Diaspora Lamongan, Podomoro University dan Perjuangan Mencetak Entrepreneur

Berita di harian Kompas Minggu kemarin menyajikan dua informasi yang bersifat paradoks, dan mungkin saling melengkapi.

Yang pertama adalah kisah heroik diaspora pemuda-pemuda Lamongan ke segenap penjuru Nusantara. Yang satunya lagi iklan satu halaman penuh full color tentang kabar pendirian universitas baru, bernama Podomoro University.

Dua berita yang terkesan bersifat kontras itu sejatinya menyimpan sebuah pesan yang sama : tentang perjalanan panjang untuk mencetak kaum wirausaha yang tangguh.

Di pagi ini, sambil menikmati teh hangat, kita akan menjelajahi dua kisah itu. Continue reading

Buruh Lulusan SMP itu Mengubah Nasibnya melalui Keajaiban Internet

Dua minggu belakangan, demo buruh marak dimana-mana. Tuntutan mereka sama : agar gaji UMR/UMP bisa dinaikkan secara signifikan. Meski acap membuat jalanan macet, dan perusahaan tempat mereka bekerja terpaksa tutup karena tak kuat menanggung beban biaya, demo buruh itu terus berjalan dengan penuh gelora.

Ditengah suara protes yang terus membahana itu, kita mungkin perlu menengok kisah Darmanto, buruh kasar yang hanya lulusan SMP. Dalam sunyi, ia lebih memilih mengubah nasib dengan tangan sendiri. Tidak dengan suara tuntutan yang acap memekakkan telinga.

Kisah Darmanto adalah sekeping cerita tentang kegigihan, tentang daya juang yang bertumpu pada etos kemadirian; dan bukan selalu menuntut pihak lain agar dirinya sejahtera. Continue reading

Kiat Sukses Menjual Pengetahuan secara Online

Dalam ulasan pekan lalu, kita jadi paham ternyata salah satu jenis produk yang paling simpel dan powerful untuk dijual secara online adalah “produk pengetahuan” (knowledge-based product).

Disitu, terbuka peluang untuk mendapatkan passive income yang terus mengalir. Tanpa kenal lelah, “produk pengetahuan” itu akan terus bekerja secara autopilot : dengan setia mengalirkan jutaan rupiah ke rekening Anda setiap bulannya (dan Anda hanya bisa tertegun-tegun menikmatinya. Ohh).

Namun sayang, tak pernah ada jalan tikus menuju Roma. Keindahan passive income itu tak akan pernah mendadak muncul dari langit. Perjuangan keras, doa, dan mungkin air mata kudu diperas untuk mewujudkannya.

Dan kini, ijinkan saya untuk berbagi kiat sukses menjual pengetahuan secara online : agar impian menuju Roma itu tak hanya berhenti pada fatamorgana. Continue reading

Mau Income Sampingan 20 juta/bulan hanya dari Duduk Leyeh-leyeh di depan Laptop?

Ya, apakah Anda mau mendapatkan penghasilan sampingan (selain dari gaji pekerjaan pokok) sebesar 20 jutaan per bulan hanya dari duduk leyeh-leyeh di depan laptop? Dan duduk leyeh-leyehnya hanya 2 jam per hari? Boleh pagi, siang, sore atau malam.

Sebentar lagi saya akan mendedahkan caranya – yang didasarkan pada pengalaman nyata dan juga observasi pada rekan-rekan sesama online business players.

Jujur saya, sebenarnya saya agak enggan mengungkapkan cara ini. Saya khawatir Anda semua benar-benar mempraktekkan apa yang saya utarakan disini; dan pelan-pelan bisa menjadi “my real competitors” 🙂

Namun atas nama semangat berbagi, mari kita bersama kunyah sajian renyah pagi ini. Continue reading

Keajaiban Tangan Di Atas + Pesta Wirausaha

Dalam report-nya yang terkini bertajuk Unleashing Indonesia’s Potential, lembaga konsultan terkemuka dunia, McKinsey mempredikasi pada tahun 2030, kekuatan ekonomi Indonesia akan menjadi nomer 7 di dunia (melibas ekonomi Jerman dan Inggris). Saat itu akan ada 135 juta penduduk kelas menengah dengan daya beli yang kuat.

Tak pelak, fakta itu menghamparkan begitu banyak peluang bisnis yang layak direngkuh. Akan amat afdol kalau kita bisa juga ikut berselancar dalam gelombang masif kemakmuran itu, dan bukan sekedar menjadi penonton dan pengamat belaka.

Berikhtiar melakoni usaha secara mandiri (baik secara full time ataupun sebagai usaha tambahan selain full time job) mungkin layak ditelusuri. Kalau memang demikian, apa yang kudu segera dilakukan? Sajian hari ini akan menelisiknya secara renyah untuk Anda semua. Continue reading

Jika Anda Ingin Terus Jadi Pegawai Rendahan, Please Jangan Baca Tulisan ini….

Tulisan saya minggu lalu yang bertajuk : Kenapa UMR Harus Menjadi Rp 2,5 juta/bulan menuai sejumlah komentar. Beberapa komentar memberikan counter-argument (yang isinya bahkan lebih panjang dibanding tulisan yang saya posting). Counter argument itu masuk akal dan layak diapresiasi. Toh, sejarah jua yang akan jadi saksi : apakah tulisan saya atau counter argument itu yang mengandung sekeping kebenaran.

Namun yang lebih getir adalah fakta ini : bahkan meski angka Rp 2,5 juta itu disetujui, jumlah ini mungkin belum juga memadai. Dalam tulisan berjudul Berapa Penghasilan yang Harus Anda Dapatkan untuk Hidup dengan Layak, saya menghitung angka penghasilan minimal agar Anda bisa hidup sejahtera dan bisa beli rumah sendiri, adalah sekitar 15 juta per bulan.

Ingat, harga emas naik 3 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Jika gaji Anda tidak naik dengan skala yang sama, ya wasalam : tanpa Anda sadari gaji sampeyan itu sudah dicuri oleh perampok bernama inflasi.

Jadi mari di pagi ini, kita bicara tentang cara supaya penghasilan Anda bisa naik secepat harga emas. Continue reading

My Entrepreneur Family : Berjibaku Merajut Kemakmuran

Fajar kebangkitan ekonomi negri ini mungkin akan terus berkibar-kibar dalam panggung ekonomi sejagat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia – setelah China. Dan ini dia : pada tahun 2030 size ekonomi Indonesia akan melesat dan nangkring pada peringkat 7 besar dunia.

Sebuah karnaval indah tentang kemakmuran mungkin akan terbentang, kalau saja prospek jos markojos itu juga disertai dengan kebangkitan masif barisan entrepreneur : mereka yang berjibaku menganyam nilai tambah demi ekonomi keluarga dan orang-orang di sekelilingnya.

Benar, laju pertumbuhan jumlah enterpreneur dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Beragam festival wirausaha datang siling berganti, mencoba menyapa angan dan impian jutaan anak muda negeri ini. Sayangnya, akselerasi pertumbuhan entrepreneur belum juga menemukan momentum yang dramatis. Continue reading