7 Keputusan Kunci Ini Akan Mengubah secara Dramatis Kehidupan Finansial Anda

seven-7Minggu lalu kita sudah mencoba membedah lima mitos berbahaya tentang uang dan kekayaan.

Setelah membongkar mitos dan pemahaman yang keliru itu, pertanyaan berikutnya adalah : lalu keputusan finansial apa yang layak kita lakoni? Keputusan dan langkah finansial yang benar, dan bukan semata berbasis mitos belaka.

Maka di pagi yang cerah ini, saya akan mengajak Anda semua untuk menelisik 7 keputusan kunci yang secara dramatis bisa mengubah kehidupan finansial diri Anda. 7 keputusan krusial yang bisa jadi akan membentuk nasib dan masa depanmu.

Mari kita awali sarapan bergizi dari Blog Strategi + Manajemen dengan minum secangkir teh hangat dulu.

Dari studi terhadap sejumlah riset dan literatur tentang personal finance, setidaknya ada 7 poin keputusan yang amat signifikan dampaknya terhadap masa depan finansialmu. Mari kita bedah satu demi satu.

Financial Decision # 1 : EARN MORE. Tentu saja ini adalah pilar pertama menuju kehidupan finansial yang lebih baik, yang lebih mak nyus. Ingat harga tanah di Jalan Sudirman, Jakarta sekarang sudah Rp 150 juta per meter persegi. Jadi kalo mau bikin WC ukuran 1×1 di area Sudirman, minimal butuh uang Rp 150 juta. Buat WC doang. Disitu kadang saya merasa sedih πŸ™

Bagaimana cara earn more? Upayakan agar Anda memiliki source of income lebih dari satu. Kalau Anda sudah menikah, dan dua-duanya bekerja, that’s okay. Berarti Anda sudah double income.

Namun kalau sumber penghasilan utama keluarga hanya satu, apakah masih bisa tersisa untuk tabungan investasi. Atau jika yang punya penghasilan kena PHK, apa safety net-nya?

Maka kolaborasikan dengan pasangan hidup Anda, agar bisa tercipta setidaknya dua sumber pendapatan (tidak hanya dari gaji, namun mungkin penghasilan dari usaha yang dikelola oleh mitra atau pasangan hidup).

Dengan sumber pendapatan lebih dari satu, maka peluang untuk earn more juga makin bagus.

Maka bangunlah keluarga yang produktif : baik suami dan istrinya bisa financially productive.

Financial Decision # 2 : Invest. Don’t Save. Seperti yang sudah pernah kita bahas minggu lalu, sebaiknya memang kita menginvestasikan uang kita – dan bukan hanya ditabung semata. Pilihan investasi bisa properti, reksadana atau modal usaha.

Ada aturan 40/30/30 : alokasikan 40% penghasilan untuk biaya hidup, 30% untuk bayar cicilan hutang seperti KPR, dan 30% untuk investasi.

Wah mas, kalo penghasilan saya habis semua untuk biaya hidup dan bayar cicilan. Makanya, lihat kembali poin no 1 diatas : earn more.

Sebab jika tidak ada sisa uang, maka aturan 30% alokasi untuk investasi hari tua/masa depan itu menjadi sulit dilakukan. Kecuali mertua Anda adalah Chairul Tanjung atau Sandiaga Uno.

Financial Decision # 3 : Invest to Sharpen Your Brain. Pada akhirnya, salah satu investasi terbaik itu adalah untuk pendidikan, untuk ketajaman otak Anda.

Maka selain mengalokasikan uang untuk investasi keuangan seperti reksadana dan properti, jangan pernah bosan untuk investasi buat pengembangan diri Anda (jangan hanya belajar gratisan melulu melalui Blog Strategi + Manajemen. Uhuk).

Di era internet ini banyak yang bermental gratisan. Nyari buku inginnya dari PDF bajakan. Le, le, nek sampeyan koyo ngono kapan sugihe le πŸ™

No. Kalau Anda mau maju dan earn more, kadang Anda mesti rela invest pengeluaran : untuk beli buku, ikut seminar, daftar online course, atau beli presentasi manajemen dan powerful tools untuk pengembangan diri.

