Anda Gagal Melakukan Action secara Konsisten karena Satu Faktor Ini

Sejumlah orang mengeluh kenapa dirinya tidak bisa konsisten melakukan sebuah action dengan tekun dan penuh kegigihan.

Kenapa dirinya mudah stuck dan acap menyerah di tengah jalan saat hendak melakukan sebuah perjuangan panjang mengubah nasib.

Kenapa tekad untuk melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik selalu hanya berhenti pada angan-angan, dan tak kunjung menjadi realitas?

Studi yang dilakukan pakar human performance Profesor Teresa Amabile dari Harvard Business School telah menemukan jawabannya. Dalam buku karyanya yang berjudul The Progress Principle, dia menuliskan : banyak orang gagal melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik karena mereka gagal menemukan dan merasakan sense of progress.

Ya benar, banyak orang ingin melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik – misal menjadi lebih bugar tubuhnya, lebih langsing, lebih kaya, lebih makmur, lebih disiplin dalam bekerja, lebih rajin beribadah, lebih sukses, hingga lebih baik dalam beragam aspek lainnya.

Namun sayangnya, tekad perubahan diri ke arah yang lebih baik itu acapkali nyungsep di tengah jalan. Angan-angan untuk menjadi “pribadi yang lebih baik” seringkali tetap menjadi fatamorgana.

Kenapa angan-angan untuk melakukan perubahan-diri yang lebih baik ini gagal? Kenapa motivasi untuk terus berjuang dengan tekun dan konsisten, mudah lenyap ditelan waktu?

Jawabannya seperti yang telah dituliskan di atas : karena kita gagal menemukan sense of progress, atau gagal merasakan kemajuan atas apa yang sedang kita jalankan.

Dalam studinya yang ekstensif, Profesor Teresa menemukan fakta yang menarik, yakni bahwa salah satu motivator terbaik bagi diri kita itu ternyata “sense of progress”. Saat kita merasakan kemajuan dalam hidup, atau saat kita bisa merasakan kemajuan dari apa yang kita lakukan untuk mengubah nasib, maka kita akan makin bersemangat menjalaninya, dan akan konsisten melakukannya.

Contoh : saya lumayan tekun ngeblog dari tahun 2007 hingga sekarang, tanpa pernah berhenti sekalipun (sebuah konsistensi yang cukup panjang). Saya bisa terus bertahan ngeblog karena memang saya merasakan sense of progress di dalamnya. Maksudnya, dengan nge-blog saya merasakan adanya “kemajuan dalam hidup saya” (misal dalam bentuk menjadi lebih dikenal, atau menjadi lebih sukses dalam menjaring prospek pelanggan).

Contoh lain sense of progress : dalam enam bulan masa pandemi ini saya berhasil menulis 4 buku (dengan masing-masing 250 halaman) dengan tuntas. Kenapa bisa tekun menulis tiap hari dan menghasilkan 4 buku sekaligus? Karena saya juga merasakan sense of progress.

Maksudnya, tiap hari saya telah menetapkan target bisa menulis cukup 3 halaman saja. Dan saat saya benar-benar bisa melakukannya, maka saat itu pula saya merasakan “daily win”. Dan “small and daily win” ini membuat saya termotivasi untuk terus menulis, dan lama-lama, jadilah 4 buku (4 buku ini akan saya launching tahun depan).

Studi Profesor Teresa memang menunjukkan : sense of progress itu amat krusial perannya agar kita bisa tetap termotivasi dan bisa terus konsisten menjalankan aksi demi perubahan ke arah yang lebih baik.

Maka menjadi amat penting agar kita setiap waktu bisa terus menemukan dan merasakan sense of progress. Sebab sekali lagi, saat kita gagal merasakan sense of progress dalam hidup/bisnis/karir yang kita tekuni, maka semangat kita akan menjadi termehek-mehek.

Pertanyaannya : bagaimana cara menemukan dan merasakan sense of progress?

