3 Cara Kunci untuk Memilih Profesi Impian yang Menghasilkan Income Melimpah

Dalam sajian minggu lalu tentang GIG Economy, kita telah mengulik peluang menjadi pekerja independen (tanpa terikat jam kantor yang kaku), namun tetap bisa menghasilkan income yang maknyuss.

Pertanyaannya adalah : bagaimana cara mencapainya? Tahapan apa yang harus dilakoni agar Anda bisa menerima income hingga Rp 45 juta per bulan dari profesi yang Anda jalani dalam sebuah sistem Gig Economy? Ada tiga langkah kunci yang kudu dilakukan yakni :

  1. Tentukan Keahlian Apa yang Ingin Anda Jual
  2. Cara Berjibaku Terbaik untuk Menjadi Expert – Based on Science
  3. Membangun Personal Branding untuk Meraih Financial Freedom

Mari kita jelajahi jalannya satu demi satu. Dalam sajian minggu ini, kita hanya akan mengulas yang langkah pertama. Langkah kedua dan ketiga akan kita bahasa di minggu-minggu selanjutnya. Stay tuned.

Langkah 1 : Tentukan Keahlian Apa yang Ingin Anda Jual

Dalam sajian minggu lalu, kita sudah melihat sejumlah sampel profesi independen untuk dijalani sebagai self-employed person. Sampel itu memberikan informasi mengenai beragam pilihan profesi yang bisa dilakukan. Tentu saja mengenai profesi apa yang akan Anda jalani  tergantung dengan minat atau latar keahlian yang Anda miliki.

Langkah pertama untuk menjalani Self-Employed adalah memang menentukan profesi apa yang ingin Anda jalani. Disini ada tiga kriteria dalam menentukan pilihan profesi Gig Economy yang bisa Anda pertimbangkan :

Continue reading “3 Cara Kunci untuk Memilih Profesi Impian yang Menghasilkan Income Melimpah”

Meraih Income Rp 50 Juta/Bulan dari Ledakan Gig Economy

The Rise of Gig Economy.  Inilah salah satu tema yang kini tengah tumbuh pesat di berbagai belahan penjuru dunia.

Gig Economy. Self-Employed Movement. Freelancers Booming.

Semua sebutan diatas sejatinya merujuk pada fakta tentang makin banyaknya orang yang memilihi menjadi self-employed person atau freelancers, atau menjadi independent workers yang tidak bergantung secara permanen pada sebuah organisasi (kantor). 

Gig Economy merujuk pada sebuah situasi dimana seseorang mengerjakan beragam order dari pemberi pekerjaan, tanpa terikat kontrak secara permanen. Para pelakunya acap disebut sebagai freelancer, self-employed worker, atau pekerja independen.

Ditengah ledakan internet, kini tampaknya makin banyak orang yang memiliki hasrat untuk menjalani gig economy. Data dari survey yang dilakukan Gallup Worlwide (2014) menyebut ada sekitar 30% dari total orang yang bekerja yang menyebut dirinya sebagai self-employed workers, dan angka itu terus tumbuh dengan cukup pesat.

Continue reading “Meraih Income Rp 50 Juta/Bulan dari Ledakan Gig Economy”