Merasa sudah bekerja keras, menyelesaikan banyak tugas, bahkan sering lembur, tetapi karier seperti berjalan di tempat? Kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami kondisi yang sama: pekerjaan bertambah, tanggung jawab semakin besar, tetapi posisi, penghasilan, dan kesempatan berkembang tidak banyak berubah.
Masalahnya, karier tidak selalu bergerak maju hanya karena kita bekerja keras. Ada beberapa faktor yang sering tidak disadari.
Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Strategi pengembangan SDM di Bank Mandiri bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, profesional, serta mampu beradaptasi dengan perubahan di industri perbankan.
Dengan berbagai program pelatihan, pengembangan karier, serta kebijakan berbasis teknologi, Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan kapabilitas karyawan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dalam dunia kerja, banyak dari kita bercita-cita memiliki karir yang sukses dan penghasilan yang meningkat seiring berjalannya waktu. Namun, kenyataannya tidak selalu sesuai dengan harapan.
Ada saat-saat di mana gaji kita tampaknya tidak kunjung naik, dan perjalanan karir terasa seperti berputar di tempat.
Artikel ini akan membahas fenomena yang dikenal sebagai “Gaji x Karir Stagnan” dan akan menyelidiki beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi.
Perusahaan-perusahaan high tech raksasa seperti Tesla, Google, Netflix hingga Apple kini tak lagi mensyaratkan lulusan S1 (college degree) untuk bisa mendaftar lowongan kerja yang mereka sediakan.
Begitu pengumuman yang pernah dirilis Elon Musk. Manajer HRD di Google dan Tesla dan juga Apple juga menyatakan hal yang sama. Seseorang kini tidak perlu lagi lulus S1 untuk bisa mendaftar menjadi highly capale employees di berbagai perusahaan terkemuka itu.
Apakah itu artinya gelar dan ijasah S1 akan menjadi kian tak relevan di era Revolusi Industri 4.0 ini? Apakah gelar S1 itu sesungguhnya sesuatu yang “over-rated”?
Bagi para pekerja kantoran yang bekerja dengan penuh semangat tiap hari dari jam 8 s/d jam 5 sore (kadang hingga jam 9 malam), maka karir yang sukses merupakan salah satu detinasi yang hendak direngkuh.
Apa saja sejatinya indikator sukses untuk mengukur perjalanan karir seseorang? Di pagi yang agak cerah ini, kita akan menelisik 5 indikator sukses yang layak ditabalkan untuk menilai keberhasilan karir seseorang.
Mari kita jelajahi satu demi satu 5 indikator ini sembari ditemani sarapan bubur ayam sambil diaduk-aduk hinggga rata.
Salah satu buku legendaris yang perlu dibaca secara berulang itu judulnya How to Win Friends and Influence People.
Jika Anda belum membacanya, buku itu sangat saya rekomendasikan untuk disimak dengan tuntas. Jika Anda sudah membacanya, maka sesekali perlu dibaca ulang sebagai reminder.
Dalam artikel ini, saya akan mencoba mendedahkan poin-poin kunci yang ada dalam buku itu. Silakan luangkan waktu sejenak untuk membaca poin-poin kunci ini, dan lalu renungkan serta praktekkan dalam keseharian Anda.