Serbuan Netflix dan Ledakan Internet Broadband Indonesia

netflix reBerapa rata-rata konsumsi data internet broadband Anda dalam sebulan? 2, 5 atau 10 giga?

Lalu berapa kecepatan rata-rata koneksi internet yang Anda nikmati? 512 KB per second, 2 MBps atau sudah tembus 10 MBps?

Jawaban dari dua pertanyaan tadi mungkin bisa menjadi celah untuk memahami masa depan internet broadband di Indonesia.

Faktanya, hari-hari ini kita tengah menyaksikan apa yang layak kita sebut sebagai internet broadband explosion. Saat Anda bisa menikmati koneksi internet yang wuzz, wuzz wuzz.

Lalu apa implikasi semua ini bagia kehidupan digital kita?

Data terhadap pengguna aktif smartphone menunjukkan rata-rata konsumsi datanya adalah sekitar 200 mega per hari (atau sekitar 6 giga per bulan ! ). Memang angka ini hanya untuk active users.

Saya sendiri pernah menghitung rata-rata konsumsi data yang saya gunakan untuk browsing di internet adalah sekitar 100 MB per hari atau sekitar 3 giga per bulan. Bagaimana dengan Anda?

Sementara durasi waktu rata-rata yang dihabiskan oleh user Indonesia untuk melihat internet baik dari laptop ataupun smartphone adalah 4 jam per hari.

Saya sendiri kalau pas lagi tidak mengisi training untuk klien, bisa menghabiskan hingga 5 jam per hari di depan internet. Ini mungkin wajar karena saya punya bisnis online. Kalau hanya untuk browsing-browsing Facebook dan online media, mungkin agak sia-sia menghabiskan waktu hingga 4 – 5 jam di depan internet.

Nah lalu berapa rata-rata kecepatan koneksi internet Anda? Data yang ada menunjukkan rata-rata kecepatan internet Indonesia sudah tembus 2 MBps (mega byte persecond). Sebuah angka yang jauh lebih mengesankan dibanding saat hanya bisa 124 atau 256 KBps.

Bahkan di beberapa area di Jakarta koneksi 4G XL sudah bisa tembus 100 MBps. Amazing. Koneksi internet 4G punya XL memang lebih cepat daripada punya Telkomsel dan Indosat.

Saya sendiri di rumah (di Bekasi) menggunakan Indihome dengan kecepatan maksimal 10 Mbps dengan paket unlimited. Rata-rata kecepatan yang saya dapat mungkin sekitar 5 MBps.

Bagaimana dengan rata-rata kecepatan koneksi internet yang Anda gunakan? Bisa di-share ya di komen.

Kabar baiknya, berbagai layanan internet broadband sepert 4G dari Telkomsel, XL dan Indosat akan terus meluas hingga di Sulawesi dan Sumatra. Sementara, layanan Fiber Optic dari Indihome, Firstmedia, MyRepublic, CBM hingga Biznet akan terus meluas di berbagai kota di Indonesia.

Biayanya pun agak terjangkau. Paket unlimited dengan kecepatan 10 MBps dan di-bundling dengan beragam channel TV yang menarik, rata-rata biayanya sekitar Rp 350 ribu per bulan. Masuk akal. Karena selain internet dengan kecepatan tinggi, juga bisa akses beragam channel TV yang menarik. Tidak perlu lagi biaya langganan tv kabel sendiri via Indovision misalnya.

Dalam tiga tahun ke depan saya meramalkan rata-rata koneksi internet kita bisa tembus 5 Mbps secara nasional.

Dibarengi dengan meluasnya layanan 4G dan fiber optik, maka itulah era yang akan menandai ledakan internet broadband Indonesia.

Pertanyaannya : internet cepat buat apa? Ini pertanyaan legendaris dari mantan Menkominfo Tifatul Sembiring. Pertanyaan yang dulu dianggap lucu oleh para netizen, namun menurut saya LAYAK DIRENUNGKAN dengan SUNGGUH-SUNGGUH.

Faktanya, mayoritas netizen menggunakan internet kecepatan tinggi hanya untuk browsing Facebook, main games, atau nonton video pemusik asing via youtube. Kalau begini, buat apa internet cepat?

Yang lebih muram, jika internet dengan kecepatan tinggi itu justru dinikmati oleh layanan video film digital seperti Netflix, yang baru minggu lalu menyerbu bumi nusantara.

NETFLIX adalah penyedia layanan film-film HD (high definition) bermutu tinggi via video streaming yang berkantor pusat di Amerika. Film-film top selalu mereka sediakan via online video. Minggu lalu mereka serentak membuka cabang di 100 negara, termasuk di Indonesia.

