Apa yang Anda pilih sebagai sarapan pagi ini? Apakah sebungkus nasi uduk, secangkir kopi, dan sepotong pisang goreng krispi? Atau semangkuk sereal a la orang barat? Apapun itu, Anda mungkin tidak sadar kalau sarapan yang Anda lakukan pagi hari ini serta pagi-pagi lainnya seumur hidup Anda adalah “manipulasi” yang telah dilakukan oleh sekelompok orang.
Pada pertengahan abad ke-19 di Michigan, lahir 2 bersaudara John Harvey Kellogg (John) dan William Keith Kellogg (Will). Mereka memiliki hubungan yang kontroversial sejak awal. Sang kakak, John dikenal keluarganya sebagai pribadi yang cerdas, ia meninggalkan rumah untuk belajar kedokteran, sementara sang adik, Will dianggap keluarganya memiliki kecerdasan yang rendah.
John sangat terobsesi untuk membuat makanan terbaik bagi para pasiennya yang kebanyakan mengalami dispepsia (bahasa kekiniannya: asam lambung) di sanitarium/rumah sakitnya di Michigan. Ia kemudian mengajak adiknya, Will yang juga direkrutnya untuk bertugas sebagai finance/accounting di rumah sakit itu untuk membantu menyempurnakan makanannya yang kemudian dikenal dengan sereal.
Dalam dunia investasi keuangan, dikenal istilah keajaiban dunia ke-8, atau semacam metafora bahwa sesungguhnya ada keajaiban dunia lainnya setelah 7 kejaiban dunia yang sangat terkenal itu.
Dalam dunia investasi, keajaiban dunia ke-8 itu disebut dengan compounding return. Istilah compounding return dapat diartikan sebagai imbalan (return) yang makin tumbuh secara berganda. Imbalan (return) ini tumbuh berganda sebab aset investasi yang telah kita investasikan beserta hasil imbalannya, di-investasikan kembali untuk menghasilkan imbalan yang makin tinggi.
Selanjutnya, hasil investasi yang makin tinggi dan imbalannya ini, di-investasikan kembali, dan kemudian mampu menghasilkan imbalan yang lebih tinggi lagi. Demikian seterusnya. Jika mekanisme ini dilakukan dalam jangka panjang, maka hasil investasinya bisa mengejutkan, dan karena itu disebut ajaib.
Misal jika kita melakukan investasi setiap tahun Rp 10 juta, dan kemudian dilakukan secara berulang selama 30 tahun, dengan asumsi tingkat imbalan (return) adalah 14% per tahun, maka uang itu akan menjadi Rp 3,5 milyar. Angka yang mengejutkan bukan? Maka fenomena compounding return ini kemudian disebut dengan keajaiban dunia ke-8.
Siapa yang gak kepingin punya tubuh yang bugar, otak yang cerdas, serta mental yang terpelihara dengan baik? Kesehatan badan, pikiran, dan mental itu saling mempengaruhi dan melengkapi satu sama lain, paket lengkap body, mind, and soul ini sah kalau dibilang jadi dambaan setiap orang, namun sayangnya gak sedikit orang yang mendambakan paket lengkap ini sudah terperosok dan tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali on track.
Dalam kesempatan kali ini aku akan mengulik khusus tentang diet, bagaimana mereka atau mungkin kamu yang sudah terperosok bisa comeback. Diet adalah tentang pola makan. “You are what you eat”. Yes, seperti kata pepatah yang tidak asing bagi pembaca setia blog legendaris ini.
Rohmi Imania hnya bisa menangis sedih. Dana asuransi Rp 140 juta yg harusnya ia pakai buat membiayai kuliah anak2nya tak pernah bisa dibayarkan oleh Asuransi Bumiputera.
Jutaan ibu spt Rohmi hnya bisa meratap. Total klaim Bumiputra yg macet sekitar Rp 10 triliun.
Pada eranya, Asuransi Bumiputera adalah lejen, atau legenda. Kenapa akhirnya bisa kolaps, dan gagal bayar pada 3 juta nasabahnya?
Asuransi Bumiputera didirikan tahun 1912!! Jauh sebelum Indonesia merdeka. Tak heran selama puluhan dekade Bumiputra identik dengan asuransi pendidikan bagi jutaan rakyat Indonesia, utamanya di wilayah Jawa.
Penyebab kegagalan Bumputera adalah hal yg klasik. Yakni hancurnya Good Corporate Governance para pengelolanya. Good Governance yg transparan dan amanah merupakan KUNCI bagi kelangsung hidup perusahan asuransi.
Salah satu pembeli apartemen Meikarta hanya bisa menatap sedih bangunan unitnya yg masih mangkrak. Salah satu pembeli ini adalah bapak pria dengan usia 45-an tahun.
Dulu ia membeli apartemen di Meikarta seharga Rp 300 jutaan dengan harapan bisa disewakan dan mejadi passive income. Namun kini harapan itu kandas dalam buih fatamorgana yg perih.
Sialnya, bapak yg malang itu tiap bulan tetap harus bayar cicilan apartemen yg dibelinya, padahal unitnya tak kunjung dibangun. Alasannya bank-nya (yakni Bank Nobu) jika dia berhenti nyicil, maka Bank Indonesia memblacklist dirinya. Malang nian nasib bapak yg satu ini.
Kenapa Projek raksasa Rp 200 triliun ini terancam gagal total?
Tahun 2022 lalu, Kopi Kenangan berhasil menjual 60 juta cup.
1 cup rata-rata harganya Rp 20 ribu.
Jadi total omzet Kopi Kenangan tahun lalu adalah Rp 1,2 TRILIUN. Sebuah angka yg masif buat jualan secangkir kopi:
Itulah mungkin kekuatan the power of scalling.
Omzet Janji Jiwa mungkin tak jauh beda, sebab jumlah gerai Janji Jiwa juga lebih banyak bahkan dibanding Kopi Kenangan (Kopken).
Agar makin tinggi pendapatannya, Kopken juga mulai menjual aneka roti. Agar bisa menjadi storytelling, dijual dengan nama Cerita Roti. Sayangnya, aneka roti di Kopken ini termasuk kategori harga ekonomis, sehingga kualitas biasa-biasa saja.