Satu Rahasia Kunci untuk Meraih Puncak Kesuksesan Karir dan Bisnis

Dalam sajian kali ini saya akan mencoba menjelajah satu jurus kunci yang paling ampuh untuk meraih kinerja puncak.

Sajian kali ini merupakan ulasan dari sebuah buku bagus karya Profesor Morten Hansen berjudul : Great at Work: How Top Performers Do Less, Work Better, and Achieve More.

Dari studi ekstensif yang disajikan dalam buku fenomenal itu, terungkap sebuah jurus kunci untuk meriah kinerja yang cemerlang, baik dalam dunia karir dan bisnis.

Apakah gerangan jurus kunci itu? Mari kita bedah dengan renyah.

Dalam buku itu, Profesor Morten Hansen (yang merupakan guru besar ilmu manajemen di University of California at Berkeley) mendedahkan hasil penelitiannya yang mendalam tentang kenapa seseorang bisa mencapai puncak kinerja yang cemerlang, dan kenapa sebagian yang lain hanya menjadi mediocre performer (kinerjanya medioker alias biasa-biasa saja).

Satu temuan kunci yang didapat dari hasil studi itu dapat disarikan dalam sebuah tagline yang bunyinya seperti ini : do less and obsess.

Benar. Ternyata semua great performers itu punya satu kesamaan unik, yakni : mereka hanya FOKUS pada satu atau maksimal dua projek/aktivitas utama, dan kemudian habis-habisan berjibaku dalam key projects itu.

Dengan kata lain, hampir semua great performers secara sengaja memang memilih untuk mengerjakan SEDIKIT aktivitas (do less). Karena hanya sedikit, mereka benar-benar memilih projek atau aktivitas yang paling impactful, yang paling dramatis impaknya.

Dan karena hanya punya sedikit projek, mereka kemudian bisa habis-habisan mencurahkan seluruh energi dalam key projects tersebut.

Menurut Morten Hansen, great performers hampir tidak pernah melakukan multi-tasking : atau melibatkan diri dalam beragam akitivitas atau projek. Sebab multi-tasking hanya akan hasilkan kinerja yang tak memuaskan.

Namun di banyak kantor/perusahaan, acapkali seseorang terlibat dalam begitu banyak kegiatan atau projek, dengan alasan multitasking. Atau mungkin biar kelihatan sibuk banget. Atau agar kelihatan punya peran di banyak kegiatan.

WRONG. Multitasking atau terlibat dalam beragam kegiatan/projek/program semacam diatas tidak akan pernah membuat Anda menjadi Great Performers.

Alasannya sederhana : Anda tidak punya FOKUS. Melibatkan diri dalam beragam aktivitas/program kerja, hanya akan membuat fokus Anda terpecah-pecah. Dan karena energi, waktu, pikiran hingga konsentrasi Anda terbelah-belah dalam beragam projek, maka sulit untuk melahirkan kualitas kerja yang ekselen.

Menurut riset Morten Hansen tersebut, multitasking adalah ilusi produktitivitas. Kesannya sibuk banget dengan beragam aktivitas. Namun sejatinya, proses multitasking akan gagal melahirkan hasil kinerja yang benar-benar luar biasa. Iya, semua kerjaan mungkin selesai. Namun selesai dengan kualitas biasa-biasa saja. Bukan dengan mutu yang luar biasa.

Filosofi DO LESS and OBSESS adalah antitesa dari multi-tasking. Disini seseorang memang sengaja memiliki less projects atau less activities (bukan more and more). Sedikit akitvitas namun yang benar-benar punya impak dramatis.

Lalu ia hanya fokus pada key aktivities tersebut. Ia secara sengaja tidak mau lagi melibatkan atau dilibatkan dalam beragam projek lainnya yang menurut dia bukan sesuatu yang impactful.

