Bagaimana Cara Membuat Otak Tak Lemot Gegara Terlalu Sering Scroll-scroll Layar Hape?

Dalam artikel sebelumnya, kita telah mengulas dampak kelam dari terlalu sering scroll-scroll layar hape. Aktivitas yang acap sering kita lakukan ini ternyata sukses membuat otak kita makin lemot dan tulalit.

Lalu apa solusinya? Apa yang kudu kita lakoni agar kita tidak terlalu sering scroll-scroll layar hape hingga kadang lupa waktu?

Disini ada tiga langkah praktikal yang bisa dilakukan untuk menghindari dari smaetphone culture yang begitu hegemonik merasuk dalam beragam sendi kehidupan kita.

Tiga langkah praktikal ini bisa disingkat dengan sebutan 3R atau akronim dari Reduce, Replace dan Reinvent. Mari kita jelajahi satu demi satu tiga kata kunci ini.

Langkah pertama adalah reduce atau mengurangi konsumsi penggunaan smartphone atau hape.

Data terkini menunjukkan rata-rata durasi yang digunakan oleh orang Indonesia untuk memakai hape adalah sekitar 5 jam per hari – sebuah durasi yang masif, apalagi jika kebanyakan habis untuk hal-hal yang nir-faedah atau tidak berfaedah.

Ada baiknya durasi keterikatan kita dengan hape dikurangi (reduced) jika memang lebih banyak untuk digunakan untuk hal-hal yang tidak begitu krusial – semisal hanya untuk cek medsos, chating ngalor ngidul via WA group, atau hanya browsing berita-berita online yang sama sekali tidak berdampak bagi peningkatan skills.

Salah satu kiat untuk mengurangi penggunaan hape lainnya adalah dengan sejanga mematikannya pada jam-jam tertentu. Off time istilahnya. Misal kita bisa menciptakan aturan bahwa hape sudah harus dalam keadaan off jika jam 8 malam misalnya. No more smartphone setelah jam tersebut.

Reduce atau mengurangi durasi dan keterikatan kita dengan hape intinya adalah kita secara sengaja melakukan distansi atau menjauh dari serbuan distraksi tanpa henti.

Langkah kedua yang bisa dilakukan untuk menghindari dari smartphone addiction adalah dengan melakukan upaya Replace atau menggantikan ritual scroll-scroll layar hape dengan kegiatan lain yang lebih produktif dan juga lebih bermanfaat.

Di atas sudah disebutkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi keterikatan kita dengan hape adalah mengurangi durasi pemakaiannya. Kadang sejumlah orang tidak bisa lepas dari hapenya, sebab mereka merasa tidak punya alternatif kegiatan lain yang sama mengasyikannya.

Disinilah kita berupaya melakukan replacement – atau penggantian. Dengan kata lain, kita berupaya menemukan alternatif kegiatan lain untuk menggantikan ketergantungan kita dengan hape. Kegiatan lain ini selayaknya lebih bermanfaat, dan juga tidak kalah asyik untuk dijalankan.

Beberapa contoh kegiatan lain yang bisa menjadi alternatif pengganti antara laian adalah : membaca buku-buku bagus di malam hari. Atau melakukan aktivitas olahraga di alam terbuka (outdoor activity). Atau berkebun. Atau nonton acara dokumenter yang berkualitas via layar televisi premium. Atau praktek mengulik teknik bisnis online yang manjur via laptop/PC. Atau apa aja kegiatan alternatif yang lebih bermanfaat, dan lebih bagus jika kegiatan ini juga merupakan hobi Anda.

Demikian juga, saat akhir pekan, hari-hari Anda lebih bagus digunakan untuk menjalani aktivitas olahraga yang Anda sukai – dan bukan hanya tiduran di kasur sambil main hape berlama-lama. Melakukan habit olahraga pada waktu luang di akhir pekan jauh lebih bagus daripada hanya scroll-scroll hape di kasur sambil gegoleran.

Atau Anda bisa menggantikan ritual main hape di waktu luang dengan cara menekuni hobi yang Anda sukai : entah itu hobi memasak, atau fotografi, atau berkebun, atau menjahit, atau memelihara burung Murai, atau gowes ke alam pegunungan.

