Show Me the Money ! Show Me the Money !

Kalimat itu menjadi legendaris sejak diucapkan oleh seorang agen pemain soccer dalam film indah bertajuk Jerry Maguire (tokohnya dimainkan dengan brilian oleh mas Tom Cruise). Yeah, show me the money. Show me the money.

Pada akhirnya, financial reward ternyata masih merupakan instrumen motivasi paling ampuh untuk menopang kinerja kaum profesional. Paket remunerasi yang mak nyus ternyata tetap masih merupakan elemen kunci kala kita mau bicara tentang peningkatan produktivitas pekerja.

Di Senin pagi yang cerah ini, sejenak kita mau menyisihkan waktu buat mendiskusikan variable kunci ini : tentang aspirasi untuk merengkuh financial reward yang melimpah. Tentang harapan untuk menggapai financial income yang rancak dan bisa bikin hati sumringah.

Sejatinya terdapat beragam aspek ketika kita mau bicara tentang teori motivasi dan korelasinya dengan financial reward. Kali ini kita mau menelisik dan mengulik dua aspek utama diantaranya. Continue reading “Show Me the Money ! Show Me the Money !”

Irasionalitas dan Judgement Error dalam Soal Keuangan Pribadi

Dalam tulisan sebelumnya kita telah membahas mengenai bias dan error judgement dalam proses penilaian kemampuan orang lain. Ternyata error semacam itu juga menyelinap diam-diam manakala kita melakukan proses pengambilan keputusan dalam aspek keuangan personal.

Ketika memutuskan beragam soal dalam bidang keuangan pribadi, kita ternyata begitu mudah tergelincir dalam jebakan irasionalitas yang sungguh melenakan. Bayangan irasionalitas itu selalu datang tanpa pernah disapa, menelusup dalam ruang batin kita, dan kemudian membikin proses pengambilan keputusan melenceng dari akal sehat.

Di pagi penghujung Februari ini, kita mau membicangkan dengan renyah sejumlah error dan irasionalitas yang acap muncul dalam dalam soal keuangan pribadi. Continue reading “Irasionalitas dan Judgement Error dalam Soal Keuangan Pribadi”

Cara Cerdas Mengelola 3 Jenis Kekayaan

Hidup sejahtera lahir batin adalah sejenis angan yang mungkin ingin kita raih dengan sepenuh sukacita. Dalam konteks inilah kemudian kita dikenalkan dengan konsep klasik tentang tiga jenis kekayaan, sebuah tema yang juga pernah dengan memikat diulas dalam blog Business and Beyond.

Saya ingin kembali meng-elaborasinya disini, sebab tiga jenis kekayaan ini merupakan sebuah tema yang mungkin kudu selalu kita kenang, kita rajut, dan kemudian kita bentangkan dalam lansekap sejarah kehidupan kita yang penuh dinamika ini.

Lalu apa saja tiga jenis kekayaan ini? Dan bagaimana cara kita untuk secara cerdas mengelolanya secara paripurna. Ditengah bau sedap tanah lantaran air hujan yang terus mengguyur, kita mau membincangkan tema penting itu disini, in this amazing blog. Continue reading “Cara Cerdas Mengelola 3 Jenis Kekayaan”

Berapa Besar Bonus Akhir Tahun yang akan Anda Terima Kali ini?

Beberapa minggu lagi, tahun ini segera akan berakhir. Bagaimana kira-kira pencapaian target profit dan penjualan yang telah ditetapkan oleh kantor Anda? Jawaban atas pertanyaan ini penting, sebab biasanya akan amat menentukan jawaban pertanyaan berikutnya : jadi, berapa kira-kira bonus akhir tahun yang akan sampeyan terima?

Bonus. Ah, sebuah kata yang pendek namun amat dinanti oleh para pekerja yang selama 12 bulan penuh telah berjibaku, memberikan karya terbaik untuk perusahaan. Setelah keringat dicucurkan dan segenap energi dibentangkan, wajar dong jika pihak manajemen memberikan imbalan balik yang layak berupa bonus yang gede.