Sebab karirmu akan stagnan (dan income ndak naik-naik) kalau kompetensi-mu abal-abal. Dan bagi yang usaha sendiri, bisnismu tak akan maju kalau otak-mu tidak kreatif.

So, invest your money to sharpen your brain, to enhance your skills.

Financial Decision # 4 : No Debt for Consumptive Spending. Hati-hati menggunakan kartu kredit. Banyak orang yang terjebak hutang kartu kredit dengan bunga ala rentenir, dan akhirnya dikejar-kejar debt collector.

Ada studi menarik. Ternyata secara psikologis orang lebih boros jika belanja pake kartu kredit dibanding jika pakai uang cash.

Kenapa begitu? Dalam studi itu terbukti, perasaan orang berbeda saat membeli barang dengan uang cash dan kartu plastik seperti credit card.

Saat membeli dengan uang cash, seseorang merasa lebih sayang mengeluarkannya (ada perasaan bersalah). Ada emotional attachment yag kuat dengan uang cash, dibanding dengan uang plastik berbentuk kartu kredit.

Sebaliknya, kalau belanja dengan kartu kredit, seseorang merasa tidak begitu bersalah (not guilty) waktu beli ini itu. Makanya jadi lebih boros. So, hati-hati terjebak dengan ilusi kartu kredit.

Selain itu, banyak juga orang yang ambil kredit mobil meski keuangannya belum memadai. Biar dianggap β€œsukses”.

Karena bayar cicilan mobil, maka aturan 30% maksimal untuk bayar cicilan bisa tak berlaku. Karena banyak cicilan hutang yang harus dibayar, alokasi penghasilan untuk bayar cicilan bisa tembus 50% atau bahkan 60%.

Sedih dong, begitu terima gaji, langsung habis dipotong buat bayar cicilan hutang ini itu πŸ™ πŸ™

Financial Decision # 5 : Be Humble. Hiduplah dengan bersahaja dan sederhana. Sayangnya di zaman sekarang banyak orang yang meski penghasilan pas-pasan maunya pamer dan beli barang mahal.

Contoh : beli smartphone dengan harga 5 juta meski gaji cuma 5 juta/bulan. Wadoh.

Menurut saya, Anda hanya layak membeli smartphone seharga 5 jutaan, jika gajimu sudah tembus Rp 25 juta per bulan. Kalau gaji masih 5 atau 10 jutaan, cukup beli Mito atau Evercoss yang harganya 1,5 jutaan.

Atau contoh lain : untuk membeli mobil, harusnya harga maksimal 50% dari penghasilan tahunan Anda. Jadi jika penghasilan tahunan Anda (gaji + bonus) adalah Rp 200 juta/tahun, maka harga mobil yang dibeli maksimal 100 juta (50%-nya).

Wah ndak ada mobil baru seharga gitu mas. Ya beli aja mobil second, bekas Taksi. Murah tuh πŸ™‚

Namun banyak orang yang beli mobil jauh melebihi 50% penghasilan tahunannya. Bahkan bisa 200% dari annual income-nya. Ini gaya hidup snob : penghasilan masih kecil tapi sudah sok kaya.

Pada akhirnya membeli mobil mahal itu juga keputusan investasi yang rada-rada bodoh dan tidak rasional. Sayangnya, banyak orang beli mobil mewah memang bukan untuk rasionalitas, tapi demi prestise πŸ™‚ πŸ™‚

Daripada beli mobil mahal yang depresiasinya tinggi, ya lebih bagus buat modal bisnis, beli emas atau sekalian buat beli batu akik πŸ™‚ πŸ™‚

Financial Decision # 6 : Maintain Your Health. Memang sih sekarang sudah ada BPJS. Namun antrinya lama bingits. Anda bisa keburu wafat duluan sebelum antriannya habis.

Kabar pahitnya : sekarang gaya hidup para pekerja kantoran rata-rata kurang sehat.

Stress di jalanan yang macet plus stress di kantor karena beban pekerjaan (stress membuat Anda rentan kena penyakit). Kerja lembur sampai malam (tubuhmu seperti mesin, kalau kepanasan ya lama-lama jebol). Lalu, makan siang sembarangan. Lalu pulangnya macet lagi. Ndak pernah ada waktu untuk olahraga.

