4 Hal Mengejutkan dan Ajaib Saat Kita Mengelola Keuangan Pribadi

o-WALLET-facebookStudi-studi saintifik tentang perilaku kita mengelola keuangan personal telah banyak dilakukan.

Studi itu biasanya masuk dalam kategori financial psychology – sebuah gabungan menarik antara ilmu perilaku, psikologi dan ilmu personal finance.

Berikut 4 temuan riset saintifik yang cukup ajaib dan tak terduga, tentang cara kita mengelola keuangan personal kita.

Pahami hasil studi ini agar kelak Anda menjadi lebih bijak dan cerdas dalam mengelola your personal money.

Sebagian besar hasil studi yang hendak saya uraikan disini diungkap dalam buku Predictably Irrational karya Prof Dan Ariely dan buku 50 Secrets from the Science of Persuasion karangan Prof Robert Cialdini.

Mari coba kita bedah satu demi satu hasil temuan studi dalam ilmu financial psychology (financial behavior sudy).

Financial Psychology Finding # 1 : Orang yang Rajin Olahraga (Exercise) Cenderung Lebih Kaya Hidupnya Dibanding yang Malas Olahraga.

Temuan studi yang ajaib dan agak aneh. Kita paham selama ini tentang manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh.

Yang tidak kita sadari dan karena itu, mengejutkan : orang yang rajin olahraga (apapun jenisnya) ternyata cenderung lebih disiplin dalam menabung, lebih konsisten dalam melakukan invetasi, dan lebih cermat dalam mengelola keuangan personalnya.

Penelitinya menyebut fenomena itu sebagai “spillover habit” – habit yang menular.

Saat Anda rajin olahraga (lari, jalan kaki, renang, atau gowes secara rutin), maka pelan-pelan good habit itu juga akan menular ke segenap aspek lain dalam hidup Anda, termasuk dalam hal menata keuangan personal.

Anda jadi lebih disiplin dan teratur dalam mengelola keuangan Anda; dan dalam jangka panjang ini akan membuat Anda jadi lebih kaya.

Studi tadi juga menyebut hal yang menarik : orang yang rajin olahraga cenderung akan lebih sukses dalam karir, dan bisnisnya. Sebaliknya, orang yang malas olahraga, atau mager (malas gerak) cenderung akan stagnan karir dan kondisi keuangannya.

So, apakah Anda mau lebih sukses dan cerdas dalam mengelola keuangan pribadi? Jawabannya simpel : jangan MAGER. Move your body. Run. Walk. Swim. Bike.

Financial Psychology Finding # 2 : Menggunakan Kartu Kredit atau Kartu Debet akan Membuat Anda lebih Boros Saat Belanja dibanding Jika Menggunakan Uang Fisik.

Benar, saat Anda belanja menggunakan kartu kredit atau kartu debet, cenderung akan membuat Anda lebih boros dibading memakai uang kertas atau uang fisik.

Penelitinya menyebut fenomena itu sebagai : “emotional money attachment”.

Studinya menemukan Anda merasa lebih bersalah (guilty feeling) saat Anda membayar dengan memakai uang real, dibanding pakai Kartu Kredit atau Kartu Debet.

Mengapa? Sebab Anda punya ikatan emosi yang lebih kuat dengan uang fisik. Saat Anda membuka dompet dan mengeluarkan lembaran seratus ribu, Anda benar-benar merasakan kehilangan income Anda.

Ada perasaan guilty saat Anda sadar Anda harus mengeluarkan beberapa lembara ribuan untuk membayar apapun barang yang Anda beli (apalagi jika total diatas seratus ribu).

Sebaliknya, saat Anda memakai kartu kredit atau kartu debet, Anda tidak begitu mengalami perasaan kehilangan itu. Sensasi kehilangan uangnya menjadi lebih tidak terasa, karena hanya tercatat dalam mesin elektronik.

Sensasi kehilangan income jauh lebih menohok saat Anda membeli barang dengan uang fisik, dibanding jika Anda memakai uang plastik (a la kartu kredit dan kartu debet). Meski jumlah uang yang dikeluarkan sama.

Sebab keterikatan emosional Anda dengan kartu elektronik tidak sekuat dibanding dengan uang fisik yang tersimpan di dompet Anda.

Itulah kenapa banyak toko yang lebih senang Anda pakai kartu debet atau kartu kredit; sebab mereka tahu Anda akan lebih boros belanja jika menggunakannya.

Fakta diatas akan lebih muram jika kelak tren dompet elektronik (seperti kartu Flash BCA, E-Money, TapCash, dll) atau bahkan bayar cukup pakai HP, makin luas pemakaiannya.

Penelitinya menyebut : pemakaian dompet elektronik semacam itu berbahaya, sebab hanya akan membuat Anda lebih boros belanja.

Tentu yang happy adalah para produsennya. Anda sebagai konsumen diam-diam akan makin sengsara sebab uangmu akan cepat habis tanpa disadari.

