3 Pelajaran Bisnis dari Kolaborasi Heboh McD x BTS

Minggu lalu, Indonesia dan puluhan negara lain di dunia agak sedikit dibikin heboh karena peluncuran produk BTS Meal, sebuah hasil kolab antara raksasa makanan cepat saji Mcd dan raksasa boyband global, BTS dari Korea.

Peluncuran BTS Meal memang tidak hanya terjadi di tanah air, namun juga di 49 negara dunia lainya. Di berbagai negara, efeknya relatif sama : bikin heboh karena BTS Meal langsung diserbu oleh jutaan BTS Army yang amat fanatik dengan band kesayangan mereka.

Saat ini, BTS tak pelak merupakan boyband level dewa yang digilai oleh ratusan juta penggemarnya di seluruh dunia. Video-videonya ditonton oleh milaran orang dari penduduk sejagat bumi.

Lalu apa pelajaran bisnis apa yang bisa dipetik dari kolaborasi heboh  Mcd x BTS ini?

Setidaknya ada tiga pelajaran tentang strategi bisnis dan manajemen yang bisa kita ulik dari kehebohan BTS Meal ini.

Mari kita lahap satu demi satu sambil ditemani secangkir kopi susu dan croissant dari kedai Mc Café (sebelum pandemi, saya suka kerja di kafe ini juga sesekali).

Pelajaran Bisnis #1 : Branding Relevancy

McD tak pelak merupakan raksasa fast food yang mendunia, dengan target mass market (atau konsumsi masal). McD adalah juga bagian erat dari budaya pop (pop culture) yang juga bersifat masal (mass culture).

Dan salah satu tugas suci bagi mass market product (produk masal) adalah bagaimana mereka terus menerus membangun brand relevancy (atau relevansi merk) agar nama brand dan produk mereka selalu ada dalam benak massa-nya yang amat masif.

BTS tak pelak merupakan senjata alamiah untuk menancapkan brand relevancy secara massal kepada jutaa orang secara serentak dan sekaligus. Kenapa? Sebab saat ini, BTS memang sedang ada di puncak popularitas, dengan jutaan fans-nya yang massal dan bersifat masif (mereka menyebut dirinya sebagai BTS Army).

Popularitas BTS yang lagi berada pada titik puncak, merupakan pilihan yang pas bagi upaya McD untuk terus membangun brand relevancy. Dengan menumpang ketenaran BTS yang lagi ngehits dan trendi (dengan jutaan massa-nya yang fanatik), maka relevansi brand McD bisa terus terbangun dengan optimal.

Kehadiran boyband seperti BTS (atau juga rivalnya Blackpink), sejatinya merupakan berkah terselubung bagi brand-brand besar (terutama yang juga menyasar mass market, atau pasar massal seperti yang juga menjadi target market boynand tersebut). Kenapa? Sebab brand-brand besar ini bisa menyewa dan menumpang ketenaran mereka agar produknya makin nancap dalam benak jutaan calon pelanggannya.

Pelajaran Bisnis #2 : Powerful Co-branding

Kolaborasi Mcd dan BTS ini agak unik, sebab BTS tidak hanya meng-endorse produk McD (seperti dulu saat McD memakai Justine Timberlake); namun McD juga merilis produk bernama BTS Meal yang langsung bikin heboh dan laris manis.

BTS Meal yang laris manis bisa memberikan inspirasi kepada BTS bahwa mereka bisa menjual apa saja dengan laris asal ada nama BTS di dalam serinya : mulai dari menjual aneka merchandise, sepatu, baju, kaos hingga celana dalam.

Kadang jika sukses, penjualan dari aneka merchandise dll itu bisa memberikan revenue yang tak kalah besar dibanding jualan musik. Kyle Jenner misalnya amat sukses membangun brand kosmetik, dengan memanfaatkan kekuatan besar namanya di Instagram.

Influencer Economy, sebutannya.  Saat seseorang atau sebuah grup sudah sangat terkenal, maka mau menjual apa saja jadi lebih mudah.

Pelajaran Bisnis #3 : BTS Economy

Yang ini pelajaran dari sisi ekonomi bisnis BTS sendiri. Tak pelak BTS merupakan sebuah pelajaran manajemen bisnis yang amat fenonemal tentang sebuah grup musik.

BTS sukses besar karena ada sosok manajemen bisnis yang jenius dibaliknya. Sosoknya adalah perusahaan bernama Big Hit Music yang tahun lalu sukses melakukan go public dan menjadikan valuasi perusahaan BTS bernilai Rp 80 triliun, sebuah angka yang amat masif.

Tanpa strategi bisnis dan keahlian manajemen kelas dunia, tak mungkin akan lahir sukses seperti BTS.

Namun yang juga epik adalah sumbangan BTS bagi ekonomi Korea. Sebuah studi dari Hyundai Economi Research Center tentang dampak BTS bagi Ekonomi Korea menunjukkan data mencengangkan berikut ini :

  • BTS menyumbang hingga Rp 50 triliun bagi pertumbuhan ekonomi Korea
  • BTS berkontribusi terhadap export merchandise K-POP senilai Rp 17 triliun/thn
  • 2 juta turis asing datang ke Korea Selatan krn BTS (amazing)

Uang iklan yang didapat dari McD bukan hanya membuat kaya personil BTS saja; namun juga akan mengalirkan pajak dan devisa yang amat berharga bagi ekonomi Korea.

Itulah yang disebut dengan multiplier effect – atau efek berganda. Boyband seperti BTS bukan hanya jreng-jreng semata. Kiprahnya yang mendunia, termasuk kolaborasinya dengan McD, telah memberikan dampak yang amat positif bagi kemajuan ekonomi bangsanya, yakni ekonomi Korea.

DEMIKIANLAH, tiga pelajaran ekonomi bisnis yang bisa kita petik dari kolab McD x BTS.  

Semoga jutaan BTS Army juga bisa ikut mengambil pelajaran bisnis dari ketiganya 🙂

Related Post

7 KPI Paling Fundamental Bagi Sukses Bisnis Anda Jika Anda ingin bisnis Anda atau kinerja perusahaan di kantor Anda meraih sukses masif, maka Anda harus punya 7 KPI yang fundamental ini. Apa saja...
Pelajaran Bisnis Fenomenal dari Sang Legenda Soichiro Honda Tulisan ini merupakan kontribusi dari guest blogger bernama Agus Kurnia. Siapakah yang tidak mengenal kendaraan merk Honda? Merk kendaraan ini me...
3 Pilar Kunci yang Membuat Toyota menjadi Legenda dalam Bisnis Otomotif Indonesia Setiap menjelang lebaran, pasar mobil di tanah air – baik mobil bekas ataupun baru – selalu semarak dan sumringah. Bukan apa –apa. Banyak orang yang i...