Stress di jalanan dan di kantor + makan sembarangan + jarang olahraga. Ini ramuan ampuh untuk masuk ICU atau mati muda.

Maka mulailah rajin olahraga (minimal 30 menit, 4 kali seminggu). Banyak makan sayuran dan buah. Dan mulai minggu depan, kalau meeting di kantor, konsumsinya tidak lagi kue dan gorengan yang tidak sehat. Tapi ganti dengan wortel, kacang rebus, ubi rebus atau jeruk, duku dan salak. Wokeh?

Sebab kesehatan itu amat mahal harganya.

Financial Decision # 7 : Give More. Inilah financial decision yang terakhir : bersedekahlah lebih banyak. Sebab, return on investment investasi ini amat fantastis : 700 kali.

Sejumlah studi empirik juga menunjukkan : orang yang kaya ternyata memang rajin memberi. Dalam studi lain, penelitinya juga sampai menulis : kebiasaan orang untuk memberi merupakan penyebab kenapa dia menjadi kaya (Sonya, 2007).

Alurnya seperti ini. Rajin memberi dan berbagi ternyata membuat orang itu lebih bahagia. Dan riset membuktikan, orang yang bahagia pasti lebih produktif. Dan orang produktif pasti bisa earn more.

Formulanya jadi seperti ini : rajin memberi > membuat hidup lebih happy > meningkatkan produktivitas diri > karena produktivitas meningkat, maka rezeki makin sering datang menghampiri.

DEMIKIANLAH, 7 keputusan finansial krusial yang akan sangat menentukan nasib dan masa depan hidupmu : Earn More, Invest not Save, Invest on Your Mind, No Debt, Be Humble, Be Healthy and Give More.

Praktekkan 7 poin diatas, dan percayalah, masa depan hidupmu akan lebih maknyus.

Kalau mau dibikin lebih simpel, maka semboyannya seperti ini : earn more, spend less and GIVE MORE

Jangan dibalik jadi earn less, spend more, and give zero πŸ™ πŸ™

Anda pilih Misqien atau Kaya? Dapatkan Ebook yang Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Kekayaaan dan Financial Freedom. Gratis. Download DI SINI sekarang juga. Atau klik gambar di bawah.

Related Post

Kisah #LayanganPutus dan Pentingnya Kemandirian Finansial bagi Kaum Perempuan Beberapa waktu lalu sebuah kisah yang bertajuk #LayanganPutus menjadi viral di berbagai media sosial. Inti ceritanya : ada seorang ibu perempuan muda ...
Satu Rahasia Kunci yang Akan Menebak Kesuksesan Anak Anda 40 Tahun Kemudian Sebuah temuan riset yang mengguncang baru-baru ini dirilis oleh tim peneliti dari Harvard Medical School. Riset itu berlangsung lebih dari 40 tahun la...
42 comments on “7 Keputusan Kunci Ini Akan Mengubah secara Dramatis Kehidupan Finansial Anda
  1. maknyuss… saran2 ny cespleng bgt. Solusi tiada henti.. well, rajin baca buku masuk ranking 3. horee banget..

    the 7 point ala art of war ny Tsun Zu. tp perlu dibangun lingkar kebiasaan br segalanya dpt berjalan dg konsisten, resisten, disiplin n mengakar.

  2. Artikelnya mantap, tapi lebih mantap lagi kalo diterapkan sama semua orang yang baca.

    #Eniwei, saya engga ambil pdf gratisan koq. :p

  3. Artikelnya mantep. Saya sdh lama tidak membeli barang dri credit card dan hanya maintain 2 kartu saja. Memang keinginan belanja jdi tidak gitu besar….

  4. Mantap, ditemani earl grey pagi ini satu lagi artikel nootropic dari pak yodh.

    Btw yang earn more, kayanya agak susah, kalo masih stagnan di daerah Employee.

    Pilih jadi wirausaha atau kerja di luar negeri.
    yang notabene gajinya 10x lipat dari Indonesia.

    soal HP pak xiaomi harga 1.5jtaan juga keren loh pak modelnya sama speknya.. ngga malu2in..