Financial Psychology Finding # 3 : Ilusi Diskon.

Pasti Anda sering mendapatkan penawaran seperti ini :

Harga smartphone semula 2 juta, lalu harga dicoret, dan diubah menjadi 1.5 juta; dan kemudian ada tulisan gede : Hemat 500 ribu. Beli sekarang. Hanya berlaku sampai besok.

Promosi tadi ingin bilang seolah-olah Anda hemat 500 ribu. Salah. Yang benar, Anda akan tetap keluar uang 1.5 juta. Ini bukan berhemat. Ini namanya tetap pengeluaran real.

Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai “price anchoring trap”. Jebakan harga coret.

Namun jebakan harga coret itu memang efektif, dan mampu memunculkan ilusi berhemat dalam benak sebagian besar calon konsumen.

Kelak ketika Anda menemui kembali penawaran promosi semacam itu, berpikirlah sejenak dengan rasional. Jangan mudah terbuai dengan jebakan harga coret, yang seolah mengatakan Anda sukses berhemat, namun aslinya Anda tetap mengeluarkan uang demi sesuatu yang mungkin tidak begitu penting.

Financial Psychology Finding # 4 : Fokus pada Berhemat Uang Bisa Membuat Anda Makin Nyungsep.

Nah kalau yang ini juga temuan yang lumayan ajaib. Dasar dari premis ini mengacu pada buku fenomenal berjudul Willpower karya Roy Baumenster.

Ternyata, kekuatan willpower (daya resiliensi) kita itu amat terbatas. Mudah menguap habis.

Dan harap ingat, willpower inilah sebenarnya yang merupakan kunci bagi kita untuk mengubah nasib. Kemauan kuat untuk membuat nasib kita lebih baik amat bergantung pada volume willpower yang kita miliki.

Nah, saat otak Anda terlalu fokus memikirkan bagaimana caranya menghemat uang (yang kadang sudah pas-pasan), maka cadangan willpower dalam jiwa Anda akan langsung menguap habis.

Willpower yang amat Anda butuhkan untuk berpikir kreatif meningkatkan income sudah terkuras habis – karena semua sudah Anda tumpahkan untuk bepikir tentang bagaimana cara menghemat uang.

Maka hati-hati. Terlalu banyak memikirkan cara menghemat uang akan membuat otak dan willpower Anda terkuras dan lelah. Dan ini bahaya : sebab Anda tak akan lagi memiliki cadangan willpower untuk berpikir hal yang sebenarnya jauh lebih penting; yakni bagaimana cara kreatif meningkatkan income.

Jadi alih-alih terlalu berfokus mikir bagaimana caranya menghemat uang, kenapa bukannya berpikir keras bagaimana caranya meningkatkan income.

Sebab uang yang bisa Anda hemat itu terbatas juga jumlahnya (maksimal ya cuma sebesar gaji Anda).

Sementara kenaikan income itu unlimited : bisa 10 kali lipat dari income Anda sekarang, jika Anda benar-benar kreatif dan punya willpower yang masih full.

DEMIKIANLAH, 4 temuan saintifik tentang financial psychology. Silakan direnungkan, dan dipraktekkan dalam hidup Anda.

Mudah-mudahan rezeki Anda terus mengalir penuh barokah. Be grateful. Be richer.

Related Post

Apa Sasaran 2014 Anda di Area Karir, Bisnis dan Personal Finance? Sebentar lagi tahun 2013 akan berakhir, dan segera kita akan menyambut fajar tahun 2014 yang mulai menyingsing. Apakah pencapaian signifikan yang t...
28 comments on “4 Hal Mengejutkan dan Ajaib Saat Kita Mengelola Keuangan Pribadi
  1. Mas saya masih belum mengerti tentang Financial Psychology Finding # 4 : Fokus pada Berhemat Uang Bisa Membuat Anda Makin Nyungsep.

    bisa dijelaskan secara lebih rinci lagi

    • Jangan selalu memikirkan cara berhemat dari gaji anda yang tiap bulan selalu sama.

      Tapi pikirkan bagaimana cara meningkatkan penghasilan anda mas.

      Contoh cara meningkatkan penghasilan yaitu dengan berdagang atau jualan online

      Itu akan lebih efektif meningkatkan sidebar income yang unlimited daripada memikirkan bagaimana bisa menabung dengan gaji yang selalu sama tiap bulan

      • Benar. Cadangan willpower kita itu terbatas.

        Kalau melulu digunakan untuk berpikir menghemat uang yg sudah terbatas, maka bekal willpower kita akan habis.

        Akibatnya, kita tak lagi punya cadangan willpower untuk memikirkan bagaimana cara meningkatkan income (yg sebenarnya lebih penting).

        Lama-lama nasib kita bisa tetap stagnan.