Tujuannya simpel : agar seluruh energi, waktu dan pikiran dia bisa dipusatkan untuk mengerjakan key activities tersebut. Dengan fokus habis-habisan, maka dia bisa menghasilkan kinerja dengan mutu yang luar biasa.

Studi Morten Hansen memang menunjukkan pola seperti diatas. Semua GREAT PERFORMERS melakukan filosofi DO LESS and OBSESS. Fokus pada sedikit aktivitas yang super impactful, lalu terobsesi habis-habisan dengan tugas tersebut, demi hasil yang cetar membahana.

Untuk memilih aktivitas, atau projek atau program yang super impactful, kita mungkin bisa meminjam Prinsip Pareto : mana sebuah kegiatan atau projek yang akan berdampak paling besar bagi kemajuan organisasi/perusahaan.

Prinsip Pareto bilang biasanya hanya ada 20% variabel yang berdampak bagi 80% hasil.

Tugas Anda bersama team adalah menemukan program atau aktivitas yang berdampak bagi 80% kemajuan kinerja team/departemen. Abaikan program-program yang tidak begitu penting. Fokuskan energi hanya pada sedikit projek namun yang benar-benar powerful dampaknya.

Acapkali sejumlah team dalam kantor/perusahaan tergoda untuk mengerjakan banyak hal. Semua hal dianggap penting. Semua dianggap prioritas. Padahal kalau semuanya prioritas, sama dengan tidak ada prioritas sama sekali.

Akhirnya, Anda kembali terjebak dalam ilusi multitasking yang hanya hasilkan kualitas kerja biasa-biasa saja, bukan yang cetar membahana.

Prinsip DO LESS and OBSESS ini juga bisa Anda terapkan dalam kehidupan personal Anda.

FOKUSKAN energi, waktu dan pikiran Anda untuk sesuatu yang super impacftul bagi perbaikan nasib dan income.

Lalu kurangi beragam aktivitas yang kurang berfaedah seperti scroll, scroll, klik, klik layar hape untuk cek social media, aneka olshop atau beragam informasi online yang nggak jelas.

Di kantor, kurangi pula kerjaan yang mungkin tidak impactful (misal menghadiri aneka meeting yang bertele-tele, dan nggak jelas arahnya). Atau mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bukan fokus utama pekerjaan Anda. Mungkin banyak jenis kerjaan ekstra kayak gini yang membuat Anda terjebak dalam ilusi multi-tasking.

Ajak team, rekan kerja dan atasan Anda untuk menerapkan prinsip DO LESS and OBSESS ini. Lakukan pertemuan untuk membahas KEY ACTIVITIES yang SUPER IMPACTFUL. Lalu eliminasi beragam aktivitas lain yang hanya buang waktu dan sebenarnya tidak begitu tinggi impaknya.

Butuh keberanian untuk fokus pada sedikit area kinerja kunci saja. Jangan tergoda dan terjebak untuk melakukan banyak hal, namun hasilnya hanya kelas medioker.

Namun jika sudah sepakat pada key projects/activities yang super penting dan jumlahnya sedikit saja (Do Less), maka kemudian curahkan semua energi, pikiran dan waktu utuk menghasilkan kinerja yang luar biasa.

DEMIKIANLAH, sebuah temuan penting dari buku berjudul Great At Work ini. Prinsip kuncinya adalah DO LESS and OBSESS. Kerjakan hanya sedikit hal. Namun curahkan segenap obsesi pikiranmu dalam hal kunci tersebut. Maka dijamin Anda akan mampu menjadi GREAT PERFORMER.

NOTE :
Dalam video super renyah dibawah ini, saya memberikan penjelasan ekstra tentang cara menerapkan prinsip DO Less and Obsess.

Silakan KLIK and PLAY. ENJOY.

Akan lebih bagus jika Anda menyaksikan video amazing ini bersama rekan-rekan kerja Anda di kantor dalam acara Knowledge Sharing Session yang bergizi dan berfaedah 🙂 🙂

Anda pilih Misqien atau Kaya? Dapatkan Ebook yang Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Kekayaaan dan Financial Freedom. Gratis. Download Sekarang.

