Human Capital Flight : Terbangnya Insan-Insan Brilian ke Negeri Seberang

Fenomena terbangnya manusia-manusia cerdas nan brilian dari sebuah negeri (biasanya dari negeri berkembang) ke negeri lain yang ribuan kilometer jaraknya (rata-rata negeri maju) acap disebut sebagai human capital flight. Modal insani (human capital) yang harganya amat mahal dan berperan penting bagi kemajuan sebuah bangsa, mendadak lenyap tak berbekas. Mereka terbang jauh melintas benua.

Dalam skala yang masif, terbangnya sumber daya manusia brilian itu disebut sebagai brain drain. Atau hilangnya kumpulan otak cerdas yang ramai-ramai hijrah ke negeri lain yang lebih menjanjikan : ke negeri seberang tempat dimana land of hope masih bisa diejawantahkan.

Indonesia bukan satu-satunya negeri yang mengalami fenomena brain drain. Dua negeri lain juga mengalami hal ini, dengan skala yang lebih fantastis : India dan China. Continue reading

Merajut Etos Spiritualitas dalam Dunia Kerja

Hari-hari ini, serpihan peristiwa demi peristiwa yang melukai azas spiritualitas dan kemuliaan hidup terus bertebaran disana-sini. Padahal dunia kerja di negeri ini – tempat dimana setiap hari jutaan orang merengkuh sejumput nafkah – niscaya akan menjelma arena yang indah kala ruh spiritiualitas bisa memancar di setiap sudutnya.

Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus melenting menuju kemuliaan kalau saja setiap pelakunya bisa merajut etos spiritualitas dalam sekujur raganya. Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus mendaki menuju puncak keagungan kalau saja setiap pelakunya basah kuyup dengan siraman ruh spiritualitas yang terus mengalir.

Jadi ketika telah ada niatan untuk membangun dunia kerja yang penuh kemuliaan, lalu apa yang bisa disumbangkan oleh etos spiritualisme? Disini kita mencatat dua jenis kontribusi penting yang bisa disumbangkan bagi kemajuan dunia kerja dan praktek manajemen. Continue reading

Mengapa Korupsi TIDAK Seburuk yang Dibayangkan Banyak Orang

Anak muda yang wajahnya mirip-mirip Tukul itu kembali menghempaskan negeri ini dalam tragedi korupsi yang teramat memilukan. Virus korupsi dan suap mungkin telah bersetubuh dan merasuk ke dalam sekujur tubuh republik ini.

Namun yang membuat saya acap terkesima adalah ini : jika nyanyian korupsi terus menderu dan mengharu biru segenap tanah bumi pertiwi, mengapa negeri ini tak jua kunjung bangkrut? Mengapa ditengah tarian suap yang terus meliuk-liuk, pertumbuhan ekonomi negeri ini (pada tahun 2009) tertinggi nomer tiga di dunia, sebuah prestasi ekonomi yang sungguh spektakuler?

Jawabannya mungkin agak mengejutkan : jangan-jangan korupsi itu memang tidak seburuk yang diduga banyak orang? Jangan-jangan korupsi justru membawa berkah terselubung bagi pertumbuhan bisnis dan ekonomi di negeri ini? Continue reading

Dalam Momen Apa Anda Merasa Bahagia?

Banyak ahli sepakat bahwa produktivitas dan kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh frekuensi kebahagiaan yang didekapnya. Semakin sering ia tenggelam dalam aktivitas yang membahagiakan, maka mood ini bisa menular dan membuat orang itu menjadi kian produktif.

Yang mengejutkan, momen-momen yang membahagiakan itu acap tidak harus bersangkutan dengan sesuatu yang bersifat heroik dan membutuhkan uang yang banyak. Acapkali momen itu justru muncul dari sejumlah aktivitas yang remeh temeh, murah meriah, dan muncul dalam rutinitas keseharian kita.

Dalam tulisan di salah satu blognya, rekan saya Roni Yuzirman menuliskan bahwa ia sering menemukan kebahagiaan dan kedamaian pada momen-momen yang sangat sederhana, dan sama sekali tidak terkait dengan harga mahal yang harus dibayarkan. Saya sangat sepakat dengan spirit kalimat itu. Pada akhirnya, happiness is about thousand of ordinary and small things in our daily life. Continue reading

Proses Regenerasi di Astra International

Minggu lalu, Michael D. Ruslim, CEO Astra International yang murah senyum itu mendadak diundang oleh malaikat untuk meeting di alam baka sana. Banyak yang terkejut dengan wafatnya sang komandan ini. Segera setelah ini Astra International dihadapkan pada proses succession planning : atau tentang bagaimana sebuah perusahaan mengelola proses pergantian para key players-nya.

Astra International, salah satu perusahaan di tanah air yang punya reputasi kinclong dalam proses pengembangan human capital-nya, mungkin telah memiliki kepiawaian tersendiri dalam menggodok para future leadersnya mereka. Bersama pengalaman Astra, disini kita barangkali bisa berbagi tiga catatan penting mengenai bagaimana seharusnya sebuah perusahaan meracik strategi career planning mereka. Continue reading

Formula Kenaikan Gaji dan Pemberian Bonus

Tahun ini telah menyapa manis. Jadi berapa persen kira-kira gaji Anda akan dinaikkan oleh kantor Anda bekerja? Dan berapa bonus yang kira-kira Anda terima? Tentu semakin tinggi, semakin bagus – sebab kalau segitu-gitu aja, yah…..pan harga sekilo cabe rawit sebentar akan naik lagi. Kalau gaji naeknya segitu-gitu aja dan bonusnya zero, mana bisa kita nabung buat hidup masa depan?

Idealnya besaran kenaikan gaji dan bonus itu juga bisa bersifat fair : maksudnya mereka yang memang kinerjanya bagus tentu berhak mendapatkan persen kenaikan gaji dan bonus yang lebih aduhai dibanding mereka yang kerjanya ngasal dan berkualitas brekele.

Sayangnya, membangun sistem yang mampu membedakan great perfomers dengan poor performers ndak semudah membikin indomie rebus. Alhasil, masih banyak perusahaan yang kemudian menyamaratakan besaran kenaikan gaji dan bonus tahunannya kepada semua pegawainya. Ndak peduli bahwa ada diantara mereka yang sungguh-sungguh bekerja keras memeras keringat, dan ada juga yang bekerja alakadarnya. Continue reading

Jurus Jitu Membangun Learning Organization

Ketika ‘learning organization’ telah menjelmakan dirinya dalam wujud yang sempurna, maka ia ibarat sebuah taman impian. Itulah taman dimana semua penghuninya terangsang untuk terus menerus belajar, dan dengan penuh semangat saling berbagi pengetahuan serta pengalaman. Sebuah taman dimana semua anggotanya dinaungi spirit keriangan untuk selalu mempersembahkan karya terbaik.

Lalu, apa itu learning organization atau organisasi pembelajar ? Secara general, konsep ini dapat diartikan sebagai kemampuan suatu organisasi untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran (self learning) – sehingga organisasi tersebut memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan yang muncul. Continue reading