Strategi Bisnis Lion Air Menembus Langit Biru

Kalaulah ada sebuah organisasi bisnis di tanah air yang pertumbuhannya tergolong sangat spektakuler, maka Lion Air boleh jadi merupakan salah satu diantaranya. Didirikan pada tahun 2000 silam, dengan hanya modal satu kali penerbangan per hari, kini mereka melayani 200 penerbangan per hari. Itu artinya, hanya dalam sepuluh tahun, volume penerbangan mereka tumbuh sebanyak 200 kali atau 20,000%.

Tentu saja pendapatan bisnis Lion juga turut terbang mengangkasa. Tahun 2009, total pendapatan mereka sekitar 6 trilyun (dan sekali lagi, ini hanya dicapai dalam waktu yang relatif pendek, yakni hanya sepuluh tahun. Tak banyak perusahaan di tanah air yang bisa menembus angka penjualan  6 trilyun hanya dalam 10 tahun berdirinya). Jumlah penumpang Lion tahun lalu menembus angka 13 juta, dan ini artinya menggusur jumlah penumpang Garuda (hanya 8,3 juta), sebuah maskapai yang jauh lebih tua usianya. Continue reading

iPad Apple : Cara Baru Menjelajah Internet

Atmosfer di ruangan hall itu tampak kian bergemuruh. Di podium telah tampil sang dewa inovasi dunia digital, sekaligus CEO Apple, Steve Jobs. Ia tampil dengan dengan seragamnya yang sangat khas itu : kaos turtle neck lengan panjang warna hitam dipadu dengan celana jeans belel warna biru yang telah pudar (sejak 15 tahun silam, seragam khas ini tidak pernah ia ubah sedikitpun).

Steve memang tampak lebih kurus dan kuyu (ia baru melakukan operasi kanker pankreas yang nyaris merenggut nyawanya). Namun dibalik tampilannya yang layu itu, Steve tetaplah pria jenius nan visioner. Bagi banyak pengamat teknologi, Steve dengan Apple-nya tetaplah merupakan dewa yang sangat berperan dalam menentukan jagat digital masa depan.

Dan hari itu, di pagi yang cerah pada awal Februari lalu, Steve kembali muncul ke podium untuk me-launch produk terbaru dari Apple yang sungguh menggetarkan. Produk itu diberi nama iPad, sejenis tablet PC yang elegan nan canggih. Continue reading

Ketika Sang Toyota Terkapar Penuh Luka

Malam yang muram tengah menggelayuti kota Tokyo yang megah. Di salah satu sudut ruangan markas besar Toyota, Akio Toyoda tampak tengah terpekur dalam sembilu kepedihan yang mendalam. Akio adalah cucu langsung sang pendiri, Kiichiro Toyoda, dan ia belum genap dua tahun diangkat sebagai CEO Toyota, perusahaan mobil terbesar di dunia.

Namun malam itu terasa begitu meletihkan. Akio sadar reputasi perusahaan yang didirikan sang kakeknya itu kini tengah terpelanting dalam tebing kehancuran. Wajah Akio sungguh terasa sendu, dan ia hanya bisa menatap gelapnya malam dengan penuh rasa masgul. Semilir angin malam yang membelah kota Tokyo tampak kian terasa membeku. Continue reading

Melejitkan Kinerja Bisnis dengan Formula 7S

Dinamika kompetisi bisnis terus berlangsung nyaris tanpa rehat. Disana setiap organisasi terus didorong memeras peluh demi pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Disana nyaris tak ada kata maaf bagi perusahaan yang hanya menghasilkan produk abal-abal; atau memberikan pelayanan yang kering akan inovasi. Disana, setiap buku sejarah akan mencatat siapa organisasi yang terus bisa mengibarkan benderanya, dan siapa yang harus mengucapkan salam sayonara.

