6 Cara Terbaik untuk Meraih Kebebasan Finansial yang Melimpah dan Barokah

Apakah Anda ingin meraih kebebasan finansial yang melimpah dan barokah? Di tengah beban biaya hidup yang makin mahal dan harga rumah yang makin selangit, maka memiliki aset finansial yang melimpah merupakan salah satu solusi untuk bisa hidup dengan sejahtera.

Dengan aset finansial yang melimpah, kita bisa mengalokasikan dana memadai untuk investasi (baik investasi dunia dan akherat), bisa membeli rumah yang nyaman, membeli Honda CRV dan mungkin sesekali jalan-jalan ke luar negeri.

Lalu bagaimana cara meraih kebebasan finansial yang barokah?

Dalam gambar di bawah ini, dipetakan 6 langkah strategis yang layak dilakoni ketika seseorang hendak meraih financial freedom.

Mari kita ulik satu demi satu enam langkah yang ada dalam gambar di atas.

Langkah Financial Freedom #1 : Save 50% Your Income

Waini, sebuah target yang sangat epik. Jika tiap tahun kita mampu menabung hingga 50% dari penghasilan kita, maka ini adalah hal yang sangat mengesankan.

Misal penghasilan kita dalam setahun adalah Rp 200 juta (atau punya penghasilan sekitar Rp 16,5 juta per bulan), maka seharusnya kita bisa menyimpan dana Rp 100 juta tiap tahunnya.

Saving 50% dari income tiap tahun merupakan langkah awal untuk meraih financial freedom? Kenapa? Sebab melalui saving inilah kita kemudian bisa melakukan investasi (entah untuk membeli properti, emas, saham, atau bahkan untuk modal bisnis sampingan).

Artinya uang tabungan 50% dari income ini merupakan pilar bagi kita untuk membuat uang bekerja lebih keras lagi bagi kita, dan menghasilkan kembali uang tambahan yang makin banyak.

Langkah Financial Freedom #2 : Practice High Income Skills

Ini pilar kunci. Kita hanya akan mampu melakukan langkah 1 di atas, kalau kita memiliki high income skills atau high-paid job. Sebaliknya kalau kita terjebak dalam low-paid jobs, maka penghasilan kita akan kecil, dan otomatis kondisi keuangan bisa tetap stagnan dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, kini ada banyak high income skills yang bisa dipalajari dengan gratis. Contohnya : blogging skills, keahlian memasang Facebook Ads, keahlian fotografi, skills berjualan di Shopee, keahlian beternak sapi atau memelihara ikan koi, hingga keahlian budidaya jamur dan public speaking skills.

Intinya, kalau kita punya ketekunan yang tangguh, maka kita bisa pelajari dan kuasai high-paid skills secara mandiri, dan dengan biaya yang murah meriah atau bahkan gratis.

Yang kelam adalah : sudah penghasilan kecil, tapi malas pelajari high-paid skill. Lalu orang ini hanya habiskan waktu dengan scroll-scroll layar hape demi konten yang tak berguna sama sekali bagi peningkatan keahlian dan income.

Wajar jika nasib orang itu stagnan dan termehek-mehek selamanya.

Langkah Financial Freedom #3 : Invest in Real Estate

Salah satu sumber passive income yang maknyuss itu adalah saat kita punya aset properti yang menghasilkan. Misal kita punya ruko, apartemen atau kamas kos-kosan dan kemudian bisa disewakan dengan harga yang bagus.

Contoh ada seseorang yang punya lima apartemen di kawasan industri Cikarang. Ia kemudian menyewakan kelimanya kepada ekspat Jepang yang banyak bekerja di kawasan tersebut. Masing-masing apartemen disewakan dengan tarif Rp 80 juta/tahun.