Biaya langganan Netflix Indonesia sekitar Rp 109 ribu perbulan, cukup terjangkau – dan mungkin cukup menarik mengingat Anda bisa nonton ribuan film HD yang mereka sediakan. Hadirnya Netflix di Indonesia disambut dengan antusias oleh para netizen.

Namun pertanyaannya mungkin jadi terasa sendu : so internet cepat buat apa, kalau yang paling diuntungkan adalah Netflix (raksasa media dari Amerika) plus Youtube (yang juga milik asing)?

Maka untuk merespon ledakan internet broadband (kecepatan tinggi), mungkin harus lebih banyak muncul konten-konten digital kreatif buatan lokal – yang memanfaatkan video. Sajian online video memang diramalkan akan makin booming sejalan dengan koneksi internet yang kian cepat.

Kini misalnya bermunculan youtubers lokal yang bagus seperti Bayu Ska, Eka Gustiwa dan Edhozell. Mereka menciptakan konten video secara kreatif, upload di youtube, dan kemudian mendapatkan income dari sharing iklan. Konten-konten video lokal seperti ini yang harus diperbanyak.

Saya sendiri merencanakan untuk mulai menghadirkan konten video inspiratif di Blog Strategi + Manajemen. So nantikan saja tayangan video online yang renyah di blog legendaris ini 🙂 🙂

Ikut memproduksi konten digital berbasis video yang inspiring dan kreatif, saya kira adalah salah satu cara terbaik untuk merespon ledakan internet broadband.

Sebab dengan itu kita tidak hanya sekedar menjadi konsumen digital yang pasif, dan membiarkan Netflix yang rakus konsumsi data – sebagai bisnis asing yang paling diuntungkan dengan kehadiran internet 10 Mbps.

Sebab kalau kita hanya haha hihi di Facebook, pamer selfie di Path atau sekedar jadi pelanggan Netflix – maka pertanyaannya memang : Internet cepat buat apa?

Related Post

Kenapa Produktivitas Karyawan Indonesia hanya SeperSepuluh Karyawan Singapore? Produktivitas karyawan sebuah perusahaan merupakan salah satu indikasi penting untuk melacak masa depan bisnis dan ekonomi. Produktivitas karyawan yan...
3 Pilar Kunci yang Membuat Toyota menjadi Legenda dalam Bisnis Otomotif Indonesia Setiap menjelang lebaran, pasar mobil di tanah air – baik mobil bekas ataupun baru – selalu semarak dan sumringah. Bukan apa –apa. Banyak orang yang i...
2 Kisah yang Mengguncang tentang 2 Onlinepreneurs Indonesia Jagat online Indonesia kian melaju menderu-deru. Tahun ini user internet di tanah air telah tembus 100 juta anak manusia – sebuah angka yang masif dan...
37 comments on “Serbuan Netflix dan Ledakan Internet Broadband Indonesia
  1. Kekurangan Netflix masih banyak film serial yang belum tersedia alias tidak terlalu lengkap bila dibanding kompetitor lainnya, juga tidak ada subtitle Indonesia. Yah mungkin kedepannya akan lebih baik
    🙂

  2. Pertanyaan “internet cepat buat apa?”. Ya kalau hanya sekedar buat fb-an, twitter-an, dll ya hanya mnguntungkan orang asing aja.

    Tapi bagaimana dgn orang2 indonesia yg berprofesi sbg programmer? Atau pelaku bisnis online? Atau misalnya pesen tiket pesawat yg dlm hitungan detik bisa berubah.

    Saya rasa kemajuan teknologi ada plus dan minusnya, mau tidak mau harus mau.

    Jadi menurut saya “internet cepat buat apa?” adalah pertanyaan yg bersifat egois. Hanya memandang sebelah mata.

    Ukm, dunia pendidikan, bisnis, DLL membutuhkan Internet cepat. Namun negatif nya adalah banyak user yg hanya hahahi baca fb, hater, DLL.

    Demikian uneg2 saya….
    Sukses buat pak Yodhia. Akhirnya bisa masuk TV. Mengikuti jejak Om Mario Teguh…

  3. Kalo bagi desainer yang sering ngirim-ngirim file besar, mungkin butuh juga internet cepat (pengalaman saya).

    Tapi kalo hanya untuk nonton video atau hiburan-hiburan lain, malah kebanyakan menggangu pekerjaan, pekerjaan jadi gak rampung-rampung karena keasikan nonton youtube…hihihi… (pengalaman saya juga) X-(

  4. Pagi ini di Pangkalan Kerinci Riau, via Telkomsel Simpati, Download 5.62Mbps, Upload 1.38Mbps.

    Ditunggu video online-nya, Mas Yodhia.

    Salam dari Riau.