Sejatinya, bonus memang merupakan salah satu siasat keren untuk mempertahankan talenta-talenta terbaik. Bonus juga salah satu mekanisme untuk melakukan profit sharing yang telah diraih oleh perusahaan. Bonus adalah kata sakti yang akan membuat kalimat “our best asset is our great employee” menemukan arti yang paling sesungguhnya (dan bukan sekedar lips service belaka).

Di pagi bulan Desember yang ceria ini, mari kita sejenak menghitung-hitung berapa bonus yang layak Anda terima. Continue reading “Berapa Besar Bonus Akhir Tahun yang akan Anda Terima Kali ini?”

Earn More. Spend Less. And Give More.

Berapa income yang mestinya kita peroleh agar bisa melakoni hidup dengan penuh rasa tentram, gemah ripah loh jinawi? Perhitungan yang pernah saya tuliskan disini, membawa kita pada angka 16 juta rupiah per bulan. Wah lumayan tinggi juga ya.

Benar, angka itu jauh lebih tinggi dibanding UMR kota Jakarta yang hanya 1,5 juta per bulan. Mengapa segitu tinggi? Pan katanya mau hidup lumayan tentram?

Eniwei, hidup di kota-kota besar rasanya memang kian mahal. Harga rumah sepetak di pinggiran kota Bekasi sudah mencapai 250 juta rupiah. Hanya dengan mendapatkan segenggam nafkah yang memadai, kita mungkin baru bisa membangun biduk rumah tangga yang sejahtera.

Dan persis disitulah, kita dikenalkan dengan 3 kredo atau prinsip utama perencanaan keuangan yang mak nyus. Tiga kredo magis itu berbunyi : Earn more. Spend less. And Give More. Mari kita menghampirinya satu per satu. Continue reading “Earn More. Spend Less. And Give More.”

Empat Pilihan Investasi Top untuk Masa Depan yang Sejahtera

Meracik persiapan guna menata masa depan yang sejahtera barangkali merupakan lelakon yang kudu disuntuki. Kelak kita pasti akan berkeluarga. Dan kelak anak-anak kita pasti juga akan membutuhkan biaya hidup dan biaya pendidikan yang tidak sedikit. Tanpa persiapan finansial yang solid, kita mungkin bisa mencederai amanah untuk membimbing anak-anak kita dalam menata kehidupannya.

Nah, salah satu persiapan yang bisa diracik adalah melakukan kegiatan investasi secara pas. Tentu saja syaratnya adalah : kita mempunyai tabungan yang memadai untuk di-investasikan. Kalau tidak ada sisa tabungan, atau malahan setiap bulan tekor, yah lalu apa dong yang mau di-investasikan? Cuma sekeping ilusi?

Oke, semangat. Saya yakin Anda semua pasti punya tabungan yang cukup memadai untuk di-investasikan. Kalau begitu, berikut empat alternatif pilihan investasi yang layak dipertimbangkan. Continue reading “Empat Pilihan Investasi Top untuk Masa Depan yang Sejahtera”

90% Karyawan Tidak Siap Menghadapi Pensiun

Beberapa waktu lalu, harian Kompas menyajikan pandangan menarik dari pakar perencanaan keuangan (financial planner). Disitu disebutkan fakta bahwa 9 dari 10 karyawan di Indonesia ternyata tidak siap secara finansial untuk menghadapi masa pensiun.

Dalam kenyataannya kita memang acapkali menyaksikan para pegawai yang sudah memasuki masa purnabakti menghadapi kehidupan finansial yang berat. Beban biaya hidup makin mahal, dan karena makin tua, biasanya biaya kesehatan juga kian melesat (makanya, hidup sehat sejak sekarang). Nah pas kondisi seperti itu, pendapatan bulanan nyaris nihil karena sudah keburu pensiun. Lalu mau hidup dari makan apa?

Sebelum kita membahas bagaimana solusinya, kita mau memetakan dulu EMPAT TIPE kebijakan yang diambil oleh kebanyakan perusahaan dalam memberikan dana pensiun kepada para pegawainya. Anda beruntung sekali jika bisa bekerja pada perusahaan yang oke dalam memberikan kesejahteraan bagi para pegawai yang memasuki pensiun. Continue reading “90% Karyawan Tidak Siap Menghadapi Pensiun”