Metode Paling Simpel untuk Meningkatkan Skills Anda secara Dramatis

Ada sebuah pepatah yang layak dikenang dan berbunyi seperti ini : teori tanpa aksi adalah ilusi. Aksi tanpa teori adalah anarki.

Maknanya jelas : beragam informasi dan pengetahuan yang tersedia melimpah dalam jagat internet, dan bisa kita kunyah dengan bebas dan sebagian besar gratis, tak akan pernah menjelma menjadi kekuatan magis jika kemudian hanya direnungkan dan dilamunkan.

Continue reading “Metode Paling Simpel untuk Meningkatkan Skills Anda secara Dramatis”

Cara Mengembangkan Skills melalui Google University dan Youtube Academy

Sajian kali ini merupakan sambungan dari sajian minggu lalu tentang langkah kunci untuk menguasai skills yang paling menghasilkan income.

Setelah Anda sukses menentukan jenis profesi yang akan dijalani, dan sekaligus secara otomatis juga mengetahui jenis skills apa saja yang harus dikuasai, maka  proses selanjutnya adalah ini : berjibaku mempelajari dan menguasai skills tersebut.

Kabar baiknya adalah : di era digital ini, hampir semua ilmu dan skills yang ingin Anda pelajari kemungkinan besar telah tersedia di Google University atau Youtube Academy – dan kebanyakan gratis alias free.

Continue reading “Cara Mengembangkan Skills melalui Google University dan Youtube Academy”

3 Langkah Menguasai Skills yang Paling Menghasilkan Income

Minggu lalu, kita telah menjelajah tentang pilihan profesi yang akan kita jalani demi memasuki dunia Gig Economy.

Selanjutnya dalam langkah berikutnya, kita akan mengulik tiga prinsip yang perlu dilakukan agar menjadi pakar atau ahli dalam bidang profesi tersebut.

Sebab dalam dunia Gig Economy mungkin berlaku prinsip ini : Your Skills Level Will Mostly Determine Your Income Levels.

Pada akhirnya level skills Anda dalam bidang profesi yang Anda jual itu memang akan amat menentukan seberapa besar income yang akan Anda terima. Semakin tinggi level keahlian Anda, maka bisanya income juga akan makin tinggi.  (Meski juga harus segera ditambahkan, asal disertai dengan cara personal branding dan strategi promosi yang cerdik. Skills tinggi namun tidak paham cara mempromosikannya, hanya akan membuat dirimu jadi Sang Pujangga yang kelaparan. Strategi personal branding akan diulas dalam bagian berikutnya).

Keberanian untuk menjadi self-employed dan menjual jasa keahlian yang kita punya diawali dengan kegigihan kita untuk menjadi expert dalam bidang itu. Tentu saja proses untuk menjadi expert ini kudu melalui proses penguasaan skills yang panjang dan acap melelahkan.

Dalam konteks penguasaan skills, ini terdapat tiga prinsip kunci yang layak dikenang. Kita bisa menyebutnya sebagai Three Principles of Learning Mastery. Mari kita bedah satu demi satu.

Continue reading “3 Langkah Menguasai Skills yang Paling Menghasilkan Income”

7 Skills yang Perlu Anda Pelajari Saat Pandemi

Artikel ini merupakan kontribusi dari guest blogger Mas Afik Canggih yang punya Podcast Keren DISINI.

Ditengah Pandemi seperti saat ini, jutaan orang terdampak finansialnya sampai dirumahkan atau bahasa lainnya di-PHK . Efeknya banyak orang menjadi tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan.

Hal ini terjadi karena sebagian perusahaan berkurang pemasukannya sehingga memaksa mereka untuk melepas sebagian karyawannya untuk bertahan hidup.

Kalau Anda salah satu dari orang yang terdampak krisis ekonomi seperti ini, jangan berkecil hati karena rezeki bukan hanya dari gaji. Percayalah, ketika satu pintu tertutup ada seribu pintu rezeki terbuka untuk Anda.

Memang tidak instan, tapi 7 kemampuan ini bisa Anda pelajari secara gratis maupun berbayar di berbagai artikel, video maupun buku. Kemampuan apa saja kah itu? Mari kita bahas: Continue reading “7 Skills yang Perlu Anda Pelajari Saat Pandemi”

10.000 Jam yang Harus Anda Lakukan agar Skills Anda Tidak Stagnan

Aturan 10.000 jam dipopulerkan oleh penulis Malcolm Gladwell dalam bukunya yang menjadi mega best seller berjudul Outliers.

Konsep 10.000 jam intinya adalah Anda harus melakukan praktek selama 10 ribu jam agar bisa mencapai level mastery dan peak performance.

Sejatinya penemu pertama konsep 10 ribu jam ini adalah pakar Human Performance bernama Anders Ericsson (bukan Malcolm Gladwell).

Dia menjelaskan tema ini dalam bukunya yang memukau berjudul Peak : The New Science of Expertise. Continue reading “10.000 Jam yang Harus Anda Lakukan agar Skills Anda Tidak Stagnan”

7 Basic Digital Skills yang Harus Anda Kuasai di Era Smartphone

Dalam era digital dan smartphone seperti saat ini, kecakapan digital yang bersifat basic mungkin harus dikuasai. Setidaknya jilka Anda sudah lulus pendidikan sarjana S-1, maka 7 basic digital skills ini kudu bisa dipraktekkan.

Gaptek atau gagap teknologi mungkin masih bisa dimaafkan jika disampaikan 15 tahun silam. Not now. Menjadi gaptek di era smartphone hanya akan membuat kita tampak “aneh” di hadapan kecanggihan teknologi gadget.

Jangan biarkan kita hanya menjadi korban modernisasi gadget, tanpa pernah bisa menguasai 7 basic digital skills berikut ini.

So apa saja 7 basic digital skills yang layak kita kuasai? Berikut daftarnya. Continue reading “7 Basic Digital Skills yang Harus Anda Kuasai di Era Smartphone”

Business War : Taman Kematian bagi Bad Management Skills

Padang kurusetra bernama perang bisnis itu selalu saja meninggalkan duka bagi mereka yang terluka. Microsoft sudah lama mengalami stagnasi. Dell kini limbung setengah kolaps. Produsen printer raksasa Hewlett Packard seperti prajurit pikun yang bingung mau kemana. Nokia terpanah penuh luka. Dan Sony terus saja mengalami pendarahan.

Kalimat yang biasanya segera bergema adalah ini : mereka semua tertatih-tatih dalam padang peperangan lantaran gagal melakukan inovasi, right? Wrong. Sejarah panjang tentang laga kompetisi bisnis dengan jelas menunjukkan bahwa ini bukan soal kegagalan inovasi. Ini juga bukan soal lemahnya R&D, lemahnya kreativitas, atau product development yang abal-abal. Bukan.

Itu semua adalah soal kegagalan manajerial. Soal buruknya management capabilities. Soal management skills yang sekarat.

Apakah orang Apple lebih pintar dan kreatif dibanding orang Microsoft? Tidak. Dan apakah orang Sony lebih bodoh dibanding orang Samsung? Sama sekali tidak. Again : disini bukan soal creative or not, soal smart or not.

Tulisan pagi ini mau membedah soal itu : sepotong kisah tentang raksasa yang terluka lantaran kegagalan manajerial. Continue reading “Business War : Taman Kematian bagi Bad Management Skills”