggu 2-3, mulai kumat pnyakitnya, ping di atas sribuan, klo ping dbawah 100 ttp ga bisa diajak gaming online apalagi klo ada yg nonton TV yg notabene mk jaringan yg sama dgn wifi.

    inti nya T*lkom ini cuma nyari untung aja.

    slesai Speedy, konsumen dipaksa mk indiehome (bagi daerah yg udah ada “Fiber Optik” nya) dan indiehome ini lbih cocok buat TV berkabel drpada untuk internet networking.

    Mending pk wifi.id d kampus aja klo gaming yg stabil

  236. Saya baru daftar IndiHome. Sayangnya harus seering bolak-balik ke STO yg kebetulan gak jauh dr rumah.

    Katanya jaringannya ada sedikit masalah, jadi kasihan lihat teknisinya dari siang sampai malam belum kelar2.

    Hasilnya ? jaringannya ternyata blm tercover…. hadeuh.

  237. GUE CUMA MAU NYUMPAHIN TELKOM DGN PRODUKNYA TAIKHOME YG UDAH NGERUGIIN GUE SUPAYA HANCUR BANGKRUT. PENIPU!!! PELANGGAN DISURUH BAYAR TP PELAYANAN ASU

  238. TELKOM PARAH !!! 4 Minggu setelah pendaftaran belum dipasang2 juga… gw bingung nih TELKOM masih butuh duit kagak sih… Kalo ditanya TUNGGU KONFIRMASI… BIKIN EMOSI

  239. menurut pengalaman saya selama berlaggaan speedy belum ada masalah tuh, lancar-lancar aja

    kemaren memang ada yg nawarin untuk uprgade ke indihome saya pikir hanya nambah uang bulanan 80 ribu g masalah kalo dapetnya 10mb

    tapi ampe sekarang udah hampir 3 bulan belum ada konpirmasi mau di pasang gak nya

  240. Yang saya tau bukan hanya telkomnya, bahkan telkomselpun kalau ngomong gak pernah bisa komitmen

    kelihatannya hanya mencari keuntungan dgn cara membodohi masyarakat saja….

    soal koneksi tuh telkomsel bicara 2 kali selalu jka ngomong soal produk…kasihan sekali….

    ah lebih baik ada sebuah perusahaan lagi yg benar2 berkompeten seperti telkom tapi jgn telkom an the gank lah….

    dah gak bisa dipercaya….parah….

  241. Assalamualaikum..

    Maaf ye..hanya sekedar penyampaian

    bagi planggan indihome..

    Bahwa layanan indihome tdk hanya terdiri dari 1 atw 2 layanan saja, dalan paket indihome terdiri dari 3 layanan..

    yaitu useetv, jaringan telpon dan jaringan internet..yg memang ketiga nya itu 1 paket..

    perbedaan tagihan yg kadang berbeda antara satu daerah mmng sangat sulit d trima msyrakat..

    trlebih lagi kenaikan harga yg tdk jelas membuat plggn bertanya2..

    Prlu d ketahui bahwa setiap promoo yg d keluarkan tlkom itu ada jangka wktnya..

    shingga ketika promo sdh brakhir makA kmbali ke harga normal..yah betul ..

    bahwa tlkom blum siap dngn layanan trbarunya ini…

    ttpi sy yakin kdpannya akan smakin baik prlayanannya..

    sy hanya berharap tlkom group bisa btul2 mnglola layanan indihome dngn btul2 bijak..

  242. Saya rasa indihome akan laris manis jika hanya ada layanan internet fiber optiknya saja. lagian jarang juga yang mau pasang layanan TV dan di jaman sekarang telp rumah udah jarang yang pasang.

  243. Baru buka web nya indiehome trus gak jelas berapa harga pemasangan, iuran, semua serba tertutup.
    Aneh banget untuk perusahaan sebesar Telkom tapi tidak ada keterbukaan tarif.

  244. yg buat policy produk disuap ama kompetitor…
    biar ga ada yg pilih indihome..
    sekitar saya speedy mulai bertumbangan dan ganti bendera fm..

  245. Indihome : Iklanmu Nggak Sebagus pelayananmu, Apalagi Kecepatanmu, Kecepatan Indihome 10Mbps Youtube aja sering Buffer

  246. Selamat, Hari ini indihome mulai menunjukan produk gagal nya seperti speedy..

    Dimana customer selalu dikecewakan. Hari ini tiba2 UseeTV dari pagi sampai sore pukul 5 baru bisa dipakai, setelah saya komplain mengapa HBO saya tidak bisa.

    Sekarang ada beberapa channel yang di tutup. Jg ada kenaikan tanpa PEMBERITAHUAN!!!

    Saya kecewa dengan IndieHome.

    Internet juga sering putus. Mungkin gratis telp saya habis buat complain terus.

  247. Tadinya saya berfikir tidak pasang Indihome, setelah baca keluh kesah di Blog ini, ternyata setelah tanya sama teman yang sudah pasang Indihome menyarankan untuk pasang terlebih dahulu, kalau tidak bagus minta di putus, ternyata ada benarnya juga

    Layanan ini saya pakai sudah hampir satu 1 tahun tidak ada masalah sama sekali.

    baik Telp, Useetv dan Internet beroperasi dengan baik dan dapat saya nikmati sampai dengan sekarang, Tks Telkom, semoga pelayananya ke depan akan lebih baik lagi.