    Untuk poin terakhir, dulu saya sempet bingung mau sedekah itu baiknya kemana untuk anak muda yang pendapatannya pas-pas an, ternyata lebih baik sedekah ke keluarga sendiri (orang tua/kakak adik) atau tetangga..
    kalo sekitarnya udah “kaya” baru sedekah ke tempat yang lain..

  5. perlu dimulai olah raga nih, dari pada cepat masuk ICU πŸ™‚

    Terus perjuangkan untuk mencapai kebebasan yang membebaskan!
    Agar tidak terus berangkat kerja masih gelap, pulang kerja sudah gelap.

    Suwun Kang informasinya, sangat mencerahkan!

  6. Diantara 7 Keputusan Kunci diatas, saya kok tertarik terhadap Debt for Consumptive Spending.

    Hati-hati menggunakan kartu kredit. Banyak orang yang terjebak hutang kartu kredit dengan bunga ala rentenir, dan akhirnya dikejar-kejar debt collector

    Hal yang miris, yang saya lihat…katanya nih, kalau tidak mempunyai kartu kredit katanya… sih tidak gaul, tidak keren, tidak profesional.. dll… entah tidak apalagi tuh…

    Apakah benar demikian ?

    Kalau bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak, dan tidak Deb for Consumptive Spending.

    That is kay. How about you ?

  7. baru bisa melek nih dengan pemaparan Pak Yodh hari ini.

    7 Keputusan ini sebenarnya bermuara pada nomor 1. Karena bila memiliki nilai lebih dan uang lebih apapun bisa dilakukan termasuk memberi.

    bukan berarti bila pas2an ga bisa memberi ya!

    Soal Investasi memang saya sudah mempelajari dari dulu hingga sekarang.

    Kalau berntentuk tabungan, nilainya tergerus inflasi, mending emas, reksadana atau property

    Demikian yang dapat saya pahami…makasih atas pencerahannya pak.
    #HabisiniSayaTidakMerasaSedihLagi

  8. Saya sendiri sekarang lebih memilih jalur online untuk earn more, apakah sudah tepat ya?

    Paradigma gratisan memang harus diubah sebenarnya, karena kalau mau ilmunya tinggi harus rela membayar mahal demi investasi jangka panjang

  9. Alhamdulillah semua sudah saya praktekkan, dan memang terbukti. Hanya masih kurang satu point yang menurut saya agak males-Olahraga. Walaupun semua artikel menyebutkan baiknya olahraga, koq saya masih susah kl disuruh olahraga. haha πŸ˜€

    trimakasih pak Yodh, guuuuuuuuuddd artikel

  10. Alhamdulillah… skrg lagi berusaha earn more k properti. Di sini, 150 juta/hektar, bukan meter. Jadi beli grosiran, jualnya eceran. Kavlingan.

  11. Benar pak, saya sendiri walaupun belum pernah membaca konten bang Yod sdah menerapkan trik-trik.

    Saya penghasilan mungkin sekitar 100 juta setahun, tapi di umur 32 tahun ini, saya sudah debt free, bebas hutang, punya 1 rumah, punya 1 ruko, punya mobil Panther 2.3 yg say beli seken cm 43 jt cash sampe skrg ga ada masalah, beli mobil cm nabung 6 bulan.

    Saya hanya kpr untuk rumah pertama, ruko dan mobil sy beli cash semua. Alhamdulillah.

    Trims mas Yod atas artikelnya.

  12. Earn Money..paling setuju dengan prinsip kolaborasi dengan pasangan πŸ™‚

    dan enaknya lagi jika usaha keduanya dilandaskan pada rasa cinta πŸ™‚

    #kerja sambil nostalgia

  13. Betul sekali pak.
    Ada yang ketinggalan, jangan lupa memiliki proteksi aset, pendapatan dan kesehatan anda.

    Karena krisis financial bisa terjadi saat risiko melanda

  14. Luar Biasa….Dahsyat….Bang Yodhia

    Keajaiban sedekah membuat orang akan menjadi kaya,sehat, dan bahagia…..Salam Sukses…

Comments are closed.