Strategi Investasi yang Paling Ampuh untuk Meraih Financial Freedom

Salah satu instrumen penting dalam perjalanan panjang nan terjal untuk meraih financial freedom adalah strategi investasi yang jitu.

Beberapa waktu lalu, saat mengulik pertanyaan kenapa pada saat usia 55 tahun, seseorang kudu memiliki tabungan 3 milyar; kita juga menyaksikan betapa krusialnya peran strategi investasi.

Sebab only saving is not enough. Investing your money at the right time and at the right place adalah kunci untuk mengejar asa financial freedom.

Ada 4 pilihan instrumen yang mungkin bisa dipilih : properti, emas, reksadana dan bisnis (pembahasan secara umum tentang 4 instrumen ini sudah pernah saya telisik disini).

Kali ini kita akan coba mengulik secara lebih detil tentang instrumen reksadana : one of the best investing vehicles to leverage your prosperity.

Anda setiap hari melihat melihat cabang Bank BCA dan Bank Mandiri tumbuh dimana-mana (dan banyak di antaranya penuh antrian karena terlalu banyak pelanggan). Anda juga setiap hari melihat sepeda motor Honda makin banyak di jalananan. Dan pasti, Anda melihat kemasan Pepsodent, shampoo Clear, dan Indomie di setiap gerai Indomaret di seluruh nusantara.

Konsumen yang pasif hanya akan menikmati produk mereka, sambil ngomel : ih kenapa BCA makin ramai antrinya. Iih, kenapa sepeda motor Honda kayak laron aja. Iih, kenapa warung Indomie ada dimana-mana. Iih, kenapa iklan shampoo Clear terus muncul di televisi.

Konsumen yang cerdas akan bilang begini : hmm, profit Bank Mandiri, BCA, Honda, dan Indomie pasti akan tumbuh dengan fantastis (dan memang seperti itu karena ledakan penjualan mereka).

Alih-alih cuma ngomel, kenapa saya tidak ikut MEMILIKI saham perusahaan itu. Biar saya bisa ikut menikmati pertumbuhan cabang/penjualan mereka yang terus melesat; karena saya ikut jadi pemiliknya.

Maka, instrumen saham perusahaan sejatinya adalah alat yang paling powerful untuk “demokratisasi ekonomi”. Dengan saham, kita bisa ikut menjadi PEMILIK RESMI Bank Mandiri, BCA, Unilever (produsen Pepsodent dan Clear), atau Astra International (produsen Honda).

Problemnya : kita acap tidak begitu tahu mana perusahaan yang hebat bisa seperti Astra dan Bank Mandiri, dan mana yang yang kurang bagus kinerjanya.

Persis disitulah muncul produk reksadana : isinya sekumpulan saham-saham dari perusahaan blue chips (perusahaan bonafid yang dianggap punya potensi untuk menjadi the Next Star). Pengelola reksadana disebut sebagai “Manajer Investasi” : tugasnya menganalisa dan mengidentifikasi saham-saham perusahaan yang kinerjanya bagus.

Cara paling simpel untuk melihat apakah reksadana akan menguntungkan dalam jangka panjang atau tidak adalah ini : lihat saja jumlah penjualan mobil/motor di negeri ini, antrian di BCA, pertumbuhan gerai Indomaret, dan keramaian di mal-mal. Kalau Anda pikir tren ini terus akan berjalan, maka hampir pasti return reksadana akan tumbuh secara positif.

Faktanya : dalam 15 tahun terakhir, return produk reksadana sangatlah tinggi. Ada sejumlah produk reksadana yang bisa tumbuh hingga 50 kali lipat (jadi kalau Anda dulu membeli reksadana itu sejumlah Rp 100 juta, uangmu sudah tumbuh jadi Rp 5 milyar).

Di Indonesia, banyak manajer investasi yang berjualan beragam produk reksadana, termasuk Reksadana Syariah.

Beberapa nama yang kredibel (kredibel pengelola dan kinerjanya) antara lain : Panin Asset Management, Schroder, Manulife Investment, dan Mandiri Asset Management.

Kabar baiknya : kini kita bisa dengan mudah membeli produk reksadana di bank-bank. Yang saya tahu, kita bisa membeli di Bank Mandiri dan Bank Permata (kalau kita nasabah kedua bank tersebut, kita bisa datang ke cabang terdekat dan membelinya; semudah membeli nasi goreng).

Mereka biasanya akan menyodorkan Tabel Kinerja beragam produk reksadana dalam periode 3, 5 dan 10 tahun. Juga ada penjelasan produk reksadana itu isinya saham dari perusahaan apa saja : misal saham Bank BRI, Astra, Bank Mandiri, dst.

Modal minimal untuk membeli reksadana sekitar Rp 2 juta. Terjangkau. Jika produk reksadana yang kita beli nilai harganya Rp 2000 per unit, maka kita akan dapat 1000 unit RD (reksadana).

Bank Mandiri dan Bank Permata juga punya program top up. Artinya, dalam bulan-bulan berikutnya mereka bisa melakukan auto debet – dan uang itu langsung mereka investasikan ke produk reksadana yang Anda pilih. Auto debetnya bisa Rp 200 ribu (minimal) hingga jumlah tak terbatas.

Jika sudah membeli reksadana, maka prinsip yang saya suka katakan adalah ini : Buy and Forget. Artinya, setelah beli lalu lupakan. Sebab horizon waktu yang cocok untuk investasi reksadana adalah antara 15 – 20 tahun. Beli sekarang, dan diambil saat anak-anak kita sudah mau menikah (asumsi usia anak masih 7 – 10 tahunan).