Berikut tips yang saya lakukan selama ini, yakni :

  • Tetapkan target action yang simpel dan mudah dicapai (easy target)
  • Jadikan pencapaian easy target itu sebagai small wins
  • Jadikan small wins sebagai pijakan untuk terus bergerak maju

Jadi langkah pertama untuk bisa menemukan sense of progress itu adalah : menetapkan target yang simpel dan mudah dicapai.

Dulu saya saat awal ngeblog, saya hanya punya target menulis tiap minggu sepanjang 500 kata saja. Sebuah target yang relatif mudah bagi saya.

Lalu saat hendak menulis buku, saya menetapkan target awal yang sederhana : cukup tiap hari saya bisa menulis 3 halaman saja (small target).

Intinya adalah jangan langsung pasang target yang muluk-muluk. Nanti malah sulit dicapai dan bikin motivasi jadi down.

Misal : kalau mau memulai habit membaca buku, tetapkan target awal tiap malam bisa baca buku cukup 1 halaman saja (just one page).

Atau contoh lain misal kita ingin menjadi lebih rajin baca Al Qur’an : maka tetapkan saja target tiap habis Subuh, cukup baca Al-Qur’an setengah halaman saja (ya hanya setengah halaman saja; bukan one day, one juz – ini target awal yang salah kalau kita mau memulai sebuah habit baru).

Atau target lain lagi misal kita ingin lebih mahir dalam internet marketing, maka tetapkan target action yang mudah dilakukan : yakni tiap malam saya mau belajar Instagram Marketing cukup 10 menit saja. Ya 10 menit saja. Bukan setengah jam atau bahkan satu jam. Cukup 10 menit saja.

Atau kalau kita ingin lebih bugar, maka tetapkan target jalan kali cukup 3 menit saja tiap pagi. 3 menit dan beberapa langkah saja. That’s it.

Intinya adalah : Start small, take first easy steps.

Apapun jenis action yang akan Anda lakukan, sebaiknya tetapkan target pencapaian awal yang mudah dan simpel.

Apa tujuannya? Ya supaya mudah dijalani dan diraih targetnya. Ini penting sekali.

Kenapa?

Sebab saat Anda benar-benar bisa meraih target yang mudah dan sederhana itu, maka Anda akan bisa menemukan small wins dan merasakan sense of progress.

Dan persis disitulah poinnya.

Studi Profesor Teresa menujukkan : pencapaian yang kecil sekalipun ternyata bisa membuat Anda merasakan sense of progress.

Dan saat Anda bisa merasakan sense of progress, maka motivasi Anda akan terus meningkat dan membesar.

Jadi target yang kecil dan mudah dicapai itu memang didesain supaya Anda bisa menemukan small wins.

Sebab saat Anda bisa menemukan small wins, maka Anda bisa merasakan sense of progress yang amat penting bagi gerak langkah Anda.

So, mulailah tetapkan target action yang mudah dan simpel. Lalu, temukan small wins. Setelah itu, jadikan small wins itu sebagai pijakan untuk merasakan sense of progress.

Selanjutnya, sense of progress tersebut yang akan bisa terus memicu motivasi Anda untuk bergerak maju.

Sense of progress itu yang akan membuat Anda bisa terus konsisten menjalani sebuah action demi masa depan yang lebih baik.

Related Post

Sukses Jualan Online Melalui 3 Jurus Ampuh Instagram Marketing Tiga tahun terakhir rasanya begitu banyak muncul milioner baru di tanah air yang dilahirkan dari Instagram Land. Kekayaan yang masif terus muncul kare...
3 Langkah Kunci Agar Anda Bisa Menabung Rp 10 Juta/Bulan Apakah Anda sudah puas dan happy dengan level penghasilanmu saat ini? Well, saya tidak tahu berapa total pendapatan Anda saat ini. Berapapun jumlahnya...
Setelah Melepas Gaji 21 Juta/Bln, Saya harus Sukses sbg Full Time Blogger. Sebab Jika Gagal, Saya B... Artikel ini merupakan kontribusi dari guest blogger bernama Herman Yudiono. Tidak pernah terbayangkan saya akan menjadi full time blogger. Bahkan d...