Intinya adalah temukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat bagi fisik dan pikiran; dan bisa menjauhkan diri Anda dari jebakan smartphone addiction. Syukur jika aktivitas lain itu juga bisa meningkatkan skill Anda, dan akhirnya bisa menghasilkan income sampingan.

Langkah praktikal ketiga untuk melawan smartphone addiction adalah dengan cara melakukan upaya Reinvent  – atau menemukan kembali manfaat positif dari sebuah smartphone.

Reinvent intinya adalah kita mendesain ulang pemakaian hape. Maksudnya alih-alih hanya sekadar untuk medium hiburan yang acapkali tidak banyak manfaatnya bagi peningkatan nasib hidup, maka kita mesti menemukan nilai tambah yang berfaedah dari sebuah smartphone.

Selama ini sejumlah orang lebih banyak memakai hape hanya untuk scroll-scroll aneka konten (seperti konten medsos, game, media online, olshop, atau marketplace) hanya demi pemenuhan instant reward atau demi kenikmatan seketika.

Pola semacam itu  kurang banyak memberikan faedah signfikan bagi perubahan nasib hidup ke arah yang lebih baik.  Bahkan seperti yang diuraikan diatas, efeknya malah lebih banyak merugikan, yakni berupa penurunan daya fokus,  kekuatan konsentrasi dan daya kegigihan kita dalam mengejar life goals.

Karena itu, selayaknya pola konsumsi konten hape ditransformasikan menjadi ke arah yang lebih mencerahkan. Salah satu alternatif yang layak segera diterapkan adalah dengan mengubah smartphone yang kita pakai dari sekadar medium entertaintment belaka, menjadi medium learning tool yang powerful.  Disini kita secara aktif mendayagunakan smartphone kita sebagai sarana untuk proses pembelajaran demi pengembangan diri.

Caranya adalah dengan misal menggunakan hape yang kita pakai untuk mengikuti berbagai kursus online yang banyak tersedia di internet. Atau misal untuk membaca dan mempelajarai beragam panduan yang kita butuhkan untuk peningkatan skill dalam bidang yang kita tekuni. Atau menyimak beragam video tutorial di youtube yang relevan dengan ilmu yang kita jalani. Atau untuk mendengarkan audiobook yang bisa kita dengarkan sambil berangkat pulang dari kantor.

Demikianlah, tiga langkah 3R untuk mengatasi tantangan smartphone addiction : yakni Reduce, Replace dan Reinvent. Kurangi durasi pemakaiannya. Atau ganti dengan aktivitas lain yang berfaedah. Atau temukan kembali manfaat finansial dari sebuah smartphohe.  Ketiga langkah ini bisa mulai kita jalankan agar kita bisa mendapatkan manfaat positif yang lebih banyak dari keterikatan kita dengan smartphone.

Sekali lagi, acapkali tanpa disadari terlalu sering scroll-scroll layar hape dapat menurunkan kekuatan otak dan daya resiliensi kita – terutama jika pemakaiannya tidak dikendalikan, dan terlalu didominasi dengan gaya “mindless scrolling” atau scroll-scroll layar hape tanpa banyak mikir.

Tanpa melakukan langkah Reduce, Replace dan Reinvent secara proaktif, kita sangat mungkin hanya akan menjadi korban dari ledakan digital yang kini terus berlangsung dengan penuh gemuruh.  Jangan biarkan ini terjadi.

Download Paket 20 Presentasi Marketing + 22 Marketing Tools Sekarang.....

Related Post

Sekeping Kisah yang Amat Mengharukan tentang Daya Resiliensi dan Cinta yang Terluka Peristiwa menyedihkan dalam hidup kadang bisa berubah menjadi energi yang amat memotivasi. Para ahli perilaku menyebutnya sebagai the power of resilie...
Cara Mudah untuk Membangun GRIT dan Daya Resiliensi dalam Hidup Kita Dalam karya masterpiece-nya yang pernah menjadi best seller berjudul Grit : The Power of Passion and Perseverance (2016), Profesor Angela Duc...
Inilah Penyebab Kenapa Otak Anda Makin Lemot….. Sejumlah orang acap mengeluh kenapa kemampuan otaknya berasa makin lemot, atau bahkan stuck. Ibarat hape yang kepenuhan beban dan kinerjanya maki...