Dalam konteks itulah, para pelaku bisnis beruntung lantaran mereka pernah mengenal sebuah jurus yang bertajuk formula 7S. Sejatinya, skema 7S ini dirajut pertama kali oleh McKinsey, sebuah lembaga konsultan manajemen paling prestisius di kolong jagat. Meski diciptakan sekitar 30 tahun silam, formula ini rasanya masih memiliki relevansi yang kuat dengan dunia bisnis mutakhir. Dan karena itulah, kita mencoba membincangkannya pada kesempatan kali ini.

Formula 7S sendiri pada dasarnya merupakan singkatan dari 7 dimensi yang dianggap merupakan pilar bagi tegaknya sebuah kejayaan bisnis. Mari kita mencoba menelisiknya satu per satu. Continue reading

Sepotong Kisah tentang Strategi Inovasi Apple

Setiap 10 tahun sekali majalah bisnis Fortune memilih CEO of the Decade atau semacam kapten bisnis terhebat sepanjang 10 tahun. Kali ini pada tahun 2009 atau menjelang pergantian dasawarsa mereka menjatuhkan pilihannya pada sosok bernama Steve Jobs. Sosok karismatik ini kita tahu merupakan tokoh legendaris dibalik menjulangnya nama Apple dalam jagat kompetisi produk-produk digital.

Kalaulah kita hendak mendulang sebuah eksemplar yang nyaris sempurna tentang INOVASI, maka perusahaan Apple mungkin pilihan yang tak terelakkan. Hampir semua perusahan di dunia, termasuk pesaingnya Sony, Nokia dan Micorosoft, dipaksa untuk terkesima menyaksikan serangkaian inovasi nan brilian yang diracik oleh Steve dan pasukannya.

Apple, dengan Steve Jobs sebagai Sang Master-nya, memang telah mendemonstrasikan bagaimana kekuatan inovasi dan daya kreativitas disenyawakan dalam parade produk-produk nan elegan. Yang mungkin perlu juga dicatat adalah ini : melalui parade produk brilian ini Apple telah merubah secara radikal lansekap bisnis dalam tiga industri yang berbeda, yakni industri PC, musik, dan telekomunikasi. Continue reading

Facebook dan 12 Juta Users Indonesia

Bulan ini jumlah pengguna Facebook di tanah air telah menembus angka 12 juta – sebuah angka yang sangat masif (ini artinya hampir 50 % pengguna internet di tanah air menjadi membernya, sebab total netters di Indonesia berkisar pada angka 30 juta users). Angka 12 juta ini juga sebuah bilangan yang dramatis, mengingat pada Januari 2009 jumlah Facebookers di tanah air baru berada pada angka 2 jutaan. Ini artinya jumlah penggunanya mekar enam kali lipat (600%) hanya dalam hitungan bulan.

Kalaulah jumlah pengguna Facebook telah menembus angka 20 juta, bolehlah kita mengundang sang CEO Mark Zuckerberg dan wakilnya yang cantik itu, Sherryl Sandberg, untuk datang ke tanah air, berbincang tentang tren masa depan internet dunia.

Lepas dari itu, ada tiga catatan penting yang bisa dipetik dari pertumbuhan pengguna Facebook yang fenonemal itu. Mari kita mengawali Senin yang segar ini dengan mengulik satu per satu catatan itu. Continue reading

Windows 7 dan Menanti Robohnya Microsoft

Beberapa pekan lalu, Windows 7, sistem operasi termutakhir dari Microsoft diluncurkan dengan penuh suka cita. Semenjak Windows XP dirilis sekitar delapan tahun lampau, Microsoft memang kembali membutuhkan energi baru untuk menyemburatkan asa masa depan – setelah produk Windows Vista mereka mengalami kegagalan pasar yang cukup memilukan.

Make no mistake. Hingga hari ini, Microsoft tetap merupakan raksasa teknologi yang terlalu tangguh untuk dirobohkan begitu saja. Produk andalan mereka, sistem operasi Windows dan aplikasi Office (word, excel, dan powerpoint) masih sangat dominan, dan hampir pasti Anda sekarang juga tengah menggunakannya. Namun dalam berbagai lini lainnya, Microsoft tampak limbung dan tertatih-tatih menegakkan kewibawaannya. Continue reading