Ya, siapa sejatinya pemenang dalam smartphone war di tanah air? Dan faktor kunci apa yang bisa membuat sebuah brand smartphone menjadi the real winner?
Itulah dua pertanyaan kunci yang saya ulas dalam video di channel Youtube saya. Silakan tonton videonya dengan tuntas, sebab isinya renyah dan mencerahkan 🙂 Silakan juga SUBSCRIBE channel Youtube saya DISINI.
Video ada di bawah ya. Silakan klik tombol PLAY dan enjoy.
Dalam Paket 3 in 1 yang Amazing ini, saya menghadirkan tiga produk yang inspiratif, yakni :
* Paket Kursus Online untuk 10 Topik Personal Development * Paket Summary 50 Buku Bisnis Terbaik Dunia * Paket 5 Buku Powerful Terbaru yang Saya Publish
Dalam sajian kali ini, saya akan mengajak Anda untuk menjelajahi dan menerapkan secara konsisten 9 tips praktikal dan sekaligus simpel untuk merawat jiwa yang bahagia; dan pada gilirannya akan membuat otak Anda menjadi lebih kreatif.
9 tips ini selayaknya lebih sering Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang Anda lalui. 9 tips praktikal ini, based on science, terbukti memberikan dampak bagus bagi pengembangan jiwa yang happy.
Di era ledakan digital ini telah terjadi apa yang sering disebut sebagai “information overload”.
Setiap detik, selalu ada jutaan byte informasi yang terus membanjiri layar hape yang Anda pegang. Entah informasi dari media online, dari puluhan group WA yang Anda ikuti, atau dari aneka konten media sosial yang terus mengalir tak pernah berhenti sepanjang 24 jam dalam sehari.
Namun yang muram adalah jutaan konten informasi online ini juga seperti terjebak dalam negativity bias. Konten-konten yang hadir lebih banyak mengabarkan nuansa negatif – misal informasi tentang kerusuhan sosial, tawuran, korupsi, pemerkosaan, kekerasan seksual, kasus kebencian antar warga, penghinaan, ragam berita hoax, dan aneka konten negatif lainnya.
Konten negatif ini lebih sering hadir, sebab memang jenis konten semacam lebih disukai, lebih mudah dijual, lebih mudah menyebar, dan lebih cepat mendapatkan reaksi dari para penyimaknya.
Pertanyaan itu amat penting sebab mayoritas waktu yang kita habiskan di dunia ini adalah untuk bekerja. Sejak jam 8 pagi hingga jam 5 sore, kita bekerja, dan begitu terus diulang tiap hari hingga puluhan tahun lamanya.
Karena itu akan cukup muram jika kita menghabiskan jatah waktu yang amat signifikan itu dalam kondisi yang kurang membahagiakan.
Menemukan kebahagiaan dalam pekerjaan merupakan hal yang amat penting bukan hanya karena kita menghabiskan waktu yang amat banyak di dalamnya.
Kebahagiaan dalam bekerja juga penting karena : 1) studi membuktikan kinerja dan produktivitas yang maksimal hanya akan bisa dicapai jika Anda bisa merasakan kebahagiaan dalam pekerjaan Anda (job happiness); dan 2) kebahagiaan dalam kerja juga sangat efektif untuk melawan ancaman stress karena pekerjaan — sebuah ancaman maut yang jika tidak diatasi akan membuat kesehatan fisik tubuh kita mudah menurun.
Namun perjalanan meraih jiwa yang happy ternyata sungguh tidak mudah. Sebab sebagai manusia, kita itu justru lebih sering terjebak dalam “negativity bias”. Kita manusia ini ternyata lebih cepat dan lebih mudah menangkap apa-apa yang negatif di sekitar kita. Kita begitu mudah dan ahli dalam mendeteksi apa yang negatif dari pekerjaan kita, apa yang kita temui di jalanan, apa yang kita baca dari laya hape yang kita pegang, hingga apa saja yang negatif dari situasi di rumah kita.
Perjalanan untuk mengulik momen yang bisa menebarkan benih-benih emosi positif sesungguhnya terasa makin terjal dengan temuan saintifik yang satu ini.
Jadi dalam serangkaian studi tentang human behavior, terungkap sebuah fakta yang rada muram. Yakni momen-momen negatif itu ternyata lebih mudah diingat oleh pikiran manusia, dan juga lebih lama membekasnya, dibanding momen atau kejadian positif.