Pada sisi lain, studi financial behavior juga menunjukkan : makin sering nonton berita ekonomi dan grafik saham (seperti Indeks Harga Saham Gabungan, JSX Index), maka makin “tidak rasional” seseorang dalam mengambil keputusan investasi.

Terlalu banyak berita ekonomi/analisa saham/market review dan blah blah itu adalah “noise” – berisik; dan layak dijauhi (begitu kata investor legendaris Warren Buffet).

Makin muda usia kita saat memulai investasi, maka makin bagus. Dan instrumen reksadana merupakan salah satu opsi yang mungkin layak diambil. Tentu bisa dikombinasikan dengan investasi tanah/properti, emas, atau untuk modal bisnis. Sebab kita ingat prinsip investasi : don’t put all of your eggs in one basket.

So, start investing today for your life in 2030.

Related Post

5 Prinsip Finansial yang Kudu Anda Patuhi agar Tidak Jatuh Miskin Kesuksesan finansial yang penuh dengan keberkahan tak pelak merupakan salah satu harapan banyak orang. Faktanya, jutaan orang tiap pagi bekerja ke...
Perjalanan Panjang nan Terjal untuk Meraih Financial Freedom Financial freedom adalah momen saat kita bisa duduk leyeh-leyeh di serambi rumah tiap sore, sementara income yang memadai terus datang mengalir. Fina...
Investasi Bodong : Kombinasi Ilusi, Nafsu Keserakahan dan Kebodohan Hingga hari ini, kejadian investasi bodong atau program investasi abal-abal ternyata masih terus muncul. Ribuan korban mungkin terus berjatuhan : mera...
33 comments on “Strategi Investasi yang Paling Ampuh untuk Meraih Financial Freedom
  1. Jangan lupa belinyan reksadana syariah. krn klo ada produk syariahnya, berarti produknya konvensionalnya punya masalah dr sudut pandang islam.

  2. mantap artikelnya.

    sekarang saya udah tahu ilmu tentang reksadana, investasi, dll.

    perlu terus ditingkatkan lagi ilmunya dgn membaca berita dari blog ini.

    bukan dgn menonton berita ekonomi. he he..

  3. Duh,.. boro2 mikir aneka keranjang. Telur aja cuman sebutir, itupun siap digoreng buat makan. Masih tahap usaha biar punya banyak telur nih pak…hehe.

  4. Terima kasih tulisannya. Memang mantap membaca blog ini sambil menikmati kopi hangat dipagi hari sebelum memulai aktifitas kerja. Semoga terus inspiratif tulisan2 pak Yodhia

  5. Mantaaappp! memang untuk jangka panjang reksadana (jika sesuai analisa di atas) cocok untuk investasi.

    tapi Mas Yod, saya juga pernah mendengar istilah “trading reksadana”, yang konon katanya dalam waktu pendek (kurang dari satu tahun) return nya bisa mencapai 40-50% dari dana yang kita investkan di reksadana.

    Adakah Mas Yod mengetahui mengenai “trading reksadana” ini? dan sudikah kiranya untuk men-share-kan kepada kita semua?

    terima kasih *lanjutseruputteh

  6. Poside (6) : hehehehe…..oke keep on fighting to increase your eggs collection.

    Gugi (10) : BAHAYA melakukan trading reksadana. Promosi spt itu hampir pasti “abal-abal”…..

    HATI-HATI….kalau ada program investasi yang menjanjikan return > 50% per tahun…..HAMPIR PASTI PENIPUAN. JAUHI. Too good to be true.

  7. Saya pernah membaca di pengusahamuslim.or.I’d bahwa reksadana syariah pun msh diragukan ke-halal-annya, jadilah saya bingung, hehe pdhal pernah membuktikan reksadana pendapatan tetap itu gain nya keren banget.

  8. sarapan pagi yang bermutu, kalau untukinvestasi jangka panjang reksadana memang sangat ideal, tapi untuk investasi jangka pendek yang relatif aman dan ideal seperti apa ya pak?

  9. Hanya ingin menambahkan, untuk produk reksadana ada yang investasinya hanya Rp 100.000,-/bln………jadi itung2 nabung. Bagi yang egg nya cuma 1 dan siap digoreng, jangan kecil hati. Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan meraih masa depan yang cemerlang……….Merdeka !!! dari masalah Keuangan.

  10. untuk reksadana jangka panjang pak, apakah mungkin reksadana yg kita pilih akan turun nilainya atau malah hilang semua yang kita investasikan ?

  11. Ulasan sederhana tapi mengigit saya untuk beli program reksadana.
    Isinya menguraikan konsep dan praktek dengan gamblang sehingga mudah dimengerti.
    Mantap mas Yodhia.

  12. alhamdulillah bagus semakin banyak ilmu semakin bermanfaat! asalkan ilmu tersebut diamalkan/dilakukan! kalau enggak cuma pengetahuan doang!
    pak kalau unit link bagaimana? seperti yg sy gelutin sekarang unitlink di asuransi takaful keluarga!

  13. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pasar Modal.

    Pasar modal merupakan suatu hal yang dapat dipelajari setiap kalangan yang memiliki modal dan ingin menanamkan modalnya dengan benar.

    Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai pasar modal yang dapat dilihat di Pasar Modal

  14. Jual beli reksadana sekarang bisa online, mulai Rp 200 rb, tanpa biaya komisi agen/broker, dan tersedia banyak pilihan produk reksadana dari beberapa manajer investasi yg cukup solid.

    silahkan cek sendiri digoogle, nananya IPOTFUND dari INDO PREMIER.

Comments are closed.