  5. dengan internet yg makin kenceng harusnya kita yang muda-muda bisa lebih bereksplorasi sama kreativitas. contohnya bikin artikel keren kayak gini heheh…

  6. Blog yang selalu saya suka.

    2016 ini memang akan menjadi tahun kompetisi konten video dan live streaming, memanfaatkan 4G dan layanan internet yang semakin cepat.

    Satu lagi, virtual reality juga jadi variasi konten video. Happy vlogging!

  7. Bagi kami pengusaha berbasis internet sudah mulai mengantisipasinya sejak 2012.

    Banyak sekali video promosi yang kami produksi untuk berbagai produk dan layanan. Karena pada dasarnya manusia Indonesia lbh menikmati tayangan AUDIO VISUAL.

    Maka jika digabungkan dg meningkatnya kecepatan koneksi internet akan menjadi video promosi yang memuaskan para pelanggan.

    Nice post Pak…

  8. Pengguna internet di Indonesia harus memanfaatkan momen ledakan kecepatan internet ini untuk hal hal yang lebih produktif lagi, syukur bisa dioptimasi untuk mengembangkan karier dan usaha

  9. Buat bikin server web yg lebih reliable bwt bisnis online saya pak..

    btw bener ga sih klo pake indihome telkom tu pelayanan nya klo inet mati ga cepet?

    saya masih pake inet swasta dari jogja 5mbps upload n download lmyn mhl 1,5jt…

    tapi teknisinya cekatan banget, tengah malem mati pun dibantu datang k rumah..

    klo pake indihome bisa ga seperti itu?

    • Saya pake Indihome, cepat dan lumayan terjangkau biayanya….

      Namun benar, kalu ada gangguan, lama banget teknisinya datang. Bisa berminggu2 🙁

      Makanya saya langsung minta HP teknisi….jadi kalo ada gangguan langsung call dia, tidak lewat 147 atau call resmi Indihome/Telkom.

      Kalo punya HP teknisi langsung, bisa cepat. Apalagi kalo kita sudah kenal.

      Kalu nunggu petugas resmi, bisa bulanan baru datang 🙁

  10. jkt- Indosat
    Download : 2.43mbps
    Upload : 1.11mbps

    Cukuplah untuk bikin tesis finance. Lalu internet cepat buat apa? Ya buat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani sebagai Gen Z. 😀

    • Masalahnya pas beliau ngomong itu indonesia termasuk lambat aksesnya saudara. Jadi menurut saya cepat itu bagus asal bisa dimaksimalkan dengan baik. Syukur2 kalau itu nanti dibuka pemain2 baru biar harga semakin kompetitif dan kualitas makin top

  11. Di tempat kami rata2 2.5Mbps
    Sudah lumayan cukup untuk dipakai bisnis online 😀

    Koneksi internet yang lebih cepat akan memudahkan bagi mereka yang ingin belajar secara online. Dimana materi2 disampaikan via video maupun live streaming.

    Sukses pak Yodhia 🙂

  12. Setuju om, teman saya juga pakai indhome terus malah dari jam 10 pagi sampe saya tidur masih aja streaming.

    Memang harus ingat kalau kita jg. Sampe terlena oleh kecepatan tinggi.

    Saya pribadi masih pakai smartphone aja sekitar 1.5 GB buat 2 gadget kalau mau unternetan di laptop tinggal tetring.

    Skrg rencana mau pakai 1 kartu yg 4 GB jadi lebih irit buat mahasiswa hehe

  13. Saya juga punya bisnis online pak… Rata-rata sebulan 6gb digunain untuk bisnis dan hiburan.

    By the way blog ini emang isinya renyah bak rengginang di kaleng khong guan.

    Stay foolish stay hungry.

  14. Era Video Digital…

    Konten berbasis video akan mulai banyak diminati.

    Untuk di Bekasi, kecepatan seperti itu sudah lumayan banget Mas.. saya yang di perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur saja masih “GALAU” dengan Koneksinya yang putus nyambung (Lagu BBB).. Hahahaha…

  15. Saya sedang membangun onlineshop dgn memanfaatkan langganan indihome di rumah, kecepatan 10mbps, rumah saya di bekasi juga, ojo2 sampean tonggoku Mas

  16. Betul sekarang jamannya udah 4G, sayang kalau dimanfaatkan hanya untuk nonton atau download hal hal yang gak terlalu berguna, saya sendiri pakai smartfren 4G, lumayan cepat untuk upload video tutorial yang saya buat

    Dan saya tunggu segera konten videonya pak, salam sukses selalu

  17. Akses internet cepat penting sih…buat akses youtube hehehehe…
    akan lebih penting lagi bila nanti akses videonya mas yodhia, bener ga…:)
    Ditunggu…Good Luck

Comments are closed.