Related Post

Yodhia Antariksa Konsultan Manajemen Kinerja dan Pakar dalam Penyusunan KPI serta BSC Yodhia Antariksa adalah founder PT. Manajemen Kinerja Utama, dan sekaligus konsultan senior dalam bidang manajemen kinerja, KPI dan Balanced Scorecar...
Free and Amazing Slides tentang Rahasia Meraih Kesuksesan Sejati Hidup sukses mulia di dunia dan akherat adalah senandung doa yang mungkin terus kita lantunkan. Sebab siapa insan di muka bumi ini yang tak berhasrat ...
Mengelola Kinerja dengan Penilaian 360 Degree Mengelola kinerja karyawan agar selalu tersaji prestasi yang bagus mungkin sebuah lelakon yang kudu dijalani dengan penuh kesungguhan. Disitu terbenta...
15 comments on “Satu Rahasia Kunci untuk Meraih Puncak Kesuksesan Karir dan Bisnis
  1. FOKUS sepenuh hati pada satu aktivitas sampai selesai.

    Selanjutnya bertebaran ke bumi-Nya untuk mengerjakan aktivitas yang lain.

    Inginnya sih mengerjakan aktivitas banyak dalam satu waktu, “biar dapat hasil banyak”, TERNYATA hasilnya “gak jelas” selesai pun tidak.

    Kalaupun selesai, itu pun tidak optimal.

    so, fokus saja pada satu aktivitas, biar hati dan pikiran tenang, hasilnya juga mudah-muhahan memuaskan.

    Salam sukses penuh keberkahan.

    | Accounting Tools+SOP Keuangan | https://manajemenkeuangan.net/ |

  2. Seperti biasa selalu dapet faedah di senin pagi dari blog ini. 🙂

    Ketika bekerja di perusahaan saya pernah di minta untuk melakukan berbagai hal alias multitasking. Hasilnya kerjaan tidak ada yang beres.

    Berbeda dengan ketika hanya memfokuskan pada satu hal. Dan seperti yang di sampai kan buku itu hasilnya akan jauh lebih baik.

  3. Ada sedikit kerancuan, dimana do less and obsess memang tipikal orang berkarir, namun untuk berwirausaha banyak faktor yang menentukan sebuah kesuksesan dan kekayaan.

  4. lagi berusaha mencerna,

    kalo dari saya, memang sometimes perlu kerja multitasking, namun tetap harus ada prioritas kerja, dimana yang harus fokus paling dalam, dan yg lain cukup monitor dari report progress.

    thank.ck

  5. Langganan senin pagi untuk siraman semangatnya dan bacaan yang bermanfaat!.

    Memang harus fokus sih, hanya saja menurut pengalaman pribadi, suka tergoda akan peluang yang lain, dan benar saja ada project yang mangkrak, tapi alhamdulillah mulai rada tobat hehe.

    Btw saya mau kasih masukan, di kolom komentar saya lihat beberapa ada yang mengajukan pertanyaan, saran saya coba blognya di setting jika setiap ada reply di komen, maka orang yang di reply akan dapat notifikasi di email, jadi praktis… diskusi bisa jalan terus dan kelihatan walau di artikel lama, karena ada notif di email.

    Salam.

  6. wah multitasking ternyata sudah gak jaman yaa..
    btw emang sih kalau prioritas hasilnya memang lebih memuaskan. Tapi bagaimana ya kalau kantor memang mewajibkan kita buat banyak proyek dan multitasking?

  7. Benar saya sekarang lebih lebih fokus dalam mengerjakan pekerjaan yang lebih penting dan urgent dan mengurangi multitasking.

    Hasilnya lebih menakjubkan nan lebih Spektakulerrr!

Comments are closed.

Pilih Kaya atau Misqien?

Dapatkan Buku yg Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Financial Freedom yg Barokah. GRATIS!