  2. Seperti gelas yang diisi air sampai penuh. Itulah kekuatan Willpower

    Kalau ditumpahkan sampai habis, yawdah habis deh daya kreativitas kita.

    Selalu berfikir positif bisa meningkatkan Willpower dan lama-lama kreativitas kita cenderung lebih meningkat

  3. Beberapa bulan lalu, artikelnya seakan merekomendasikan transaksi elektronik terutama Mobile Banking, dan di jaman OL shop macam sekarang, mirip seperti membayar di kasir pake kartu debit atau kartu kredit…

    Sepertinya saya ikut artikel ini saja… Biar irit.. Eh.. Menghemat juga kan gak bagus ya..

    Yaudahlah, be richer aja.

  4. Point no 4 menurut saya cocok dengan konsep Mujhid Muzhid, yang artinya kira-kira Kerja Keras dan Hidup Hemat

    Dalam bahasa jawa disebut Kerjo Mempeng, Tirakat Banter.

    Hidup hemat betul, namun jangan keasikan hidup hemat tapi tidak kerja keras (berusaha menaikan income).


    Blog Keren Tentang HRD (Free 3 ebook)
    https://www.manajemensdm.net/

  5. Buku bahasa inggris bagus-bagus ya isinya, biasanya suka liat blog ini karena hal-hal yang tertulis dalam buku bahasa inggris ada intisarinya disini.

  6. temuan yg luar biasa, trnyta apa yg sy lkkan tdk jauh dr apa yg di kupas pk Yod, Alhmdulillah berarti slma ini sy tpat mlkknya, thx. cuma tgl nunggu kayanya he…

  7. Yang amat muram, sudah boross belanja sementara income tidak memadai.

    Hal Ini biasanya yang dilakukan ibu-ibu muda yang hoby belanja tanpa mempertimbangkan barang belanjaannya terpakai atau tidak.
    Mereka mudah dapat rayuan produsen dengan harga diskon gede. Haha

    Kalau mereka tidak kerja,
    Income suami tiap bulan hanya transit.

    Minim investasi,
    uangnya ya bakal gitu-gitu aja.

  8. “Orang yang Rajin Olahraga (Exercise) Cenderung Lebih Kaya Hidupnya Dibanding yang Malas Olahraga”

    Kutipan ini nih yang tepat dijalankan untuk diriku, yang masih malas-malasan olah raga 🙂

    Suwun inpirasinya Kang

    Wadiyo
    https://manajemenkeuangan.net/
    Blog Referensi Gratis Akuntansi dan Keuangan

  9. Bang Yodhia referensinya buku2 berbahasa Inggris ya, sudah lumayan keren bahasa Inggrisnya mas, share dong darimana dapet buku2 keren itu.

  10. Yah point no 4 menjadi salah satu faktor tersebut.

    kadang kala ketika kita berfikir untuk selalu berhemat, justru kita sedikit melupakan bagaimana kita berusaha lebih baik.

    Hidup berhemat itu bagus dan positive, tetapi bila dipikirkan secara berlebihan akan berdampak fatal dan mengurangi nilai kreatifitas dan kebahagiaan,, bawaannya ribu melulu…

    http://www.indorumahsyariah.com

  11. trimakasih Pak Yodhia, tulisannya memberikan pandangan baru soal finansial. apalagi orang yang rajin olahraga cenderung lebih kaya diletakkan di point pertama. mulai skarang sy lebih kosisten ut olahraga.
    Pertanyaan sy mengenai willpower, apakah willpower bisa ditingkatkan?

    • Bisa. Cara meningkatkan willpower adalah dg rajin bersyukur (sebut 3 hal yg layak kamu syukuri hari ini, tiap malam setelah sholat Isya; Hal2 yg kecil yg layak disukuri, apa saja).

      Cara kedua, rajin tafakur (dzikir).

      Yg ketiga, kurangi baca dan nonton berita negatif; atau kurang baca informasi online yg negatif baik yg ada di social media (FB) atau grup2 WA.

  12. Yang menarik saya komentari adalah point ke-4 pakde. Dan memang benar begitu adanya, alih-alih kita terlalu menghemat, malah jadi bumerang buat kita sendiri karena pada dasarnya hidup juga butuh standar biaya. Dan menurut saya hemat itu gak bisa mentok, kalo mentok ya seperti yang sampeyan bilang, akan nyungsep 😀

    Hematlah pada kebutuhan sekunder dan tersier saja, bukan pada kebutuhan pokok. Lalu boroslah pada peningkatan willpower kita. Karena itu semua nanti akan balik modal kok 🙂

    BTW matur suwun artikelnya, semoga makin barokah. Aamiin

  13. wah, lama gak lihat blog ini, tau-tau langsung mengarah pada finansial. akhir-akhir ini sy mulai rajin olahraga, apa ini pertanda saya akan menjadi orang kaya yaa…? he..he…

Comments are closed.