Bagaimana Rasanya Bekerja di Google ?

Google kita tahu, kini telah menjadi salah satu dewa dalam bisnis digital masa depan. Google telah menjelma menjadi perusahaan raksasa dengan kinerja bisnis yang selalu prima. Apa yang membuat mereka bisa begitu? Salah satu jawabannya : manajemen Google sangat gigih memberikan layanan fasilitas yang sungguh mak nyus kepada segenap karyawannya.

Ketekunan manajemen Google dalam membentangkan a wonderful workplace memang telah menjadi legenda. Beragam layanan fasilitas yang wow di hadirkan untuk membikin para karyawannya betah dan happy.

Tentu saja kita tidak harus men-copy semua kebijakan layanan karyawan a la Google. Namun dari pengalaman mereka dalam memberikan beragam layanan fasilitas kepada para karyawannya, ada sejumlah inspirasi yang mungkin bisa dipetik.

Berangkat dari pengalaman di Google, berikut tiga jenis layanan karyawan yang mungkin bisa kita mulai gagas dan wujudkan di sejumlah perusahaan besar dan menengah di tanah air. Continue reading

Talent War dan Predatory Recruitment

Pagi itu gerimis membelah jalanan kota Jakarta. Di salah satu ruang gedung perkantoran di bilangan Sudirman, seorang CEO sebuah perusahaan finansial berdiri dengan penuh rasa masygul. Minggu lalu, 25 karyawan terbaiknya dibajak oleh perusahaan pesaing. 25 orang sekaligus dalam waktu yang sama.

Peristiwa itu sungguh membikin sang CEO shock. Di tengah target pertumbuhan bisnisnya yang dipatok tinggi, kehilangan 25 orang terbaik sungguh merupakan pukulan yang signifikan (apalagi mereka semua dibajak oleh kompetitor yang sama). Ia hanya bisa memandang sendu ke jendela kantornya yang megah. Di luar sana, langit mendung masih saja menggantung dan gerimis masih saja turun.

Selamat datang di era Talent War. Inilah sebuah era dimana beragam perusahaan bertarung dan berjibaku untuk memperebutkan karyawan dan manajer-manajer ulung. Di tengah pertempuran yang acap sengit itu, tak jarang sejumlah perusahaan tergoda untuk melakukan predatory recruitment : membajak satu batalion karyawan terbaik milik para pesaingnya. Continue reading

3 Pelajaran Inovasi dari King of Innovation

Minggu lalu, sang dewa inovasi itu telah pergi selamanya. Di balik sejarah hidupnya yang tak terlalu panjang, Om Steve mungkin telah meninggalkan jejak yang teramat mendalam tentang makna INOVASI. Inilah sebuah tema yang kini barangkali telah menjadi mantra yang kudu dirapal dengan penuh kesuntukan.

Sebab, tanpa denyut inovasi yang terus berkibar, bagaimana mungkin sebuah usaha bisnis terus eksis, ditengah tuntutan pelanggan yang terus bergerak secara dinamis?

Itulah kenapa penting untuk mencoba menggali pelajaran inovasi yang telah dipatrikan oleh Om Steve Jobs, pendiri Apple dan sekaligus arsitek dibalik melejitnya Apple sebagai perusahaan paling mahal di dunia (mengalahkan harga Microsoft, IBM dan Exxon). Disini kita mau mencoba memetik tiga pelajaran inovasi penting yang layak direnungkan. Continue reading

The Power of Positive MINDSET

Putaran jarum jam terus berjalan, dan roda kehidupan terus berkelana. Lalu, disela-sela perjalanan waktu itu, kita mungkin punya sekeping angan untuk bisa menjalani sejarah kehidupan dengan selaksa makna. Kita barangkali ingin menjadi insan-insan yang “berhasil” : sukses secara finansial, juga sukses secara spiritual.

Namun sungguh tak ada jalan instan menuju kesana. Dan mungkin justru juga disitu letak keajaibannya : proses menuju kesuksesan acap justru jauh lebih indah untuk dinikmati, dibanding hasil kesuksesan itu sendiri.