Dengan demikian orang tadi punya passive income Rp 400 juta/tahun – sebuah jumlah yang gurih, dan bahkan lebih tinggi dibanding gaji setahun kebanyakan orang. Ia kemudian memanfaatkan dana Rp 400 juta untuk diinvestasikan kembali demi menghasilkan tambahan income lagi. Makin tajir dong orang ini 🙂

Langkah Financial Freedom #4 : Start a Business

Dari daftar 100 orang terkaya di dunia, ada satu hal yang sama di antara mereka : yakni semuanya pasti punya bisnis yang sukses.

Orang-orang kaya seperti Jeff Bezos (Amazon), Elon Musk (Tesla), Jack Ma (Alibaba) hingga Chairul Tanjung (Trans Group), mereka semua menjadi bilioner karena dulu merintis bisnis dan kemudian membesarkannya hingga sukses.

Sebab saat kita mendirikan dan kemudian menjalankan sebuah bisnis, maka potensi income kita akan ulimited (tidak seperti gaji bulanan yang selalu ada plafonnya).

Jika seseorang bisa menjalankan bisnis dengan sukses (misal sukses jualan di Shopee, atau sukses jualan soto ayam khas Boyolali, atau sukses punya peternakan sapi), maka memiliki income Rp 250 juta/bulan adalah sebuah hal yang normal-normal saja.

Langkah Financial Freedom #5 : Invest in Stock

Kalau kasus di Indonesia, mungkin langkah ini kurang maknyuss, terutama dalam 10 tahun terakhir. Dalam 10 tahun terakhir, kenaikan indeks harga saham gabungan di tanah air relatif kurang bagus, yakni hanya naik 55% (sementara harga emas naik 120% dalam jangka yang sama).

Naik 55% dalam 10 tahun itu ibarat hanya naik 4,48% per tahun (kalau dihitung dengan metode CAGR atau compounded annual growth rate). Jadi memang kurang maknyuss kenaikannya.

Namun pesannya mungkin ini : yang penting invest. Jangan uangnya hanya disimpan dalam deposito atau di lemari. Belikan instrumen investasi yang memiliki prospek bagus; atau bisa juga digunakan untuk investasi mendirikan bisnis baru.

Langkah Financial Freedom #6 : Have Side Hustle

Saran ini mungkin relevan bagi para karyawan atau pekerja kantoran. Kalau merasa masih kurang jika hanya mengandalkan gaji dari kantor, maka cara terbaik untuk menambah income adalah dengan melakukan “side hustle” atau gesit mencari income sampingan.

Mentalitas “side hustle” perlu ditumbuhkan agar seseornag bisa punya sumber income lebih dari satu. Jadi tidak hanya andalkan gaji, tapi dia punya sumber income lainnya.

Panduan cara untuk melakukan side hustle dengan sukses dapat diperoleh pada link >> panduan sukses SIDE HUSTLE.

DEMIKIANLAH, 6 langkah yang perlu dijalani untuk mneraih financial freedom, yakni :

  1. Save 50% Income
  2. Tekuni High-paid Skills
  3. Invest in Property
  4. Start a Business
  5. Invest in Stocks
  6. Have Side Hustles

Semoga Anda sukses meraih rezeki yang melimpah dan barokah.

Related Post

Setelah Melepas Gaji 21 Juta/Bln, Saya harus Sukses sbg Full Time Blogger. Sebab Jika Gagal, Saya B... Artikel ini merupakan kontribusi dari guest blogger bernama Herman Yudiono. Tidak pernah terbayangkan saya akan menjadi full time blogger. Bahkan d...
3 Langkah Kunci Menjadi Top 20%, Bukan Nyungsep dalam Bottom 20% Minggu lalu, kita sudah membahas sajian berjudul Kenapa Hanya 20% Populasi yang Selalu Menguasai 80% Aset Kekayan. Lalu ada pembaca yang nanya : ba...
Kenapa Lulusan SMP Bisa Lebih Kaya dan Lebih Makmur dibanding Lulusan S1 dan S2? Sudah dua kali blog ini menampilkan profil anak ingusan yang cuma lulusan SMP, namun hidupnya relatif makmur dan melimpah. Yang pertama, anak ndeso...