  248. Katanya, indihome produk gagal nya seperti speedy.

    namun saya pelanggan Indihome berpendapat sebaliknya dan ini bukan mengada ada, karena Indihome yg terpasang di rumah semenjak di pasang 1,5 tahun yang lalu cukup memuaskan.

    • Setuju banget bro, selama pake indihome ane juga ngerasa puas banget sama layanan dan lain2nya, semuanya stabil2 aja bro, jarang ada kendala justru #Justshare

  249. Pembaca harap WASPADA!!! Tampaknya banyak pasukan nasi bungkus telkom di website mainstream.

    Terlihat dari opininya yang positif, tapi dangkal sehingga seperti dibuat-buat.

    Contoh: “menurut saya sih telpon dalam paket memudahkan pembayaran lho”, ” kita ga perlu bayar tagihan satu persatu, dikasih benefit 1000 menit telfon”.

    Dan jika diperhatikan maka terlihat User ID-nya itu2 saja.

    Saya sarankan pembaca juga membandingkan dengan informasi testimoni pelanggan dari forum2 terpecaya.

    • iya..curiga juga ane..komen2nya rada terdengar seperti org mempromosikan sesuatu drpd sebagai reviewer…

      lumayan juga sekali posting komen dikasi sebungkus nasi uduk..

      wkkkkkkkkkkkk

  250. sekarang Indihome malah menerapkan kebijakan yang tidak bijak bagi pelanggannya, yaitu FUP, pembatasan pemakaian ini justru bertolak belakang dg jargon2 Indihome yg unlimited,

    kejibakan FUP jg diterapkan tanpa ada sosialisasi apalagi bagi pemasang baru tdak ada info tentang FUP ini, begitu jg dg koneksinya, sering RTO, alias gk stabil bngettt

    namun sayang bagaimanapun jg kualitas pelayanan Indihome ini, kami terpaksa menggunakannya karena tdak ada ISP lainnya yg masuk ke daerah2 sperti Tlkm ini.

    kalau saja ada pilihan lain yg lebih baik, tentu akan memilih yg lebih baik

  251. telkom oh telkom….

    begitulah perusahaan monopoli, ga bakalan punya greget buat upgrade diri…

    3 bulan ini serasa di dzolimi sama telkom…
    internet & telpon buat kerja, eh malahan mati pas akhir tahun bbrp hari sebelum natal…

    udah ditelpon bolak-balik cuma ngomong, petugas piket kami terbatas di saat hari libur. wah bisa smpe 2 minggu mati kalo nunggu ga liburan, mana akhir taun lagi…

    akhirnya baru hari ke 10 ada petugas datang, itupun setelah 2 kali datang ke kantor telkom komplain.

    bulan januari juga gitu 9 hari internet gangguan dan kecepatan turun separo

    februari, 7 hari telpon & internet mati karena kabel putus, baru petugasnya datang setelah 2x komplain ke kantor telkom. setelah itu 10 hari internet putus nyambung ga jelas, sampe bisa nyambung kalo di buat telpon aja. setelah telpon mati, putus lagi.

    sampe bosen telpon ke CS’nya.

    anehnya lagi waktu di plasa telkom minta kompensasi.
    internet dianggap gangguan jika koneksi tercatat kurang dari 20.000 s, jadi meskipun speed drop, asal ada koneksi lebih dari 20rb detik maka dianggap ga gangguan. mantep nih buat yg komputernya nyala 24 jam.

    kompensasinya pun cuma 2% perhari dari tagihan internet. jadi meskipun internet mati sebulan penuh, telkom cuma kasih kompensasi sekitar 60%, dan 40%nya kita masih harus bayar…

    hebat… matiin aja layanan sebulan penuh, tetep mereka dapat gaji buta…. hahahaha

    derita ikut layanan monopoli, mau ganti provider, kompetitor belum masuk…

    di nikmati aja…. sambil berharap yang terbaik… :p

  252. Indihome adalah Perusahaan yang paling jelek semuanya yang pernah saya temukan didunia.

    Saya baru memasang Indihome belum dapat satu Bulan saya sudah memutuskan putus hubungan dengan Indihome.

    Penyebab : Mengajukan pemasangan satu Mbps 43 Channel Paket Stater (TV dan telpon tidak dibutuhkan) dengan tagihan normal Rp 250.000./Bln. Mulai Pemasangan 13 Peb 2016.

    Tanggal 1 Maret 2016 kami konfirmasikan ke CS Telkom Plaza Malang maupun 147 dijelaskan Tagihan normal adalah Rp 366.500/Bln.(Paket Besic).

    Untuk dirubah tidak bisa lagi kecuali dicabut dan pasang baru dengan paket 10 Mbps ? (Jaringan Lokasi Masih pakai Tembaga).

  253. Bagai mana bisa Perusahaan Yang sebesar ini kehilangan Giginya untuk membayar hak pensiunan aja tidak bisa

    ada hak karyawan 160 % lagi belum dibayarkan ke sujumlah karyawan 2000 orang yang menjalankan Pensiun dini sampai sekarang

  254. sebuah tulisan yang sangat bagus dan objektif, semoga memberikan perubahan yang lebih baik lagi bagi perusahaan “kebanggaan bangsa”,seiring dengan bertambahnya provider layanan internet super cepat.

Comments are closed.