Proses perjuangan yang berliku, proses yang memaksa kita untuk berjibaku, proses yang membikin kita jatuh dan terpelanting, lalu bangun, jatuh lagi, dan bangun kembali……..semua ini acapkali merupakan momen-momen yang membikin kita ketagihan untuk menjalaninya (dibanding hasil kesuksesan itu sendiri). Proses – betapapun melelahkan — selalu merupakan an amazing journey.

Oke, kalau proses itu sedemikian panjang dan kadang melelahkan, lalu elemen apa yang mesti diringkus dan dijadikan bantal untuk ditiduri? Dan persis disinilah kita disapa dengan sebuah tema yang bertajuk the power of positive mindset. Continue reading

Perusahaan – Perusahaan Terbaik untuk Dijadikan Tempat Bekerja

Bagi Anda yang memilih berkarir sebagai pekerja profesional (karyawan), maka pilihan tempat atau perusahaan untuk bekerja merupakan sebuah pilihan yang amat kritikal. Sebab disitulah, sketsa nasib kita akan mulai di-lukis : adakah kita akan terdampar pada tempat indah untuk mengukir kemakmuran dan pertumbuhan karir yang cemerlang. Atau sebaliknya : kita tergelincir pada ruang yang buram, dimana arah masa depan selalu redup dan remang-remang.

Berikut ini akan ditampilkan profil tentang perusahaan-perusahaan yang selama ini menjadi favorit bagi para pemburu pekerjaan (job hunters). The best place to work, begitu para pakar SDM menyebutnya.

Semua perusahaan yang disebut disini adalah yang beroperasi di Indonesia, meski tak terelakkan, nama-nama multi national companies mendominasi daftarnya (sebuah hal yang wajar adanya). Mari kita telisik daftar perusahaan terbaik untuk bekerja di Indonesia. Continue reading

Pelajaran Bisnis dari Mas Sandiaga Uno

Mas Sandiaga Uno mungkin adalah sosok pria yang digandrungi banyak kaum perempuan : muda, very handsome, kaya raya dan rendah hati. Sosok Sandi memang merupakan salah satu fenomena dalam jagat bisnis di tanah air.

Dalam usianya yang masih terbilang muda, yakni 42 tahun, ia telah dinobatkan oleh majalah internasional Forbes, sebagai orang kaya nomer 29 di Indonesia. Total kekayaannya sekitar Rp 8 trilyun (wow).

Melalui perusahaannya yang bergerak di bidang investasi, yakni Saratoga Capital, Mas Sandi telah meneguhkan dirinya sebagai anak muda cemerlang dengan visi bisnis yang mak nyus.

Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba mengenal lebih dekat dengan mas Sandi yang handsome ini. Didalamnya kita mau menelisik dua pelajaran bisnis yang barangkali bisa kita petik. Continue reading

Gerakan Membangun Kampung Halaman

Setiap tahun menjelang hari lebaran, sekitar 8 juta penduduk Jabodetabek (dan kota-kota besar lainnya) melakukan ritual tahunan yang penuh gemuruh : pulang mudik, pulang ke kampung halamannya. Dan setiap tahun pula, mendadak kota Jakarta menjadi lebih senyap, menjadi lebih longgar.

Kalau saja para pemudik itu tetap tinggal di kampung halaman selamanya, kota Jakarta (dan kota-kota besar lainnya) mungkin tidak terlalu letih menanggung beban. Sementara ribuan kampung halaman akan tetap semarak sepanjang tahun, memantulkan geliat ekonomi yang sumringah.

Namun sayang itu belum terjadi. Jutaan kaum urban itu – seperti syair dalam lagu Koes Plus – akan segera kembali ke ibukota Jakarta. Sebab disanalah mungkin harapan terus berkibar-kibar. Sebab disanalah, patung Selamat Datang di Bundaran HI terus melambai-lambai : menyambut sang pemudik untuk datang kembali.

Dan Jakarta kembali seperti semula : kian lelah menanggung beban, kian termehek-mehek menopang jutaan warganya. Continue reading